BAB 23 : Interogasi

34.4K 3.8K 17
                                    

Hai~ Aku mau ngucapin makasih banyak semuanya yang udah baca, vote & komen sampai cerita ini ada di peringkat 1 ㅠoㅠ. Aku gak nyangka cerita ini bisa ada di peringkat 1, karna dari awal bukan itu goals aku. Goals aku cuma mau bikin 1 cerita selesai aja ㅠoㅠ. Sekali lagi makasih semuanyaa~ LUP YOU TO THE MOON AND BACK SELAMANYA (*¯ ³¯*)♡

 Sekali lagi makasih semuanyaa~ LUP YOU TO THE MOON AND BACK SELAMANYA (*¯ ³¯*)♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Biar sama-sama senang, aku update \ (⁀ᗢ⁀) /

Besok, sehabis makan siang, saya jemput kamu di toko bunga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Besok, sehabis makan siang, saya jemput kamu di toko bunga.Kita berangkat bareng ke pasar bunga.


Arsen tidak berhenti memeriksa hp-nya. Pesannya masih belum dibalas oleh Nayara pertanda kalau wanita itu masih marah padanya karna mengakui dia sebagai pacar di depan Lily, Astrid dan Nadia. Tingkah laku Arsen ini tidak luput dari penglihatan dua orang yang duduk di depannya, Nino dan Rakka. Saat ini mereka bertiga sedang makan siang bersama.

"Lu kenapa sih Ar? Gw liatin dari tadi ngecek hp terus. Lagi nunggu chat siapa?" tanya Nino penasaran dengan tingkah sahabatnya.

Arsen mengangkat wajahnya menatap Nino, lalu membalas, "Nggak ada".

"Nggak ada apaan. Jelas-jelas dari tadi lu ngecek hp terus. Gw penasaran chat siapa sih yang lo tunggu" kata Nino seraya mengambil hp Arsen yang berada di atas meja. Arsen sudah berusaha mengambil hp-nya sebelum Nino, tapi sayangnya ia kalah cepat.

"No, balikin." kata Arsen sambil menadahkan satu tangannya, meminta hp-nya kembali.

Nino mengabaikan perintah Arsen dan malah menghujani Arsen dengan banyak pertanyaan setelah membuka aplikasi chatting milik Arsen.

"Ara? Ara siapa? Cewek baru lu? Kok kita gak tau lu punya cewek baru? Eh, tapi kok gw familiar yah sama namanya?"

"Ara?..... Ara, Nayara maksudnya?" Kali ini Rakka yang bertanya. Sedari tadi dia hanya menjadi penonton perdebatan kedua sahabatnya. Tetapi setelah mendengar nama wanita yang Nino sebutkan, Rakka tidak bisa untuk tidak bertanya.

Refleks, Arsen langsung menolehkan kepalanya ke Rakka. Arsen cukup kaget karna Rakka masih mengingat Nayara.

"Beneran Nayara?" tanya Rakka sekali lagi.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang