BAB 19 : Ngeles aja terus...

35K 3.7K 52
                                    

"Kamu kemana? Katanya ke toilet kok lama banget?" tanya Tristan kepada anaknya yang baru kembali ke ruang meeting

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu kemana? Katanya ke toilet kok lama banget?" tanya Tristan kepada anaknya yang baru kembali ke ruang meeting.

Arsen menoleh sekilas ke Tristan sebelum menjawab pertanyaan ayahnya, "Jemput Nayara di bawah"

Mendengar jawaban anaknya, Tristan menaikkan kedua alisnya bingung.

"Nayara? Ada perlu apa Nayara ke kantor kita?" tanya Tristan.

Tanpa menoleh ke ayahnya dan terus melihat ke depan, ke arah layar proyektor yang sedang menampilkan slide presentasi dari divisi marketing, Arsen menjawab, "Nanti aku ceritain". Selanjutnya ayah dan anak itu kembali fokus pada meeting yang sedang berlangsung.

Ternyata meeting berlangsung lumayan lama sekembalinya ia ke ruang meeting setelah menjemput Nayara di lobby, kurang lebih 25 menit. Selama meeting, pikirannya bercabang ke Nayara yang sedang menunggu di ruangannya. Arsen takut wanita itu bosan selagi menunggunya atau Arsen takut Nayara membutuhkan sesuatu tapi segan memintanya ke Violet atau lebih parahnya lagi Arsen takut Nayara kesal karna terlalu lama menunggu dan akhirnya memutuskan untuk pulang.

Dia gak mungkin pulang tiba-tiba. Inget, lo pakai nama bokap lo untuk menyuruhnya datang, Ar. Jadi gak mungkin dia pulang sebelum ketemu bokap lo.

Setelah selesai meeting, satu per satu peserta meeting keluar dari ruangan hingga hanya tersisa Arsen dan Tristan di dalamnya.

"Jadi, kenapa Nayara datang ke kantor kita?" tanya Tristan menanyakan kembali pertanyaan yang belum dijawab Arsen tadi.

"Aku mengundangnya ke sini" jawab Arsen singkat yang membuat Tristan mengerutkan keningnya bingung. Alhasil Tristan bertanya kembali.

"Untuk?"

"Bertemu Papa"

"Untuk?"

"Membicarakan tentang niat menggunakan jasanya mensupply dekorasi bunga untuk ballroom pesta ulang tahun perusahaan kita"

"Oh. Kok kamu baru kasih tau sekarang?"

Arsen terdiam sebentar sebelum kembali menjawab pertanyaan Tristan. "Lupa".

"Yakin alasannya karna lupa? Kenapa Papa gak yakin yah?" tanya Tristan yang tidak percaya dengan jawaban anaknya. Apalagi ia tau kalau Arsen adalah tipikal orang yang jarang lupa.

Arsen menghembuskan napasnya pelan. Tidak mudah memang membohongi ayahnya.

"Ok. Aku baru menyuruhnya datang ke sini semalam dan menggunakan alasan kalau Papa ingin bertemu dengannya hari ini" Akhirnya Arsen memilih jujur pada Tristan.

"Kenapa?"

Arsen tidak menjawab kali ini.

"Kamu menyukai Nayara?"

Arsen membelalakan matanya tidak menyangka kalau Tristan menanyakan hal seperti itu. Dengan cepat Arsen langsung menepisnya, "Nggak".

"Terus kenapa kamu sampai berbohong padanya? Pakai bawa-bawa nama Papa lagi"

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang