Bab 4 : Bahan Taruhan (Revised)

50.2K 5.3K 23
                                    

- 9 tahun lalu -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- 9 tahun lalu -

Kriiinggg~!

"Kita sudahi pelajaran hari ini. Jangan lupa tugasnya dikerjakan. Sampai jumpa minggu depan"

"Terima kasih, bu~"

Mata pelajaran terakhir hari ini telah selesai. Seluruh penghuni kelas serempak memasukkan buku dan alat tulis mereka ke dalam tas, lalu berbondong-bondong keluar dari kelas untuk pulang, tidak terkecuali Nayara.

Saat ini Nayara bersama sahabatnya, Kirana, sedang berjalan menuju parkiran belakang sekolah. Sekolah mereka memiliki 2 area parkir, area depan dan area belakang sekolah. Kebetulan hari ini Arsen, kakak kelas sekaligus most-wanted-guy SMA Garuda Bhakti, sekaligus pacarnya sejak 3 bulan lalu, agak kesiangan datang ke sekolah sehingga tidak mendapat tempat parkir di area depan sekolah, sedangkan Kirana memang terbiasa memarkirkan motornya di area belakang sekolah.

Jika ada yang bertanya apakah Nayara termasuk anak popular di sekolahnya seperti Arsen, jawabannya adalah TIDAK. Nayara hanyalah murid biasa yang beruntung bisa mendapat beasiswa di SMA Garuda Bhakti yang merupakan SMA favorit di Jakarta. Dari fakta ini, pasti timbul pertanyaan lain, bagaimana bisa seorang murid biasa alias tidak popular menjadi pacar most-wanted-guy?. Semua itu berawal dari 4 bulan lalu.

Singkat cerita, 4 bulan lalu Nayara menjadi guru les Kaila, adik kandung Arsen, berkat info yang di dapat Kirana dari sebuah website. Demi tambahan uang jajan dan ingin sedikit membantu orang tua, Nayara melamar menjadi guru les disana. Tidak terbayang sebelumnya bahwa yang akan menjadi murid lesnya adalah adik dari seorang Arsenio Rahagi Aldric.

Setelah 1 bulan mengajar, Nayara dan Arsen pun semakin dekat. Bermula dari Arsen yang selalu disuruh Lily, mamanya, mengantar Nayara pulang sehabis mengajar Kaila. Lili tidak memperbolehkan Nayara pulang menggunakan angkutan umum karna katanya tidak baik seorang gadis pulang sendirian dengan angkutan umum malam-malam.

Akhirnya Arsen pun menyatakan perasaannya. Arsen tau Nayara sangat menyukai bunga, maka Arsen menyiapkan satu buket bunga mawar merah saat menyatakan perasaannya.

Rasa kaget, tidak menyangka dan bahagia campur aduk menjadi satu. Bagaimana tidak bahagia, orang yang kita sukai ternyata memiliki perasaan yang sama seperti kita. Yup, Nayara sudah menyukai Arsen sejak hari pertama MOS ketika melihat Arsen memberikan pidato singkat sebagai ketua OSIS.

Masa pacaran mereka 3 bulan ini adalah masa-masa terindah bagi Nayara. Sejauh ini mereka tidak pernah bertengkar. Nayara harap semoga hubungannya dengan Arsen tetap lancar seperti ini sampai ke jenjang yang lebih serius nantinya.

Nayara dan Kirana sudah sampai di lorong terakhir menuju parkiran belakang sekolah. Sedikit lagi sampai di ujung lorong, Nayara mendengar percakapan yang menyebut namanya. Nayara dan Kirana pun berhenti dan menguping percakapan tersebut. Nayara mengenali suara-suara itu. Suara Arsen dan teman-temannya.

"Hubungan lo sama si Nayara gimana Ar?" tanya Nino.

"Gimana apanya?" jawab Arsen balik bertanya.

"Yah gimana hubungan lo sama dia selama 3 bulan ini?"

"Baik" jawab Arsen singkat.

"Lo, jangan sampe punya perasaan sama dia. Inget perjanjian kita" pesan Nino.

Perjanjian? Perjanjian apa?

"Putusin dia pas malam prom night dan lo boleh ambil salah satu kamera koleksi gw" tambah Nino.

Ah, taruhan.

"Gila lo berdua, lo berdua masih lanjutin taruhan itu? Gak kasian lo berdua sama Nayara.. Dia keliatan polos begitu lo pada jadiin taruhan" sahut Rakka.

"Justru karna polos jadi memudahkan taruhan ini. Dan untuk kasian, gw udah perhatiin dia dari lama, si Nayara ini sering banget curi-curi pandang ke arah Arsen. Jadi seharusnya dia bersyukur, karna ide gw ini dia bisa pacaran sama orang yang dia suka" balas Nino dengan entengnya.

Nayara mengepalkan kedua tangannya menahan rasa marah, kecewa, dan benci yang muncul setelah mendengar ucapan Nino.

"Lo kenapa jadi diam aja? Lo gak menaruh perasaan sama dia kan?" tanya Nino curiga karna Arsen hanya diam saja.

Lalu Arsen menatap Nino sebentar sebelum menjawab. "Gak. Gw gak ada perasaan apapun sama dia"

Nayara tertawa miris dalam hati. Nayara pikir perasaannya terbalaskan. Tapi ternyata dirinya hanya dijadikan bahan taruhan saja.

"Syukurlah. Masih banyak yang lebih cantik dan seksi dari dia, Ar. Nina contohnya. Gw liat-liat dia suka sama lo"

"Brengsekk" umpat Kirana pelan.

Kirana sudah ingin menghampiri ketiga cowok itu tapi ditahan oleh Nayara.

Arsen tidak membalas lagi ucapan Nino. Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah lewat 25 menit dari jam pulang tetapi Nayara belum muncul juga di parkiran belakang sekolah. Arsen mencoba mengirim pesan ke Nayara menanyakan dimana dirinya.

Nayara melihat pesan yang masuk ke ponselnya. Kirana yang berada di sampingnya juga melihat isi pesan itu.

"Nay, lo pulang sama gw. Batalin pergi sama Arsen" tegas Kirana.

Nayara mengangkat kepalanya dari ponsel di tangannya, lalu menatap Kirana.

"Gak usah, Ki. Gw tetap pergi aja sama Arsen. Gak enak sama Tante Lily. Hari ini Tante Lily ulang tahun" jawab Nayara dengan senyum yang dipaksakan. Ia tidak mau membuat sahabatnya khawatir.

"Tapi-"

"Gak apa-apa" potong Nayara meyakinkan Kirana.

Nayara menghembuskan napasnya pelan, lalu berjalan menghampiri Arsen yang berdiri di samping mobilnya. Nayara berjalan dengan senyum terukir di bibirnya, seakan-akan tidak mendengar percakapan menyakitkan tadi.

Gw ikuti permainan kalian.

Gw ikuti permainan kalian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang