BAB 12 : Prom Night - Break Up

41.3K 4.5K 79
                                    

Nayara's Side

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayara's Side

Telat. Nayara dan Kirana telat. Ini semua gara-gara Kirana yang tiba-tiba tidak merasa puas dengan heels yang akan dipakai Nayara. Nayara sudah mencoba meyakinkan Kirana dengan bilang kalau heels yang sedang dipakainya sudah sangat cocok dengan dress-nya tapi Kirana tidak menghiraukannya sama sekali. Ia tetap menyuruh Nayara melepas heels yang sudah terpasang di kakinya dan mencoba beberapa heels yang menurutnya lebih cocok dengan dress-nya.

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 19.00 dan mereka masih di perjalanan menuju lokasi prom night. Jika sesuai dengan waktu yang tertera di undangan, saat ini acara pasti sudah di mulai. Ditengah-tengah sedang menunggu lampu merah di berubah menjadi hijau, hp Nayara menyala tanda ada sebuah pesan masuk.

Arsen

Dimana? Kok belum sampai? Acaranya sudah mau di mulai

Masih di jalan, macet..

Arsen

Oh. Yaudah, hati-hati.

Iya..

Beginilah Arsen jika mengirimkan pesan padanya. Dingin. Tidak seperti pria yang mengirimkan pesan pada pacarnya. Seharusnya dari cara Arsen mengirim pesan saja Nayara sudah tau kalau pria itu tidak memiliki perasaan apapun padanya. Ternyata rasa suka sudah menutupi akal sehatnya untuk bekerja.

Nayara dan Kirana sampai di venue acara pukul 19.15, telat 15 menit. Sebelum masuk venue, mereka disuruh mengisi daftar kehadiran terlebih dahulu, lalu setelah itu langsung diantar ke tempat duduk yang masih kosong. Di atas panggung di depan sana, Nayara melihat salah satu gurunya sedang memberikan kata sambutan sebagai perwakilan dari semua guru-guru yang telah hadir malam ini.

Nayara tidak terlalu menyimak ucapan gurunya di depan sana. Dia terlalu sibuk mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Arsen. Matanya menyisir semua meja yang berada di depannya tapi ia tidak menemukan Arsen di sana. Seharusnya Arsen sudah sampai jika mengingat pesan yang Nayara terima tadi ketika ia sedang di lampu merah. Tidak ada di bagian depan, Nayara memutar sedikit tubuhnya, mencari Arsen di barisan meja-meja di belakangnya. Dengan cepat Nayara langsung menemukan Arsen. Ternyata Arsen dan kedua sahabatnya, Nino dan Rakka, duduk satu barisan dengan meja Nayara. Tidak tepat di belakang meja Nayara, tetapi di belakang meja yang berada di belakang meja Nayara. Mengerti kan?

Mata mereka saling bertemu satu sama lain. Selama beberapa detik Nayara terpesona dengan penampilan Arsen malam ini. Untungnya Nayara langsung tersadar dan segera memutuskan kontak matanya, lalu memutar kembali badannya menghadap depan.

Shit! Bisa-bisanya gw masih terpesona sama dia. Sadar Nay, sadar. Walaupun turtleneck dan suit bikin dia makin ganteng, tapi manusia itu udah jadiin lo bahan taruhan. TA-RU-HAN.

Setelah itu Nayara berusaha tidak lagi menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat Arsen sampai waktunya dinner tiba. Ketika ingin mengambil makan, Kirana pamit ingin mencari gebetannya. Akhirnya Nayara pun mengantre makanan sendirian. Ia sengaja tidak menghampiri Arsen sama sekali. Ia ingin tau apakah Arsen akan mencari dan mendatanginya duluan atau tidak dan ternyata...

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang