BAB 33 : Tunangan dan Saingan

36.2K 4.8K 126
                                    

Hai semuanya~ Seperti biasa update dini hari 😂🙏
Kalau ada typo atau kurang ngefeel, mon maap yak 
😂🙏
Dikomen aja nanti kalau ada yang typo atau kurang gimana gitu, biar aku perbaiki
Semua saran kalian aku baca 
👍

Hai semuanya~ Seperti biasa update dini hari 😂🙏Kalau ada typo atau kurang ngefeel, mon maap yak 😂🙏Dikomen aja nanti kalau ada yang typo atau kurang gimana gitu, biar aku perbaikiSemua saran kalian aku baca 👍

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mau sampai kapan kamu cemberut gitu?" tanya Arsen pada Nayara yang terus cemberut sejak dia menarik wanita itu untuk makan.

Saat ini mereka sudah duduk di sebuah meja berbentuk lingkaran dan sedang menikmati makanan mereka. Meja berbentuk lingkaran yang sedang mereka tempati bisa diisi sampai 4 orang, 2 kursi sudah diduduki oleh mereka dan 2 kursi lainnya masih kosong.

Nayara bersyukur Arsen tidak mengajaknya duduk bersama Lily dan Tristan. Nayara tidak mau terjebak di situasi yang sama seperti saat mereka baru sampai tadi.

"Sampai kamu pergi" jawab Nayara ketus.

"Saya gak akan pergi" balas Arsen sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Dia tidak menghiraukan ucapan Nayara yang terang-terangan mengusirnya.

"Kamu tuh harusnya keliling loh, menyapa kolega-kolega perusahaan, makan bareng mereka, ngomongin bisnis, dan lain-lain. Bukannya duduk di sini dan makan sama saya"

Arsen menelan dulu makanan di mulutnya sebelum kembali membalas ucapan Nayara, "Saya kan tadi sudah bilang, saya sudah menyapa beberapa kolega dan berbicara tentang bisnis sebentar dan itu sudah cukup menurut saya. Papa saya juga bilang untuk menikmati saja acara malam ini tanpa memikirkan pekerjaan apapun, dan sekarang saya sedang menikmatinya dengan duduk dan makan sama kamu"

Nayara terdiam selama beberapa detik.

Melihat Nayara yang terdiam, Arsen kembali berbicara, menanyakan kembali pertanyaannya yang belum dijawab Nayara, "Jadi, kamu masih mau cemberut terus? Gak sayang udah make-up cantik-cantik tapi malah cemberut?"

Nayara kembali menormalkan dirinya, lalu menjawab Arsen acuh tak acuh.

"Saya cemberut juga masih keliatan cantik"

"I know. Tapi kalau kamu senyum, bakal lebih cantik lagi"

Deg.

Nih laki mulutnya enteng banget sihhh!

Tanpa bisa dicegah, pipi Nayara perlahan-lahan mulai memerah. Walaupun saat berbicara seperti itu ekspresi Arsen sedatar triplek, tapi tetap saja berefek tidak baik untuk jantung dan pipinya. Nayara berdoa semua Arsen tidak memperhatikan pipinya yang berubah menjadi semakin merah. Sayangnya, doa dia tidak dikabulkan, Arsen menyadari perubahan itu.

"Pipi kamu merah" katanya dengan senyum kecil tersungging di bibirnya.

Arsen sudah bilang belum kalau dia sangat menyukai ekspresi Nayara yang seperti ini. Ekspresi ketika wanita itu tersipu malu dan salah tingkah.

"I-ini blush on" Nayara segera menyangkalnya. Arsen pun mengiyakan saja ucapan Nayara. Tidak tega juga melihat muka Nayara yang semakin memerah.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang