Bab 22 : Semuanya Nyebelin

35.1K 3.7K 27
                                    

"Pahh!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pahh!"

Lily langsung memanggil Tristan sesampainya dia di dalam rumah. Arsen yang berjalan di belakang Lily hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan ibunya.

"Paahhh!" panggil Lily lagi karna tidak mendapat sahutan apapun dari suaminya. Lily tau kalau Tristan sudah pulang dari kantor. Tadi Tristan mengiriminya pesan, mengabarkan kalau ia sudah sampai di rumah ketika Lily dan Arsen masih di perjalanan pulang dari mall.

"Apa Mah? Pulang-pulang kok teriak-teriak?" sahut Tristan dari ruang TV.

Mendengar suara suaminya dari ruang TV, Lily segera menghampiri Tristan. Lily langsung duduk di samping Tristan dengan posisi badan menghadap Tristan.

"Papah tau gak, apa yang dilakukan Arsen tadi restoran?" tanya Lily dengan menggebu-gebu, khas ibu-ibu yang akan mulai bergosip. Tapi yang ingin dia ceritakan ke suaminya saat ini bukan gosip melainkan kenyataan.

Tristan mengerutkan dahinya, lalu menatap Arsen sekilas sebelum kembali menatap istrinya dan bertanya, "Memang Arsen melakukan apa di restoran?".

Sebelum Lily menjawab pertanyaan Tristan, Arsen lebih dulu menyela pembicaraan.

"Mah, gak usah dilebih-lebihkan. Aku ngelakuin hal kayak tadi biar Tante Astrid berhenti jodoh-jodohin aku sama Nadia" jelas Arsen.

Tristan memandang istri dan anaknya bergantian. Penjelasan Arsen tidak menjawab pertanyaannya. Lily mulai membuka mulutnya lagi, ingin menjawab pertanyaan Tristan yang tadi belum dijawabnya, tapi lagi-lagi disela Arsen.

"Mahhh.. Please.."

"Ck. Kamu bisa diem gak sih? Mama mau cerita sama Papah kamu. Papah kamu harus tau kelakuannya anaknya tadi di restoran" sembur Lily yang sebal karna Arsen terus memotong setiap kali dia ingin bicara dengan Tristan.

Arsen menghembuskan napasnya lelah, lalu berkata, "Terserah Mamah. Aku mau ke kamar. Capek"

Arsen berjalan meninggalkan ruang TV menuju ke kamarnya. Badannya sudah remuk dan ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdebat dengan ibunya. Bagaimana tidak remuk, dari pagi sampai siang dia menyelesaikan pekerjaan di kantor, siang sampai sore menemani Nayara meeting dengan EO dan sore hingga malam menemani ibunya berkeliling mall. Sungguh Arsen ingin segera merebahkan badannya di kasur dan pergi ke alam mimpi secepatnya.

Sepeninggalan Arsen, Lily mulai menceritakan kejadian di restoran tadi, dari awal sampai akhir ke Tristan dan Tristan mendengarkannya tanpa memotong cerita sama sekali.

"Kamu tau, anak kamu yang super irit senyum itu, senyum lebar banget ke Nayara sambil bilang, "Udah jangan ngambek lagi. Muka kamu memang cantik kalau lagi ngambek. Tapi lebih cantik lagi kalau tersenyum". Aku pas denger itu langsung merinding" kata Lily sambil bergidik ngeri.

"HAHAHA"

"Kok kamu ketawa?"

"Terus aku harus apa sayang? Nangis?"

"Yah nggak. Tapi kamu gak merasa aneh sama kelakuan Arsen? Dia baru sekali ini loh kayak gini"

"Aneh. Tapi yang namanya orang lagi jatuh cinta pasti aneh kan kelakuannya? Kayak kamu pas naksir aku" kata Tristan, lalu mengedipkan sebelah matanya menggoda Lily.

Mendengar ucapan suaminya, Lily langsung protes, "Dihh. Jangan nyebar hoax. Kamu yang duluan naksir aku"

"Iya. Iya. Aku yang duluan naksir kamu" kata Tristan sambil mencubit satu pipi Lily gemas.

"Mending sekarang kamu mandi, bersih-bersih, terus kita tidur. Biarin aja Arsen ngurusin percintaan dia sendiri. Saat ini dia lagi di tahap denial. Nanti juga sadar" lanjut Tristan menyuruh istrinya bersih-bersih, lalu istirahat.

Tristanmematikan TV-nya, lalu berjalan bersama Lily menuju ke kamar mereka.

------------------------------------------------------------------------------------------------

"Ha-.."

"KAAKKK! YANG DICERITAIN MAMA BENERAN???" teriak Kaila memotong sapaan Nayara.

Mendapat serangan suara teriakan Kaila, Nayara langsung menjauhkan hp-nya dari telinga dan mengusap-usap telinganya yang berdengung sebelum memarahi Kaila.

"Kaiii. Jangan teriak-teriak bisa nggak. Gendang telinga kakak bisa rusak sama suara kamu" sembur Nayara kesal.

"Hehe.. Sorry. Sorry, Kak. Jadi, gimana? Yang diceritain Mama beneran?" tanya Kaila lagi tanpa basa-basi.

"Apa yang diceritain Tante Lily?" Nayara bertanya balik, pura-pura tidak tau.

"Ck. Gak usah pura-pura gak tau deh"

"Kakak emang gak tau, Kai"

"Udah deh Kak, stop acting-nya. Acting kakak jelek. Gak bakal dipilih jadi lawan mainnya Song Joongki" ledek Kaila yang langsung dihadiahi teriakkan oleh Nayara.

"HEHH! Jahatnya mulut kamu"

Dengan gemas, Kaila mengulangi pertanyaannya tapi dengan lebih jelas.

"Buruan Kak. Jangan mengalihkan topik pembicaraan. Bang Arsen beneran ngaku-ngaku jadi pacar kakak?"

Belum sempat dijawab Nayara, Kaila kembali melanjutkan pertanyaannya, "Atau Mama salah denger? Sebenarnya kakak yang ngaku-ngaku jadi pacar Bang Arsen?"

"ENAK AJA. ABANG KAMU YANG GILA ITU TUH YANG NGAKU-NGAKU" teriak Nayara menyangkal tuduhan dari Kaila. Untung saat ini Nayara sedang berada di dalam kantornya. Kalau tidak, dia sudah ditatap seperti orang gila oleh customernya karna teriak-teriak.

"HAHAHAHA. GILIRAN GINI AJA, CEPET JAWABNYA"

"Ngeselin kamu. Lagian kalau kamu udah tau ceritanya dari Tante Lily kenapa tanya kakak lagi?"

"Yah kan aku mau konfirmasi aja kebenerannya. Sekalian mau buat kakak kesel juga. HAHA"

Nayara memutar kedua matanya, "Kalau kamu di sebelah kakak, kakak jitak kamu".

"Utututu.. Jangan ngambek dong pacarnya Bang Arsen. Inget kata-katanya abang, kakak emang cantik kalau lagi ngambek tapi lebih cantik kalau tersenyum" Kaila kembali menggoda Nayara dengan mengulang kalimat Arsen kemarin malam.

"KAILA!!!"

"HAHAHA. Udah dulu yah ka. Jam istirahat aku udah abis. Bye kesayangannya Bang Arsen"

Kaila langsung menutup sambungan telponnya sebelum Nayara sempat berteriak lagi.

"Gakadiknya, gak kakaknya. Semuanya nyebelin."


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang