BAB 40 : Jahil

28.3K 4.3K 154
                                    

Updated! Tapi pendek, gak apa-apa lah yah, sekali-kali. Hehe (¯◡¯)V

"Mau makan di mana?" tanya Arsen sambil memasang seat belt-nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mau makan di mana?" tanya Arsen sambil memasang seat belt-nya. Mereka sudah berada di dalam mobil dan siap berangkat untuk makan siang. Makan siang yang sudah sangat telat lebih tepatnya.

"Terserah" jawab Nayara ketus dan memandang ke luar jendela. Dia masih kesal dengan Arsen.

Senyum jahil kembali terukir di bibirnya. Lagi-lagi ide untuk menjahili Nayara muncul. Padahal wanita itu masih kesal padanya, tapi Arsen tidak bisa berhenti menjahili wanita ini. Hanya Nayara yang dia jahili seperti ini.

Hanya Nayara.

"Terserah? Oke. Kita makan di apartemen aku aja" balas Arsen enteng yang langsung mendapat teriakan tidak terima dari Nayara.

"APA-APAAN?!!??"

Arsen berusaha mengontrol ekspresi wajahnya untuk tidak langsung tertawa melihat ekspresi terkejut Nayara.

"Kan kata kamu terserah. Yaudah, makan di apartemen aku aja. Aku masakin. Tapi kita ke supermarket dulu beli bahan-bahannya"

"Gak mau!"

Jelas, Nayara langsung menolaknya.

"Kok gak mau? Masakan aku enak loh. Udah di­-approved Mama dan Kaila"

"Kamu jangan macam-macam yah, Ar" ancam Nayara sambil mengangkat telunjuknya ke arah Arsen.

Melihat itu, Arsen meraih telunjuk Nayara dan menggenggamnya. Dia menurunkan telunjuk Nayara yang berada dalam genggamannya, lalu berkata, "Macem-macem gimana? Aku cuma ngajak kamu makan, sekalian nunjukin kemampuan masak aku. Ahh~ Jangan-jangan kamu yang mikir macam-macam yah?"

"Ng-nggak!" jawab Nayara dengan sedikit tergagap. Wanita itu juga tidak tau kenapa dia tiba-tiba jadi gagap. Mungkin karna Arsen mengetahui isi kepalanya atau karna... telunjuknya yang berada di dalam genggaman tangan Arsen yang besar dan... hangat.

"Kalau nggak, kok mukanya merah gitu?"

Refleks, Nayara langsung menutupi pipinya dengan satu tangannya yang bebas.

"Panas. Kamu belum nyalahin AC-nya. Ck, udah buruan berangkat. Nanti makin sore"

"Ohh~ Jadi, mau makan di mana?"

"Gak tau"

"Tadi, terserah. Sekarang, gak tau. Udah makan di apartemen aku aja yah?" tanya Arsen sekali lagi.

"AR!"

"Hahaha~ Bercanda. Kita makan di A Maggio aja" putus Arsen, lalu melepaskan tangannya yang menggenggam telunjuk Nayara dan mulai menyalakan mobil. Ada rasa kehilangan ketika tangan Arsen melepas telunjuknya.

Hushh! Inget, Nay, dia gak mungkin serius. Dia hanya menjahili lu aja kemarin dengan bilang suka. Dia kan hobi jahilin lu. Jadi, tahan perasaan lu!

"Gak"

Arsen yang baru akan memundurkan mobilnya untuk keluar dari pelataran parkir toko bunga Nayara, menghentikan kegiatannya. Dia langsung menatap Nayara dan mengerutkan dahinya, lalu bertanya, "Kenapa? Bukannya kamu suka spaghetti di sana?"

"Kemahalan. Cari yang lain aja"

Arsen mendesah pelan mendengar ucapan Nayara. Lagi-lagi seperti ini. Arsen tidak pernah meminta Nayara untuk membayar sendiri pesanannya setiap kali mereka makan bersama. Setiap kali wanita itu ingin membayar sendiri, Arsen juga selalu menolaknya dan berakhir dia yang membayar makanan mereka, setelah berdebat dulu tentunya. Apa dia masih tidak mengerti sampai situ?

"Sayang, aku yang bayar. Aku gak mungkin biarin kamu bayar sendiri. Padahal aku yang maksa makan siang bareng"

"Akhirnya sadar juga" Tiba-tiba Nayara mengalihkan pembicaraan dan membuat Arsen bingung.

"Apanya?"

"Kamu tukang paksa"

"Kamu kalau gak dipaksa mana mau ikut"

Nayara memutar kedua bola matanya, lalu kembali berkata, "Tapi Ar, sumpah deh. Berhenti panggil saya begitu. Tiap kali kamu panggil saya 'sayang', badan saya langsung merinding semua"

Bukan Arsen namanya kalau tidak menjahili Nayara. Bukannya berhenti, dia malah sengaja memanggil 'sayang' berkali-kali.

"Sayang. Sayang. Sayang. Sayang. Sayang. Sayang. Sayang. Sayang"

"ARSEN STOP!!" teriak Nayara, lalu memukul lengan Arsen kencang. Tidak peduli kalau laki-laki itu kesakitan.

"AW! HAHAHAHA"

"AW! HAHAHAHA"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang