BAB 28 : Solusinya, Yah Hadapi..

31.9K 4K 32
                                    

Arsen terus mengikuti Nayara yang sedang mengatur vas-vas bunga hasil rangkaiannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arsen terus mengikuti Nayara yang sedang mengatur vas-vas bunga hasil rangkaiannya. Selama Nayara masih belum memberikan alasan yang masuk akal kenapa menghindarinya, Arsen akan terus mengikuti Nayara.

Sejak Nayara mulai melancarkan aksi menghindarnya, sejak itu pula mood Arsen mulai berantakan. Bahkan Lily pernah kecipratan mood jelek anaknya. Fokusnya pada pekerjaan pun menurun, karna otaknya yang lebih banyak berpikir mencari alasan kenapa Nayara menghindarinya. Tristan sampai turun tangan menegur anaknya.

Nayara risih diikuti terus sejak tadi. Dia berbalik badan, menatap Arsen dan berkata dengan lelah, "Mau sampai kapan kamu ngikutin aku?"

"Sampai kamu bilang alasannya"

"Alasan apa lagi?" tanya Nayara menaikkan salah satu alisnya.

"Alasan kamu menghindari saya, Ara. Kamu belum menjawabnya. Dengan jujur. Tadi"

"Bu, yang terakhir ini mau ditaruh di mana?" tanya seorang pegawai yang membawa vas terakhir, menginterupsi pembicaraan mereka.

"Oh. Taruh di sana, mas" jawab Nayara, lalu meninggalkan Arsen tanpa membalas ucapan Arsen sebelumnya.

Arsen menggeram pelan karna pembicaraannya dengan Nayara lagi-lagi terganggu. Arsen kembali mengikuti Nayara yang sudah berjalan di depannya. Ketika dua orang pegawai tadi sedang sibuk memindahkan vas bunga berukuran sangat besar itu, Arsen yang sudah berdiri bersisian dengan Nayara kembali berbicara.

"Ara, kamu gak bisa terus menghindari saya"

"Apa sih, Ar? Saya gak menghindari kamu. Kamu liat sendiri kan saya lagi sibuk" Nayara membalas dengan alasan yang sama seperti sebelumnya. Nayara tetap tidak mau memberikan alasan sesungguhnya kenapa dia menghindari Arsen.

Mau ditaro di mana muka gw, kalo bilang gw takut suka sama dia lagi.

"Oke, kalau kamu benar gak menghindari saya, besok, saya jemput. Kita datang bersama ke acara ulang tahun perusahaan" kata Arsen yang langsung ditolak Nayara.

"Kok gitu? Gak. Saya gak mau. Saya datang sendiri aja"

"Kata kamu, kamu gak menghindari saya. Buktikan, Ara, kalau kamu gak menghindari saya. Buktikan dengan kamu mau datang dengan saya besok" tantang Arsen.

"Untuk ketiga kalinya saya bilang, saya gak menghindari kamu dan saya gak mau datang sama kamu. Saya pergi sendiri"

"Penolakan kamu ini membuktikan ucapan saya. Kamu menghindari saya"

------------------------------------------------------------------------------------------------

Arsen

Besok saya jemput jam 6 sore.

"Ki!! Rey!! Gimana nih??? Orangnya bakal tetep jempuuut!" teriak Nayara pada telponnya ketika melihat pesan yang baru saja masuk ke hp-nya. Saat ini dia sedang telponan dengan Kirana dan Reyna menceritakan kelakuan Arsen seharian tadi.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang