BAB 50 : Sibuk

18.8K 3.4K 412
                                    

Hai~ Haii~ Haiii~
Aku cuma mau bilang, jujur susah yah bikin part berantem 😂
Jaranggg~ banget berantem sama orang soalnya. Paling sebatas sebel doang 
🤣
Jadi, semoga part ini memuaskan kalian yah (~ ̄▽ ̄)~

--For Armys (non-armys kalau mau nonton juga boleh banget loh 😂): Ayo tetap semangat stream Yet to Come & jangan sedih lama-lama. Mereka gak kemana-mana, gak bubar, cuma aktivitas groupnya aja yang berkurang. Borahae (•ө•)♡

Nayara berusaha keras tidak memikirkan ucapan Kirana dan mempercayai Arsen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayara berusaha keras tidak memikirkan ucapan Kirana dan mempercayai Arsen. Setiap hari dia selalu mengulang kalimat-kalimat yang sama. 'Arsen dan Ilana hanya sepupu. Ilana sudah menikah. Tidak perlu ada yang terlalu dipikirkan'.

Ketika Nayara bilang setiap hari, itu benar-benar setiap hari sejak makan siang bersama Kirana 5 hari yang lalu. Ya, sudah 5 hari berlalu dan pikiran-pikiran liarnya tentang kemungkinan hubungan Arsen dan Ilana yang pernah lebih dari sepupu tidak berkurang, malah semakin... bertambah.

Semuanya gara-gara Kirana.

Nayara menyalahkan Kirana atas semua pikiran buruknya pada Arsen dan Ilana. Padahal sesungguhnya, sejak pertama kali melihat interaksi Arsen dan Ilana di rumah Lily pada malam perayaan ulang tahun Oma Rhea, Nayara sudah memiliki berbagai spekulasi tentang hubungan dua orang itu. Terlebih saat salah satu tante laki-laki itu mengucapkan fakta kalau Arsen dan Ilana pernah dijodohkan, spekulasi di otaknya semakin menjadi-jadi. Hanya saja, saat itu Nayara menepis segala pikiran negative di kepalanya. Namun sayangnya, ucapan Kirana siang itu membangkitkan lagi pemikirannya yang berusaha dia tepis sebelumnya.

Kembali ke topik awal, pikiran-pikiran liar Nayara tentang kemungkinan hubungan Arsen dan Ilana yang pernah lebih dari sepupu tidak berkurang, malah semakin bertambah. Semuanya bertambah parah seiring Arsen yang sering menghabiskan waktu dengan Ilana.

'Aku makan siang bareng Ilana'

'Aku lagi toko buku nemenin Ilana'

'Aku lagi di mall nemenin Mama & Ilana'

Dan masih banyak kegiatan lainnya yang laki-laki itu lakukan bersama Ilana. Selama 5 hari itu, nama Ilana selalu masuk ke indera pendengarnya, bagai nama murid yang setiap hari diabsen oleh gurunya. Ilana seorang murid dan Arsen adalah gurunya. Wahh, seperti cerita-cerita romance di novel.

Nayara stop!

Nayara menghembuskan napasnya kasar. Selalu seperti ini jika dia mulai memikirkan tentang Arsen dan Ilana.

Hari ini, seperti hari-hari biasa Nayara, dia berada di toko bunga, sedang merangkai bunga pesanan pelanggan. Namun, ada yang berbeda hari ini dari hari-hari sebelumnya. Arsen mengiriminya pesan, mengajaknya makan siang bersama. Tumben bukan? Setelah 5 hari lalu sibuk dengan Ilana, hari ini laki-laki itu mengajaknya makan siang. Lalu, apakah Nayara mengiyakan ajakan itu? Tentu tidak. Nayara sedang malas melihat wajah Arsen. Namun, bukan Arsen namanya jika dia menurut.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang