BAB 17 : Kak atau Mas

41.4K 4.4K 111
                                    

Arsen juga tidak mengerti dengan apa yang dilakukan dan diucapkannya tadi di taman belakang dengan Nayara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arsen juga tidak mengerti dengan apa yang dilakukan dan diucapkannya tadi di taman belakang dengan Nayara. Semuanya serba spontan. Hal ini bermula dari rasa kesalnya karna Nayara tetap tidak mau berteman dengannya yang membuat Arsen melontarkan pilihan gila itu. Tapi kenapa ia harus kesal? Harusnya ia tidak perlu ambil pusing Nayara yang tidak mau berteman dengannya. Toh dia sudah meminta maaf dan Nayara bilang sudah memaafkannya.

Akhh!! Gak tau!

Ditengah-tengah Arsen pusing memikirkan dirinya yang mendadak berubah jadi aneh, ia melihat ke arah Nayara yang duduk di sampingnya. Saat ini mereka duduk di satu meja bersama. Karna tadi ketika Reyna kembali ke meja mereka, meja tersebut sudah diisi oleh orang lain. Alhasil Reyna menghampiri meja Nadia dan meminta izin untuk duduk di sana bersama dengan Nayara. Posisi duduk mereka saat ini, dari kiri ke kanan, yaitu Nadia – Arsen – Nayara – Reyna.

Dilihatnya Nayara sedang memakan kue strawberry yang tadi baru ia makan sedikit dengan penuh emosi. Wanita itu masih kesal dengan tingkah laku dan ucapan Arsen tadi. Arsen tau itu. Ketika Nayara ingin menyendok kuenya lagi, padahal kue di dalam mulutnya belum ditelan, Arsen menarik piring kue tersebut dan menjauhkannya dari Nayara.

"Pelan-pelan makannya. Itu yang di dalam mulut kamu belum habis. Nanti keselek lagi kayak tadi" kata Arsen menasehati.

Nayara tidak terima makanannya diambil tiba-tiba. Ia balas memprotes sambil berusaha menarik kembali piring kuenya, "Ck. Apaan sih. Balikin".

Arsen yang sama keras kepalanya, tidak mau mengalah dan kembali menyuruh Nayara menelan makanannya, "Telan dulu".

Dengan kesal, Nayara menelan kue yang ada di dalam mulutnya, lalu membuka kembali mulutnya sebagai bukti pada Arsen. "Nih udah. Sekarang balikin"

Arsen mengembalikan piring kue strawberry itu ke pemiliknya.

"Mas Arsen perhatian banget sih. Jadi saya yang baper" timpal Reyna dengan senyum malu-malunya.

Mendengar ucapan sahabatnya yang genit bin centil itu, Nayara menyipitkan matanya menatap Reyna. Reyna yang ditatap membalas tatapan Nayara dengan ekspresi seakan-akan bertanya kenapa ada yang salah?. Rasanya Nayara ingin mencolok kedua mata sahabatnya itu dengan jarinya.

Nayara melampiaskan kekesalannya dengan terus memakan kue strawberry dihadapannya sampai habis. Rasa kesal Nayara belum hilang sepenuhnya ketika kue strawberry itu habis. Nayara butuh kue lainnya untuk meredakan seluruh kekesalannya. Selain itu, Nayara juga tidak puas dengan hanya makan satu kue. Ia masih ingin makan kue coklat tadi. Jadi ia berbisik ke Reyna dan meminta sahabatnya itu mengambilkan kue coklat yang ia maksud.

"Rey, tolong ambilin kue coklat yang di meja tadi dong?" bisik Nayara.

"Lo mau? Oke gw ambilin"

Baru saja Reyna memundurkan kursinya, bersiap bangun dari duduknya dan pergi mengambil kue coklat yang diinginkan Nayara, tapi ucapan Arsen membuatnya menghentikan gerakannya.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang