BAB 7 : Sekarang Tante Lili?!? (Revised)

43.8K 4.6K 8
                                    

Sibuk adalah satu kata yang mewakili hari senin Nayara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sibuk adalah satu kata yang mewakili hari senin Nayara. Mulai dari toko buka di pagi hari hingga waktu sudah menunjukkan jam makan siang, Nayara masih sibuk membuat pesanan bunga untuk pelanggan yang datang ke tokonya. Untungnya tadi pagi ia menyempatkan sarapan di rumah sebelum berangkat ke toko. Sebenarnya Nayara tidak akan sesibuk ini jika ada Nita yang membantunya. Sayangnya Nita ijin tidak masuk hari ini karna harus menghadiri bimbingan untuk skripsinya.

Pesanan dari pelanggan terakhir siang ini telah selesai. Setelah menyelesaikan proses pembayaran Nayara mengantar pelanggan terakhirnya sampai ke depan pintu toko. Sebelum pelanggannya itu masuk ke dalam mobil, Nayara menyempatkan diri untuk berkata, "Hati-hati di jalan, Mas, dan saya doakan semoga lamarannya diterima".

Mobil pelanggan terakhirnya sudah pergi meninggalkan pelataran tokonya. Sebelum masuk kembali, Nayara mengubah terlebih dahulu tanda Open di pintu masuk menjadi Close. Ia menutup cepat toko bunganya hari ini karena harus menyiapkan pesanan untuk salah satu restoran sushi. Restoran itu memesan beberapa rangkaian bunga dalam vas untuk dekorasi di restorannya.

Sesuai perjanjian antara dirinya dengan pihak restoran sushi, pesanan ini harus sudah sampai di restoran sebelum pukul 3 sore. Tetapi sampai jam menunjukkan pukul 12 siang lewat 10 menit Nayara belum membuat satu pun rangkaian bunga vas. Agar pesanan tersebut dapat selesai dan diantar tepat waktu sesuai perjanjian, Nayara harus mengorbankan jam makan siangnya hari ini. Syukurlah Nayara tidak punya riwayat penyakit maag.

Nayara mulai merangkai bunga ke dalam vas. Satu per satu pesanan ia selesaikan. Butuh waktu 2 jam untuk Nayara menyelesaikan semua pesanan. Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 14.10 dan Nayara bergegas memindahkan seluruh rangkaian bunga yang telah selesai ia rangkai ke dalam mobil. Ia harus berangkat sekarang jika tidak mau telat karna terjebak macet.

Syukurlah dewi keberuntungan sedang berada di pihak Nayara hari ini karna jalanan Jakarta yang biasanya selalu macet, tidak macet sore ini. Nayara sampai di restoran pukul 14.50. Tepat 10 menit sebelum pukul 3 sore. Segera Nayara keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran tersebut.

Ketika Nayara masuk ke dalam restoran, ia langsung disambut dengan sapaan selamat datang oleh salah satu pelayan restoran. Nayara langsung mengutarakan maksudnya datang ke restoran kepada pelayan tersebut. Pelayan di depannya ini bernama Silvia jika dilihat dari nametag yang dipakainya. Silvia segera menghubungi Bapak Husein selaku Manajer restoran lewat telepon yang berada di atas meja.

Tidak lama kemudian Bapak Husein pun muncul. Ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan disambut oleh Nayara. Setelah itu Bapak Husein segera menyuruh beberapa pelayan restoran memindahkan vas berisi rangkaian bunga yang dirangkai Nayara ke dalam restoran. Bapak Husein mengatur dimana vas-vas beserta bunga didalamnya akan diletakkan. Selesai mengatur penempatan vas-vas bunga itu, Bapak Husein mengajak Nayara ke ruangannya untuk menyelesaikan proses pembayaran.

Setelah selesai, Nayara pamit kepada Bp Husein dan keluar dari ruangan itu. Nayara tidak langsung balik ke toko bunga atau pulang ke rumahnya. Ia yang belum makan siang memutuskan untuk makan siang di sana sekalian. Ketika sedang asik memainkan hp selagi menunggu pesanannya datang, Nayara mendengar seseorang memanggil namanya.

"Nayara?"

Nayara mengangkat kepalanya dan terkejut melihat siapa yang memanggilnya.

"Tante Lily?" sahut Nayara.

Arsen, Kaila, dan sekarang Tante Lili???

Nayara menyalimi tangan wanita yang merupakan ibu dari Arsen, mantan brengseknya. Lalu Lily memeluk Nayara erat menyalurkan kerinduannya.

"Kamu kemana aja selama ini Nay?" tanya Lily.

"Aku kuliah di Jogja tante" jawab Nayara.

"Pantes tante gak pernah ketemu kamu sejak lulus SMA"

"Tante apa kabar?"

"Baik. Kamu apa kabar? Tante dengar dari Kai kamu sekarang punya toko bunga yah? Hebat banget kamu" puji Lily.

"Baik Tante. Iya tante, baru buka, baru 1 tahun. Oh iya tante, silahkan duduk"

"Kamu lagi apa disini? Baru mau makan siang?" tanya Lily yang sudah duduk berhadapan dengan Nayara.

"Aku abis antar pesanan bunga untuk restoran ini, Tan. Tadi gak sempat makan siang karna harus selesaikan pesanan bunga jadi sekalian aja mau makan disini" jawab Nayara.

"Lain kali gak boleh nunda makan siang, Nay. Gak baik buat badan kamu" kata Lily menasehati.

"Iya Tante" balas Nayara dengan senyum terukir di bibirnya.

Mereka lanjut mengobrol satu sama lain hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan mereka memutuskan untuk pulang. Nayara mengangkat tangannya untuk meminta bill atas pesanannya. Setelah itu salah satu pelayan datang membawa bill. Nayara mengecek terlebih dahulu bill tersebut, lalu melihat total yang harus ia bayar.

"Tunggu sebentar yah, Tan. Aku bayar pesananku dulu" pamit Nayara.

Baru mengangkat sedikit bokongnya dari kursi, Lily memegang tangannya, mencegahnya untuk membayar makanan yang tadi ia makan.

"Biar tante aja yang bayar. Itung-itung perayaan pertemuan pertama kita setelah sekian lama dan traktiran dari tante karna udah mau nemenin tante ngobrol" ujar Lily.

"Gak usah tante. Biar aku aja yang bayar. Lagian aku gk keberatan kok nemenin tante ngobrol" tolak Nayara. Ia tidak enak dengan Lily, masa baru ketemu sudah dibayarin makanan.

"Udah kamu disini aja, biar tante yang ke kasir. Sini bill-nya"

Dengan terpaksa Nayara memberikan bill di tangannya ke Lily. Selesai membayar mereka berdua meninggalkan meja untuk pulang. Saat mereka keluar dari restoran ternyata Jakarta sedang diguyur hujan yang cukup lebat. Lily mengurungkan diri untuk pulang, ia berencana meminta salah satu anaknya untuk menjemputnya di restoran.

"Kamu pulang duluan aja, Nay. Tante mau telpon Arsen, Vano atau Om Tristan untuk jemput"

Nayara tidak tega meninggalkan Lily sendirian di restoran. Akhirnya Nayara menawarkan tumpangan untuk Lily. Awalnya Lily menolak dengan alasan takut merepotkan Nayara. Tapi akhirnya Lily memutuskan menerima tawaran Nayara setelah Nayara memaksanya karna melihat hujan yang tidak ada tanda-tanda akan berhenti cepat.

Nayara membuka payung yang selalu dibawanya di dalam tas dan mereka berjalan menuju mobil Nayara. Selama menyetir Nayara terus berdoa dalam hati semoga ia tidak bertemu Arsen nanti.

 Selama menyetir Nayara terus berdoa dalam hati semoga ia tidak bertemu Arsen nanti

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang