BAB 2 : Birthday Lunch (Revised)

59.3K 6.6K 52
                                    

"Ar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ar.." panggil Nadia.

"Hmm?" jawab Arsen tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan di depan.

Saat ini mereka sedang berada di dalam perjalanan menuju rumah orang tua Arsen. Lilyane, mamanya Arsen, berulang tahun hari ini. Dalam rangka merayakan ulang tahunnya, Lily membuat acara makan siang bersama suami dan anak-anaknya.

Lily juga mengundang Nadia karena Nadia merupakan anak dari salah satu kolega bisnis Tristan, papanya Arsen. Ibunya Nadia bilang, kalau Nadia tertarik dengan Arsen dan meminta Lily untuk membiarkan Nadia mendekati Arsen. Sebagai langkah awal pendekatan, ibunya Nadia meminta Lily mengundang Nadia ke acara makan siang ulang tahunnya. Karna tidak enak menolak permintaan ibunya Nadia, Lily akhirnya mengundang Nadia.

"Kamu kenal sama pegawai toko bunga tadi?" tanya Nadia yang penasaran dengan tingkah aneh Arsen di toko bunga tadi. Arsen yang Nadia tau tidak kekanak-kanakan seperti tadi.

"Hmm. Kenal." Jawab Arsen setelah terdiam sebentar.

"Dia siapa?"

"Nayara, namanya Nayara"

"Kalian berteman?" Nadia bertanya lagi karna merasa jawaban Arsen belum menjawab rasa penasarannya.

"Tidak."

Tidak tau lebih tepatnya. Apakah dia masih mau menganggap gw sebagai teman setelah menyakitinya dulu?

"Sudah sampai" kata Arsen lalu mematikan mesin mobilnya.

Mereka sudah sampai di rumah keluarga Arsen. Arsen melepas seatbeltnya dan keluar terlebih dahulu. Terlalu serius bertanya pada Arsen, Nadia sampai tidak menyadari kalau mereka sudah sampai. Dengan cepat Nadia melepas seatbeltnya, lalu keluar dari mobil menyusul Arsen.

Lily yang sedang bersantai di ruang tamu setelah menyiapkan makan siang, melihat kedatangan anak sulungnya. Arsen mencium tangan Lili, lalu mengecup pipi Lily singkat.

Arsen sudah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Lily semalam. Tepat pukul 12 malam bersama Tristan, Devano dan Kaila. Jadi, di paginya ia tidak mengucapkan selamat ulang tahun lagi. Sudah menjadi sebuah tradisi yang rutin dilakukan keluarganya untuk mengucapkan selamat ulang tahun tepat pukul 12 malam.

"Kamu udah sampai? Nadia mana?" tanya Lily karna tidak melihat keberadaan Nadia.

"Ada dibelakang" jawab Arsen sekenanya.

Lily meninju pelan lengan Arsen. Bisa-bisanya Arsen meninggalkan anak perempuan orang sendirian. Apalagi ini kali pertamanya Nadia ke rumah Lily.

"Akk! Apa sih mah?" gerutu Arsen sambil mengusap lengannya yang ditinju Lily.

"Apa sih mah, apa sih mah. Kamu tuh kebangetan, kenapa Nadia kamu tinggalin, kan dy baru pertama kali ke rumah kita. Gak ada sopan-sopannya sama tamu" omel Lily.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang