BAB 39 : Gemesin

27K 4.3K 137
                                    

Met malem semuaa~ Makasih buat yang masih pada nungguin Arsen & Nayara~
Maap selalu lama updatenya. 
Seandainya otak ini bisa disetting nulis cepet, pasti aku update cepet. Sayangnya gak bisa ㅠ.ㅠ
Terus, kemarin baca komen ada yang nanya ig aku, banyak yang pengen tau yah?? wkwk
Nanti kali yah dispillnya. Masih galau mau kasih ig asli atau bikin ig baru wkwkwkw
Terakhir, semoga part ini sukses bikin meleyot yahh~ haha

 Masih galau mau kasih ig asli atau bikin ig baru wkwkwkwTerakhir, semoga part ini sukses bikin meleyot yahh~ haha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arsen melihat semua foto Nayara yang dikirimkan Nita padanya. Foto-foto wanita itu memegang sebuket bunga mawar putih yang dipesannya tadi pagi sebelum berangkat kerja.

Nita melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Buket mawar putih itu terlihat sangat cantik, tapi tentunya tidak lebih cantik dari Ara-nya. Padahal hari ini wanita itu hanya menggunakan kaus putih dan rok ¾ berwarna cream. Sangat simple tapi sangat...

Cantik. Gue benar-benar udah gila...

Melihat ekspresi-ekspresi Nayara yang tertangkap di dalam foto, membuat Arsen tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum di tengah meeting yang sedang berlangsung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Melihat ekspresi-ekspresi Nayara yang tertangkap di dalam foto, membuat Arsen tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum di tengah meeting yang sedang berlangsung.

Semua orang di dalam ruang meeting menyadari keanehan Arsen. Ya, aneh. Sangat aneh melihat Arsen yang senyum-senyum sendiri menatap layar hp. Arsen tidak pernah seperti ini sebelumnya. Laki-laki itu terkenal dingin dan sangat jarang tersenyum. Bisa dihitung jari berapa kali Arsen tersenyum. Itu pun hanya senyum formal bukan senyum seperti yang mereka lihat sekarang.

Tristan sadar tingkah aneh Arsen mendapat perhatian dari para anggota meeting lainnya. Tristan tidak mau meeting-nya hari ini menjadi kacau karna tingkah anaknya yang senyum-senyum sendiri sambil menatap hp.

Dengan tegas, dia berdeham dan membuat semua orang di dalam ruang meeting, termasuk Arsen, menatapnya. Mengerti arti tatapan Tristan dan alasan laki-laki itu berdeham cukup keras, mereka buru-buru mengembalikan fokus mereka 100% ke meeting yang sedang berlangsung. Begitu pun Arsen, dia langsung menyimpan hp-nya di saku dan kembali fokus pada meeting.

Sayangnya, otaknya tidak mau bekerja sama dengannya. Arsen kembali mengingat beragam ekspresi Nayara yang ditangkap Nita dalam foto.

Datar. Bingung. Cemberut. Senyum terpaksa. Sampai akhirnya, tersenyum tulus.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang