BAB 35 : Boleh Gabung?

28.9K 4.3K 125
                                    

Haaiii~ Met Sincia bagi semuanya yang merayakan~ 
Untuk segala typo akan aku rapihin kalau ceritanya sudah selesai. Kayak tulisan "gw", itu akan aku ganti kalau udah selesai. Soalnya pasti banyak banget. Kebiasaan kalau chatting nulisnya gw bukan gue WKWKWKWK. Harap maklum yakk wkwkwk..

"Kenal Arsen di mana, Nay?" tanya Aezar tiba-tiba dan membuat mata Nayara membesar, terkejut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenal Arsen di mana, Nay?" tanya Aezar tiba-tiba dan membuat mata Nayara membesar, terkejut.

Eza kenal Arsen?

Bukannya menjawab pertanyaan Aezar, Nayara malah balik bertanya, "Lu kenal dia?"

Melihat raut terkejut Nayara membuat Aezar seketika mengerutkan dahinya. Dia bingung kenapa Nayara begitu terkejut mendengar dia yang mengenal Arsen.

"Iya. Nggak, maksudnya kenal deket sih, nggak. Cuma tau aja. Kenapa? Kok lu kaget banget keliatannya. Lagian siapa yang gak tau dia sih, Nay. Semua orang yang datang hari ini pasti tau kalau yang duduk sama lu tadi itu Arsen, anak pemilik perusahaan dan calon penerus perusahaan. Gimana sih lu?" jawab Aezar yang langsung membuat Nayara tersadar dengan pertanyaan bodohnya.

Iya juga. Bisa-bisanya dia lupa. Bodoh!

Nayara ingin sekali menoyor kepalanya sendiri saat ini. Bisa-bisanya dia melontarkan pertanyaan bodoh macam itu.

"Jadi lu kenal Arsen di mana?" Aezar mengulang pertanyaannya dan kali ini dijawab oleh Nayara.

"Dia kakak kelas gue dulu waktu SMA"

Bagi siapapun yang berpikir kalau Nayara akan menjawab Arsen adalah mantannya, kalian salah besar. Nayara tidak akan mengakui Arsen sebagai mantannya. Hubungan mereka berawal dari taruhan konyol Arsen dan Nino, jadi Nayara tidak akan mengakui Arsen sebagai mantannya.

"Ohh. Cuma kakak kelas? Gue kira kalian punya hubungan lebih"

Kali ini giliran Nayara yang mengerutkan dahinya.

"Hubungan lebih gimana maksudnya?" tanya Nayara.

"Hmm... Pacaran gitu"

Nayara seperti disambar petir mendengarnya. Bisa-bisanya Aezar menuduhnya berpacaran dengan Arsen. Apa dia gak bisa melihat ekspresinya selama duduk dengan Arsen? Tidak ada ekspresi berbunga-bunga seperti orang pacaran pada umumnya. Apa Aezar tidak bisa membedakan mana orang yang pacaran dan mana yang bermusuhan? Segera saja Nayara membantah tuduhan Aezar.

"Pacaran?!? Lu gila? Nggakk! Kita gak pacaran. Kok lu bisa mikir begitu?"

"Weitss! Santai buu. Abisnya tadi gue liat kalian keliatan dekat banget"

Nayara baru membuka mulutnya ingin membalas, tapi Aezar kembali melanjutkan ucapannya.

"Dan sejak lu pindah ke sini, mata dia gak pernah lepas dari lu... atau lebih tepatnya dari kita"

Nayara tidak tau kalau sejak kepindahannya Arsen terus memperhatikannya. Posisi duduknya yang membelakangi Arsen yang membuatnya tidak tau kalau sedang diperhatikan.

Enchanté, Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang