BAB 48 : Pertengkaran Pertama

22.5K 3.6K 189
                                    

Yuhuuuu~ Long time no see~~
Semoga part ini gak boring yah karna panjaanggg~ 
Met ketemu di part selanjutnyaa~
Note : Aku gak janji update cepet ^-^)V 

Yuhuuuu~ Long time no see~~Semoga part ini gak boring yah karna panjaanggg~ Met ketemu di part selanjutnyaa~Note : Aku gak janji update cepet ^-^)V 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayara melihatnya. "Nya" yang dimaksud di sini adalah Arsen yang memeluk seorang wanita yang tidak pernah Nayara lihat sebelumnya dengan erat. Sungguh, Nayara tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Apakah dia adalah salah satu sepupu Arsen? Jika iya, Nayara baru tahu Arsen bisa sedekat itu dengan sepupunya. Saat berbicara dengan Kaila pun, Nayara tidak pernah melihat Arsen sesantai dan sehangat itu, padahal status Kaila adalah adik bungsunya.

Nayara terus bertanya-tanya dalam hati sambil sesekali mencuri pandang ke arah 2 orang yang sedang asik bertukar cerita di belakang alat pemanggang daging. Ternyata aksi Nayara ini tertangkap oleh mata Lily.

"Itu Ilana" kata Lily saat Nayara kembali melirik ke arah Arsen. Lily tidak perlu kekuatan super membaca pikiran untuk bisa mengetahui isi kepala Nayara ketika melihat Arsen. Dilihat dari reaksi Nayara yang terkejut, Lily tahu tebakannya pasti benar.

Nayara sangat malu karena tertangkap basah mencuri pandang, memperhatikan interaksi Arsen dengan wanita yang berada di sampingnya. Nayara merutuki dirinya sendiri karena tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya dulu sebelum melakukan aksi stalker-nya itu. Buru-buru Nayara menetralkan wajah terkejutnya dan balik bertanya pada Lily.

"Hmm? Kenapa tante?" tanya Nayara berpura-pura tidak mendengar ucapan Lily tadi.

Lily tersenyum geli melihatnya, lalu mengulang ucapannya dengan lebih jelas, "Wanita yang lagi sama Arsen itu namanya Ilana, sepupunya Arsen, anaknya Tante Nissa"

"Ooh~" balas Nayara sambil menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum canggung. Dia tidak tahu harus membalas apa lagi selain 'Ooh~' setelah mendengar informasi dari Lily. Mau bertanya macam-macam ke Lily pun, Nayara malu. Nayara tidak mau dicap sebagai wanita kepo oleh Lily dan tante-tante Arsen lainnya. Oh iya, apakah Nayara sudah bilang kalau saat ini dia tidak hanya duduk bersama Lily, tapi juga bersama beberapa tante Arsen lainnya, termasuk Tante Nissa, ibunya Ilana.

"Ilana sepupu yang paling dekat dengan Arsen. Jadi, jangan cemburu yah, Nay" tambah Lily dengan tatapan dan nada jahil dalam suaranya. Sekarang Nayara tahu dari mana asalnya sifat usil dan jahil Arsen, dari ibunya. Sorot mata jahil milik Arsen sangat mirip dengan sorot mata jahil Lily yang dilihatnya sekarang.

"Ha.ha.ha. Gak kok, Tante. Aku cuma... cuma penasaran itu siapa. Soalnya baru pertama kali liat" Refleks, Nayara langsung membantahnya dan tertawa canggung.

Cemburu?? Gw cuma penasaran bukan cemburu.

"Kok gak cemburu? Kamu harusnya cemburu tau, Nay. Arsen tuh pernah hampir dijodohin sama Ilana dulu, saking deketnya mereka" timpal salah satu tante Arsen yang Nayara lupa namanya.

Dijodohin? Arsen pernah dijodohin sama sepupunya sendiri?

"Di... jodohin?" Nayara tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutannya saat mendengar fakta lainnya tentang Arsen dan Ilana.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang