Mas Tua!!-29

7.8K 639 20
                                    

"Cukup satu kali kehilangan dan jadikan itu pelajaran. Jangan sampai terulang kembali."

-Mas Tua!!-

_Nur Apni_

⭐⭐⭐⭐

Sudah seminggu berlalu Onah masih belum menjawab permintaan Bagus. Entah menolak atau menerima, Bagus masih menunggu. Untuk umur seperti nya memang sudah harus menikah, Bagus sudah berdoa dan meminta petunjuk dan semua itu merujuk ke Onah. Markonah Juniwati nama itu yang selalu berada dipikiran Bagus akhir-akhir ini serta ada rasa nyaman ketika Onah tersenyum, tertawa bahkan berada didekatnya. Mungkin awal pertemuan mereka dahulu memang merupakan jalan takdir yang diberikan oleh Allah untuk mereka bersama. Mengapa disaat Bagus sudah membuka hati untuk Onah, Onah seolah menghilangkan rasanya dan mengapa disaat Bagus tidak memiliki rasa apapun Onah seakan tidak pernah bosan dan mengganggu hidupnya. Ketika Bagus berada diluar kota dan mengirim pesan kepada Onah, tetapi Onah mengira kalau pengirim itu adalah Bima. Bagus sudah berniat buruk untuk menyingkirkan Bima dari hidupnya dan hidup Bima. Segala cara sudah disusun agar Bima mau mundur dan mau mengalah.

"Pak Bima." Panggil Bagus, ketika melihat Bima ingin memasuki ruang ruang nya.

Bima menoleh. "Iya Pak, ada apa?" Tanya Bima hati-hati pasalnya Bagus tidak pernah bertegur sapa duluan dan Bagus ini tipe yang tidak suka berbasa-basi.

"Saya minta tolong boleh?"

Bima semakin bingung dengan sikap Bagus ini, akan tetapi Bima mengangguk juga. "Boleh Pak. Mau saya tolongin apa?"

"Tolong jangan dekati Onah lagi." Ucapnya datar dan dingin.

Bima terkekeh sinis. "Maaf sebelumnya, memang Pak Bagus siapanya Onah? Sampai meminta saya untuk berhenti mendekati Onah?"

"Calon suami." Tegas Bagus.

Bima tersenyum, tetapi bukan senyum tulus melainkan senyum mengejek. "Masih calon. Belum menjadi suami. Bahkan kalau sudah jadi suami saya nggak akan menjauhi Onah dan nggak akan berhenti mendekati Onah sampai bendera kuning tertera namanya."

Bagus geram.

"Dan apa Pak Bagus sudah diterima atau malah ditolak? Karena saya tau ketika di toilet umum Onah sampai detik ini belum mengatakan apapun tentang pertanyaan ataupun pernyataan yang Pak Bagus berikan."

Bagus semakin geram, kedua tangan nya sudah mengepal dan ingin sekali melayang kearah wajah Bima, tetapi sebisa mungkin ditahan karena ini masih di kampus, Bagus tidak ingin nama baiknya dan nama Onah menjadi jelek akibat ulahnya.

"Saya sudah pastikan bahwa memang Onah memilih saya." Balas Bagus lantang.

Bima mengangguk-angguk. "Pak Bagus Wibowo yang terhormat, saya tergantung kemauan dan pilihan Onah. Lagi pula yang seharusnya mengalah itu Pak Bagus, karena bapak juga sudah punya anak dan pernah menikah jadi kasih kesmpatan buat para single seperti saya ini untuk merasakan.

Bagus terkekeh, " Kata siapa saya sudah menikah?" Tanya Bagus

"Pak, semua orang tau kalau bapak sudah menikah bahkan sudah punya anak. Kalau saya jadi Onah, saya juga berpikir ribuan kali untuk menerima bapak karena sudah pernah menikah bahkan punya buntut."

Bugh
Bugh
Bugh

Bagus memukul rahang dan hidung Bima, sampai Bima mengeluarkan darah. Bagus terus memukul Bima dengan membabi buta, Bagus sudah tidak peduli kalau dirinya melakukan itu di kampus. Saat ini Bagus ingin melampiaskan kemarahannya dan semua rasa dihatinya. Karena jam mengajar berlangsung jadi tidak ada yang melihat atau melerai keduanya, darah Bima telah bercucuran sampai Bima mengeluarkan darahnya dari mulut dan kemeja putih yang dipakai Bagus dan Bima pun terkena darah.

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang