BAB 25 : Jangan Terlalu Menggemaskan

33.5K 3.8K 73
                                    

Maapkeun kalau lama updatenya :")

Maapkeun kalau lama updatenya :")

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

A Maggio Restaurant.

Itulah nama yang tertulis di dinding bangunan 2 lantai di depan Nayara. Arsen bilang ini restoran Italia favoritnya di Jakarta. Nayara belum pernah mendengar nama restoran ini sebelumnya. Penasaran, Nayara lalu mencari informasi tentang restoran ini di google. Setelah menemukan informasi tentang restoran seperti apa A Maggio ini, Nayara mengumpat dalam hati.

Shit! Restoran bintang lima!

Dengan berat hati, Nayara tetap berjalan mengikuti Arsen memasuki A Maggio Restaurant dan seketika Nayara harus menahan dirinya untuk tidak menganga saat melihat interior restoran yang sangat mewah. Ketika Nayara bilang sangat mewah, itu sungguh-sungguh sangat mewah. Semuanya yang ada di dalam restoran ini seperti meneriakkan kata mewah dan mahal.

Sebut saja Nayara norak atau kampungan, terserah, karna memang pada kenyataannya Nayara sangat jarang makan di restoran berbintang. Selain karna harga makanannya yang mahal, Nayara juga tidak suka dengan porsi yang disajikan restoran berbintang. Terlalu sedikit.

Setelah melihat seberapa mewah A Maggio Restaurant, Nayara menyesal sudah mengiyakan ajakan Arsen. Kalau tau akan diajak makan malam di tempat seperti ini, Nayara akan langsung menolaknya mentah-mentah.

Lagian, kenapa lu gak tanya dulu sih Nay??? Dompet lu akan nangis malam ini, Nayaraa~

Sebelum masuk lebih dalam, Nayara meraih pergelangan tangan Arsen yang membuat laki-laki itu seketika menghentikan langkahnya dan memutar badannya menghadap Nayara.

"Kenapa?" tanya Arsen dengan kedua alis terangkat.

Bukannya menjawab pertanyaan Arsen, Nayara malah balik bertanya dengan suara sepelan mungkin. Dia tidak mau mempermalukan dirinya di depan pelayan restoran yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka, sedang menunggu mereka kembali berjalan.

"Kita mau makan malam di sini?"

Pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan. Kalau tidak akan makan malam di sini, buat apa mereka datang ke sini? Bodoh memang.

"Hmm. Kenapa? Ini restoran Italia favorit saya. Pasta di sini sangat enak. Kamu pasti akan suka" balas Arsen sama pelannya dengan Nayara.

Nayara tidak membalas lagi. Dia hanya terus menatap Arsen sementara otaknya sedang sibuk berpikir bagaimana caranya bilang ke laki-laki di depannya ini kalau lebih baik mereka mencari restoran lain untuk makan malam. Masih banyak restoran Italia yang harganya jauh lebih terjangkau dan rasanya tidak kalah dari A Maggio. A Maggio terlalu mahal untuknya. Bukannya tidak sanggup membayar, Nayara sanggup, hanya saja menurutnya lebih baik uangnya ditabung daripada dipakai untuk makan malam di restoran berbintang. Ingat, Nayara bukan dari keluarga kaya raya, jadi ia harus pintar-pintar mengatur dan menabung uangnya.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang