BAB 26 : Alodie Ceysa "Odie"

33.8K 4K 34
                                    

Maap lamaa~~ dan maap juga kalo alurnya cepet & gaje :')

Maap lamaa~~ dan maap juga kalo alurnya cepet & gaje :')

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

SINTING.

ARSENIO RAHAGI ALDRIC SINTING.

Apa coba maksudnya dia ngomong gitu? Dia pikir gw lagi godain dia supaya suka sama gw?

SINTING.

Sebenarnya Nayara sudah mau mengomel pada Arsen dan menanyakan apa maksud ucapan laki-laki itu. Sayangnya pelayan lebih dulu datang mengantarkan pesanan mereka yang membuat Nayara harus menelan semua omelannya dan sekarang semua perhatiannya teralihkan ke sepiring spaghetti carbonara yang sudah berada di atas meja di depannya.

Mereka berdua pun mulai makan pesanan masing-masing, Nayara dengan spaghetti carbonara dan Arsen dengan aglio e olio.

Sejak memakan suapan pertamanya, Nayara tidak bisa berhenti menyendok spaghetti carbonara-nya. Ini adalah spaghetti carbonara terenak yang pernah Nayara makan. Rasanya Nayara ingin memeluk Arsen erat saat ini juga dan mengucapkan terima kasih karna sudah mengajaknya ke restoran ini.

Apa? Fix, ini efek spaghetti carbonara yang terlalu enak. Otak gw gak bisa mikir dengan waras.

Melihat raut wajah Nayara yang bahagia ketika makan, Arsen ikut tersenyum, lalu bertanya, "Enak?"

Nayara mengangkat wajahnya menatap Arsen sambil tersenyum dan membalas dengan cepat.

"Hmm. Banget. Kok bisa tau pasta di sini enak? Bukannya kamu baru balik dari UK?"

"Dari Nadia. Pelan-pelan makannya. Saya gak akan minta" jawab Arsen sekaligus menyuruh Nayara untuk makan pelan-pelan.

"Ohh.. Kencan" kata Nayara seraya menuruti ucapan Arsen untuk makan pelan-pelan.

Arsen yang mendengarnya langsung membantah ucapan Nayara.

"Bukan kencan"

"Kalau bukan kencan terus apa?"

"Hanya makan siang aja"

"Berdua doang?" tanya Nayara yang langsung diiyakan Arsen.

"Iya"

"Itu kencan namanya, Arsen"

"Bukan" Arsen tetap bertahan pada pendapatnya kalau itu bukan sebuah kencan.

"Ya. Ya. Terserah"

Akhirnya Nayara memilih mengalah. Perdebatan mereka terlalu konyol untuk dilanjutkan. Lagian beberapa orang di sekeliling meja mereka sudah mulai menatap ke arah mereka. Nayara tidak mau semakin malu lagi. Sudah cukup ia dipandang aneh karna pakaian yang dipakainya sangat cocok dipakai ke restoran bintang lima seperti ini.

"Ngomong-ngomong, kamu gak mau coba aglio e olio-nya?" tanya Arsen saat Nayara sedang meminum orange juice milik wanita itu.

"No. Thanks" tolak Nayara setelah meletakkan kembali gelas orange juice yang kini tersisa setengah.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang