BAB 29 : Jangan Baper! Gak boleh!!!

35.4K 4.1K 104
                                    

Nayara sudah siap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayara sudah siap. Wajahnya sudah dirias dengan make-up natural, kecuali bibirnya yang berwarna merah terang. Nayara sengaja memakai lipstick merah agar mendapatkan kesan glamor dan sexy. Untuk rambut, Nayara mengkeriting rambutnya dulu, menyisakan beberapa helai di kanan dan kiri wajahnya, sebelum mengikatnya menjadi satu.

Terakhir, dia mengenakan gaun berwarna hitam sesuai dress code yang tertulis di dalam undangan. Gaun hitam sepanjang setengah betis itu memiliki kerah kotak dan belahan di samping kanan gaunnya, dari ujung bawah gaun sampai setengah paha. Sedangkan aksesoris, Nayara hanya memakai anting kecil berbentuk giwang dan beberapa cincin di jari tangannya.

 Sedangkan aksesoris, Nayara hanya memakai anting kecil berbentuk giwang dan beberapa cincin di jari tangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat sedang menonton tv di sofa bersama Kirana, terdengar suara pintu apartemennya diketuk. Nayara lalu bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju pintu. Sebelum membukakan pintu, Nayara mengintip terlebih dulu lewat lubang di tengah pintunya. Tepat sesuai dugaan Nayara, yang mengetuk pintunya adalah Arsen.

Dari lubang pintu, Nayara bisa melihat Arsen yang memakai tuxedo warna hitam dan dasi kupu-kupu dengan warna serupa. Tuxedo hitam itu sangat pas membalut tubuh proporsional Arsen. Rambut laki-laki itu ditata rapih ke atas memperlihatkan dahinya yang mulus.

Jadi penasaran dia pake skincare apa. Mulus banget tuh jidat..

Nayara masih belum membukakan pintu apartemennya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayara masih belum membukakan pintu apartemennya. Arsen yang berdiri di depan pintu apartemen wanita itu, mengerutkan dahinya bingung, lalu mengetuk sekali lagi pintu di depannya.

Nayara yang sedang mengintip pun tersentak kaget. Untungnya dia tidak refleks mengeluarkan suara. Bisa ketauan Arsen kalau sejak tadi dia mengintip dari balik lubang pintu. Kirana yang melihat kelakuan Nayara sejak tadi, menertawakan kekagetan sahabatnya.

"Bintitan baru tau rasa lu, Nay. Bukain gih, buru. Lagian liat langsung kan jauh lebih enak, Nay, daripada ngintip begitu" kata Kirana dengan nada penuh ejekan.

Muka Nayara seketika memerah. Betapa malunya Nayara ketauan mengintip Arsen oleh Kirana. Nayara harus siap-siap diejek Kirana dan Reyna sepulangnya dari acara nanti. Kirana sudah pasti akan cerita ke Reyna tentang aksi mengintipnya tadi.

Setelah merapihkan dress-nya, Nayara membukakan pintu apartemennya. Ketika pintu apartemen sudah terbuka sepenuhnya, mata mereka bertemu satu sama lain.

Arsen lebih dulu memutuskan tatapan mata mereka, lalu beralih melihat penampilan Nayara dari atas ke bawah, lalu ke atas lagi. Arsen melihat penampilan Nayara malam ini seperti juri Puteri Indonesia menilai penampilan para pesertanya. Nayara yang ditatap seperti itu sama Arsen menjadi salah tingkah. Pipinya yang sudah merah karna malu tadi, semakin merah karna tatapan Arsen.

"Biasa aja kali, Ar, matanya. Kalau copot repot nanti, rumah sakit jauh dari sini" ejek Kirana yang melihat mata Arsen seperti mau keluar dari tempatnya melihat penampilan sahabatnya. Ternyata Kirana masih berdiri di tempatnya tadi mengejek Nayara yang mengintip.

Nayara menolehkan kepalanya memelototi Kirana.

"Hai, Ki. Lagi main di sini?" tanya Arsen.

"Iya nih. Gw disuruh Nayara jagain kandangnya" jawab Kirana.

"Kandang... Kandang...Gw bukan singa"

"Emang bukan. Lu manusia yang kayak singa. Ngaum muluu. Iya gak, Ar?"

"KIRANAA"

Arsen tidak membalas Kirana. Dia hanya tertawa kecil melihat kelakuan dua wanita di depannya.

"Udah sana pergi. Nanti telat. Have fun yah kalian malam ini" kata Kirana dengan nada mengusir.

"Hmm. Kita pergi dulu, Ki" pamit Arsen.

"Gw pergi. Awas yah kalau ada barang gw yang ilang"

"Sembarangan mulutnya. Gw jual beneran baru tau rasa lu"

Setelah itu, mereka berdua berjalan menuju lift, lalu turun ke basement apartemen tempat Arsen memarkir mobilnya. Ketika safety belt sudah terpasang sempurna di tubuh masing-masing, Arsen mulai menjalankan mobilnya meninggalkan apartemen Nayara menuju venue acara.

Di tengah-tengah menyetir, Arsen membuka pembicaraan dengan Nayara. Lebih tepatnya memuji penampilan Nayara. Tadi ketika di depan pintu apartemen wanita itu, Arsen tidak sempat memuji Nayara karna Kirana sudah lebih dulu meledeknya.

"Cantik" puji Arsen sambil terus menatap jalanan di depannya.

Nayara yang sedang sibuk membalas chat, tidak mendengar jelas ucapan Arsen tadi. Jadi wanita itu bertanya, "Hmm? Apa?".

"Cantik" ulang Arsen.

Nayara tidak mau terlalu percaya diri Arsen memuji dirinya, jadi dia membalas, "Oh. Iya gaunnya cantik. Baru beli"

"Bukan gaunnya"

"Terus?"

Arsen tidak menjawab, atau lebih tepatnya belum menjawab. Ketika bertemu lampu merah, Arsen menghentikan mobilnya, lalu menoleh menatap kedua mata Nayara yang malam itu menggunakan softlens warna coklat. Sambil terus menatap Nayara, Arsen menjawab Nayara.

"Kamu. Kamu cantik malam ini"

Seketika Nayara terdiam mendengar pujian dari Arsen. Pujian yang entah kenapa terdengar tulus di telinganya, bukan hanya sekedar basa-basi saja. Rasa menggelitik di pipinya kembali datang. Nayara segera mengalihkan pandangannya ke arah jalanan di luar agar Arsen tidak bisa melihat pipinya yang kembali memerah.

Masih dengan terus menatap ke jalanan di luar, alih-alih berterima kasih, Nayara membalas Arsen dengan ketus, menyuruh laki-laki itu untuk kembali menjalankan mobilnya karna lampu lalu lintas sudah berubah warna menjadi hijau.

"Udah gak usah ngegombal. Gak mempan. Buruan jalan, lampunya udah hijau"

Arsen tersenyum lebar melihat Nayara yang salah tingkah karna pujiannya. Dengan nada geli dalam suaranya, Arsen membalas, "Yes, Ma'am".

Inget, Nay. Jaga hati. Jangan baper! Gak boleh baper! Gak boleh!!!


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang