102 : Dungeon Pohon Pinus

1.5K 142 17
                                    

Dari lubang kegelapan di lantai, sesuatu menyeruak keluar. Merangkak dengan delapan kakinya dan siap untuk menghancurkan lawan tuannya.

Monster raksasa dengan tubuh berupa susunan kristal merah, menghunuskan ekor beracunnya ke arah Erix dan teman-temannya. Seekor kalajengking kristal seukuran mobil truk, tampak ganas di depan mereka.

"Sial, tadi semut. Sekarang kalajengking. Kenapa harus serangga," keluh Yuhka.

Kalajengking Kristal Merah, itulah yang dihadapan mereka sekarang. Bertubuh besar mungkin dengan tinggi dua meter lebih.

Kalajengking mulai menyerang. Ia mengayunkan capitnya dengan cepat dan akan memotong Erix menjadi dua. Erix meloncat dan menghindari serangan ini, tapi ekor beracun kalajengking itu melesat menerjang lawannya. Erix menyadari serangan tersebut dan dengan cepat ia menepis ekor tajam tersebut, menahan agresi lawan dengan katanannya.

Di sisi lain, Tatsumi yang tidak tahu harus melakukan apa, berlari mendekati lubang di bawah pilar – yang tadi Mak Lampir keluar dari sana – yang sejak awal menjadi tujuannya. Tapi, hal ini malah menarik perhatian kalajengking dan monster itu menyerang Tatsumi dengan ekor beracunnya.

Tatsumi memang hanya tukang besi, tapi bukan berarti dia lemah. Pemuda itu menghindari laju serangan sehingga ekor kalajengking menancap ke tanah. Tatsumi menggunakan kerasnya ekor itu sebagai batu loncatan untuk meloncat dan berhasil masuk ke dalam lorong tersebut.

"Erix, kalahkan monster itu!" seru Tatsumi dari dalam lorong.

"Masih diusahakan," jawab Erix sambil menghindari laju serangan capit kalajengking.

Penaklukan ini sepertinya membutuhkan waktu tambahan.

"Explosion!"


*****

Cerita selanjutnya bisa dibaca dalam bntuk buku cetak ^^

Bisa didapat di Shopee dan Tokopedia
https://shopee.co.id/product/36638539/21753181932?smtt=0.36639923-1665291745.9
https://tokopedia.link/gs3WkYPCYtb


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

__________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

__________________________________

Hai, hai, hai...

Silahkan komentari jika ada yang kurang.

See you next time, bye...

Dungeon HallowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang