57 : Ketetapan Hati

1.7K 164 7
                                    

21:00 Malam

Erix berlari secepat yang ia bisa, berkeliling kota untuk mencari Haruka. Menembus kerumunan masa di sepanjang jalan utama. Berkeliling dan mondar-mandir mencari wanita itu. Ia tidak sabar ingin mengatakan apa yang ia pikirkan sekarang.

Ia mengunjungi tempat-tempat yang mungkin Haruka datangi, stan makanan atau permainan. Namun, apa yang dia cari tidak ada di sana. Mungkin Haruka memang tidak ada tengah kota. Erix cukup bingung sekarang, tidak tahu harus mencari ke mana. Nafasnya tampak tersengkal karena lelahnya berlari.

"Erix?" Seseorang menepuk pundak Erix dari belakang.

Pemuda itu terperanjat dan seketika menoleh. "Paman Genji!"

Jendral Kekaisaran Sakura itu tidak sendiri. Ia bersama keluarga kecilnya; istrinya, Yura dan Takeru. Mereka tampak seperti orang Jepang yang datang ke Eropa, karena hanya satu keluarga kecil itu yang mengenakan yukata. Izumi pun terlihat sangat cantik dengan yukata biru bermotif sakura yang ia kenakan. Sangat serasi dengan yukata Genji meski tidak bermotif.

"Dari mana saja kau?" tanya Ganji. "Dan juga, kau terlihat sangat rapi."

"Kau tampan juga dengan setelan itu, Erix," ujar Izumi.

"Oy, istriku, aku cemburu loh," sahut Genji.

Izumi tersenyum dan langsung memeluk tangan suaminya. "Kau yang terbaik, sayangku."

"Mulai lagi," gerutu Yura. Pemuda itu sepertinya sudah sembuh dan sehat, walaupun masih terlihat agak kurus. Butuh waktu beberapa hari lagi baginya sehingga terlihat sempurna.

"Aku mencari Haruka, Paman. Apa dia tidak ikut dengan kalian?" tanya Erix.

"Haruka sudah pergi lebih dulu. Aku pikir dia akan menemuimu," jawab Izumi. "Pergi ke mana anak itu."

"Aku melihat Kak Haruka pergi ke bukit belakang rumah," sahut Takeru.

"Apa yang dia lakukan di sana?" ujar Yura.

Mendengar petunjuk dari Takeru barusan, seketika Erix melesat melangkahkan kakinya. "Terima kasih, Takeru."

"Dasar anak muda," gumam Genji.

"Kau juga masih muda, kok, suamiku," ujar Izumi sambil membelai pipi suaminya.

"Bisakah ibu tidak terlalu lengket pada ayah? Mataku sakit melihatnya," sahut Yura agak protes.

"Ara, dia cemburu," timpal Izumi.

"Aku tidak cemburu!"


________________________

Lanjutannya bisa dibaca di buku ya ^^

Lanjutannya bisa dibaca di buku ya ^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dungeon HallowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang