BAB 14 : Cerewet

40.9K 4.1K 32
                                    

"Nay, temenin gw yahhh?? Pleaseeee??" mohon Kirana sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nay, temenin gw yahhh?? Pleaseeee??" mohon Kirana sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.

"Gak mau ahh. Itu kan acara kantor lo, Rey. Masa tiba-tiba gw datang gitu aja tanpa diundang" tolak Nayara langsung.

"Kan gw udah bilang. Gw bisa bawa 1 orang ke acara. Ayolahh Naaayy~~"

"Gak"

"Nay, pleaseeee~ temenin gw. Lo tega sahabat lo yang cantik, baik hati dan tidak sombong ini sendirian dan kesepian di sana? Gw abis putus loh Nay. Temen-temen kantor gw pasti pada bawa gandengan semua. Gw pasti keliatan madesu* banget kalau dateng sendirian ke sana. NAAAYY! NAYARA CHAVALI LO DENGERIN GW GAK SIH?!?" teriak Reyna karna Nayara tidak meresponnya yang sudah berbicara panjang lebar.

Nayara terlonjak kaget dan segera menjauhkan hp dari telinganya. Sekarang telinganya berdengung karna teriakan Reyna. Dengan kesal Nayara balas berteriak, "APA SIHH? YA UDAH IYA GW TEMENIN. PUAS LO"

"Serius Nay???"

"Iyaaa. Udah ahh ganggu orang lagi kerja aja lo"

"AAAKKK!! MAACIHHH NAY NAY KU SAYANGGG~ MUACHH" kata Reyna sebelum mematikan panggilan telepon.

Dan di sinilah Nayara berada malam ini, di acara ulang tahun d'Amont Group, perusahaan tempat Reyna bekerja. Acara sudah berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Sebenarnya Nayara kurang nyaman di acara-acara seperti ini. Apalagi melihat dandanan semua orang yang datang. Nayara jadi merasa kecil di ruangan itu. Tapi apa boleh buat. Dia harus menemani sahabatnya. Tidak tega juga kalau Reyna sendirian di acara seperti ini.

Ngomong-ngomong sudah 2 minggu sejak terakhir kali Nayara bertemu dengan Arsen. Berarti sudah 2 minggu pula sejak ajakan gila dari pria itu.

Apa dia bilang? Berteman? Kalau dia minta dimaafkan, oke Nayara akan atau bahkan sudah memaafkannya. Tapi mengajaknya berteman, maaf Nayara tidak bisa. Memaafkan bukan berarti terbuka untuk pertemanan.

Sedang asik dengan pikirannya Nayara, Nayara disadarkan dengan suara Reyna yang pamit ingin ke toilet.

"Nay, gw ke toilet bentar yah. Mau pipis"

Nayara membalasnya dengan menganggukkan kepala dan Reyna pun pergi ke toilet.

Selagi menunggu Reyna kembali, Nayara menghampiri meja yang berisi berbagai jenis kue di atasnya. Mata Nayara berbinar-binar melihat semua kue yang disajikan. Semua kue yang ia suka ada di sana. Segera Nayara mengambil piring kecil yang berada di barisan paling depan dan mulai memilih cake mana yang ingin ia makan.

 Segera Nayara mengambil piring kecil yang berada di barisan paling depan dan mulai memilih cake mana yang ingin ia makan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Coklat, strawberry, apa biscoff yah" gumam Nayara pelan kepada diri sendiri.

Ketika sedang bingung memilih cake mana yang ingin ia makan, tiba-tiba terdengar sebuah suara dari belakang tubuhnya.

"Coklat"

Terkejut dengan suara yang tiba-tiba muncul, Nayara langsung memutar badannya untuk melihat siapa yang berada di belakangnya. Seandainya Nayara berada di dunia komik, saat ini mata Nayara pasti sudah keluar dari rongganya melihat orang yang berada di belakangnya.

"KAMU??? NGAPAIN KAMU DI SINI???" tanya Nayara dengan suara yang agak keras sambil menunjuk Arsen dengan garpu yang sedang dipegangnya.

Yupp. Arsen. Orang yang berada di belakang tubuh Nayara dan menjawab gumaman wanita itu ketika sedang memilih kue adalah Arsen.

Dengan refleks, Arsen memundurkan wajahnya dan mengangkat kedua tangannya saat Nayara menunjuknya dengan garpu yang dipegang wanita itu. Nayara yang menyadari telah menunjuk Arsen dengan garpu segera menurunkan garpunya dan meminta maaf.

"Oops, sorry"

"It's okay"

"Jadi kamu ngapain di sini?" ucap Nayara mengulang pertanyaannya. Tapi kali ini dengan nada suara normal karna tadi beberapa orang terkejut dan langsung menatap ke arah mereka ketika mendengar suara teriakan Nayara.

"Datang ke acara ulang tahun perusahaan. Kamu sendiri ngapain di sini? Satau saya, kamu bukan salah satu karyawan di perusahaan ini?" jawab Arsen santai dan sekaligus bertanya.

"INI PERUSAHAAN KAMU?!?" lagi-lagi Nayara bertanya dengan sedikit berteriak.

"Bukan. Saya tamu di sini. d'Amont Group salah satu partner perusahaan Aldrich Group. Kamu belum jawab pertanyaan saya, kamu ngapain di sini?" jelas Arsen dan kembali bertanya pertanyaan yang belum dijawab oleh Nayara.

"Ohh. Saya diajak teman saya. Teman saya salah satu karyawan di sini"

"Oh. Terus kemana teman kamu?" tanya Arsen yang tidak melihat teman yang dimaksud Nayara.

"Toilet" jawab Nayara dengan singkat, padat dan jelas.

Setelah itu mereka berdua terdiam. Hening. Hanya ada suara-suara dari orang-orang di sekeliling mereka dan dari pembawa acara di depan sana. Tapi keheningan itu tidak berlangsung lama karna Arsen kembali membuka obrolan.

"Gak jadi ambil kuenya?" tanya Arsen yang melihat piring Nayara masih kosong.

"Hah? Oh, kue, iya ini mau ambil"

Nayara kembali menghadap meja yang berisikan kue-kue yang tadi ingin ia cicipi.

"Yang coklat paling enak" ucap Arsen seraya menunjuk kue coklat yang ia maksud.

Sebenarnya Nayara ingin mengambil kue coklat yang sama seperti yang ditunjuk Arsen. Nayara sangat menyukai coklat dan kue coklat itu yang paling menggoda imannya. Tapi ia gengsi menerima rekomendasi dari Arsen. Alhasil Nayara mengambil kue strawberry yang berada di sebelah kue coklat itu.

Sabar yah coklat, aku makan yang strawberry dulu.

Arsen tersenyum kecil melihat Nayara yang tidak mengambil kue sesuai rekomendasinya.

"Yang strawberry juga enak, cuma yang coklat lebih enak menurut saya. Bukannya kamu sangat menyukai coklat?" lanjut Arsen.

"Iya. Tapi saya ingin makan yang strawberry. Kok kamu jadi cerewet gini?" tanya Nayara yang merasa Arsen bertingkah aneh hari ini. Tidak seperti Arsen yang ia kenal dulu, Arsen sangat cerewet hari ini.

"Kenapa? Gak suka?" Arsen balik bertanya.

"Gak"

"Tapi saya suka"

"Gak nanya"

"Tadi kamu nanya"

"Kapan?"

"Tadi. Kenapa? Gak suka?. Saya jawab, Tapi saya suka"

Nayara menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keanehan sikap Arsen. Nayara tidak lagi membalas ucapan Arsen. Ia tidak ingin memperpanjang perdebatan aneh tadi dan mulai memakan kue di piringnya.

"Tentang ajakan terakhir saya, kamu masih belum mau berteman sama saya?"

Uhukk! Uhuukk! Uhukkk!!!

Arsen gilaa!!!

Arsen gilaa!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang