49 : Item Legenda dan Core

1.6K 192 28
                                    

Setelah semua item masuk ke ransel, Lucius mengeluarkan sebuah bola biru bercampur putih dari dalam ranselnya. Kelima wanita tadi langsung terperanjat dan kaget, seketika mundur menjauhi bola itu. Rasa takut terpancar jelas dari sorot mata kelimanya. Wajah mereka pun tampak memucat dengan butiran keringat terus merembes. Entah kengerian apa yang terkandung pada bola ini sehingga mereka terlihat sangat enggan mendekatinya.

"Bo-bo-bola itu ...," gumam wanita kasir. Ia merapatkan diri ke dinding di belakangnya.

"Milla ... cepat panggil ayahmu!" seru wanita satyr. Ia tempak gemetar ketakutan.

Erix dan Lucius saling pandang akan tingkah aneh kelima gadis di depannya itu, dan mereka benar-bear tidak paham dengan apa yang terjadi.

Reaksi itu justru membuat keusilan Erix muncul. Ia mengambil bola itu dari tangan Lucius dan menyodorkannya ke arah kelima wanita tadi. Teriakan kelima wanita werebest memenuhi seisi toko.

"Apa yang kau lakukan!" seru wanita lepus.

"Jauhkan! Jauhkan! Jauhkan!" seru lepus yang lain.

"Ayah ... ayah ... kemari sebentar ...!" Wanita yang dikasir tadi memanggil ayahnya.

Erix semakin mendekatkan bola itu. "Hayo ... hayo ... hayo ... hahaha."

Buk!

Sesuatu yang berbulu tebal namun berat menghantam kepala Erix dari belakang. Seketika rasa pusing menjalar di kepala pemuda itu dan ia terjerembab setelahnya.

Lucius tampak tidak perduli. "Itu akibatnya jika Anda terlalu usil, Tuan."

"Kepalaku ...," racau Erix seraya kembali berdiri.

"Apa yang kau lakukan?" Sesosok mahluk berkepalakan kucing bercampur rubah berdiri tegak di belakang Erix dan Lucius. Erix tahu makhluk ini dari ras werebeast, tapi ia tidak tahu tergolong hewan apa laki-laki ini.

"Lynx!!" seru Lucius, mulutnya tiba-tiba menyebut salah satu nama hewan dengan spontan.

"Lynx!" seru Erix menimpali.

"Apa kau takut padaku?" kata werebest itu.

"T-tidak, hanya saja, kau sangat imut." Imut yang dimaksudkan Erix seharusnya ditujukan ke pada hewan. Tapi beberapa suku dari ras werebeast memang terdiri dari hewan yang imut. Seperti yang di depan mereka sekarang ini.

"Hahahah ... aku tidak menyangka akan mendengar kata itu dari seorang laki-laki." Untungnya orang itu tidak marah. "Aku dari Suku Lynxman, namaku Tom Davies, selamat datang di tokoku. Dan juga," lynxman itu mendekatkan wajahnya ke wajah Erix. "Jangan main-main di tokoku."

"Kau makin imut," ujar Erix lagi.

"Maaf, Tuan Davies, tuanku ini tergolong manusia penggila kucing," jelas Lucius.

"Oooh, berarti kami harus waspada dengannya," sahut Tom.

"Kenapa?" Erix tampak menggerutu.

"Keberadanku dan anakku akan terancam," jawab Tom.

Wanita Suku Satyr sentak tertawa. Dan rasa malu membalut wajah Erix.

"Lalu?" tanya Tom lagi. Ia berjalan masuk ke sisi sebrang meja, tempat anaknya berada.

"Ayah ... ini ...." Anak Tom, gadis kasir, menunjukkan bola yang dikeluarkan Lucius tadi.

"Wow, core ...," gumamnya. Ia mengarahkan telapak tangannya ke arah bola itu dan mengucapkan mantra seperti putrinya, "Appraisal Magic Item, Detect Enchant ... Hooo, Gorbg Core."

"Core?" tanya Erix.

"Ya, ini adalah jiwa dari monster atau mahluk yang ditunjuk sebagai bos dungeon. Item ini sangat berbahaya namun harganya sangat mahal. Darimana kalian mendapatkan benda ini?" ujar Tom.

Dungeon HallowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang