Mas Tua!!-22

7.9K 678 26
                                    

Follow wattpad aku dulu yuk sebelum bacaa nurapni25

"Sendiri horor tapi berdua lebih horor kalau yang satu cuek."

-Mas Tua!!-

_Nur Apni_

👻👻👻👻

Cuaca hari ini mendung. Dari subuh pagi rintik hujan turun menyapa sang bumi, untuk satu minggu Bagus ada urusan diluar kota dan Onah dipaksa bahkan sangat dipaksa untuk tinggal dirumah Bagus. Onah sudah menolak bahkan sampai berguling-guling ditanah tapi tetap saja tidak mempan buat Bagus karena Bagus tetap kekeuh memaksa Onah.

"Untuk seminggu kamu disini, saya titip Dito."

"Emang saya baby sister apa?" Kesal Onah.

"Bukan."

"Terus apa?"

"Calon ibu dari anak-anak kita." Ucap Bagus santai.

"Cih gembel. Males banget calon ibu anak-anak kamu, masa cuma dijadiin Ibu tanpa status,"

"Status apa?"

"Istri,"

"Besok kalau saya nggak lupa. Kamu jadi istri."

Setelah mengucapkan itu Bagus melenggang menuju kamarnya. Sedangkan Onah sedang tiduran di sofa Bagus dengan nyaman.

"Kasur gue aja gak seempuk ini. Ini sofa empuk banget," Gumamnya sambil menguap.

15 menit berlalu...

Bagus turun dari tangga dengan menggunakan baju formal serta membawa koper besarnya. Ia mencari Onah tetapi tidak ditemukan setelah melihat ke arah sofa Bagus tanpa sadar tersenyum melihat Onah yang sedang tidur dengan mulut menganga. Ide buruk terlintas di otak Bagus. Berjalan menuju dapur dan membawa botol dingin setelah kembali disamping Onah, Bagus menuangkan air dingin dari botol itu.
Onah tersedak dan batuk-batuk.

Huuk
Huuk
Huuk

Ketika batuknya berhenti Onah berdiri di atas sofa lalu menarik telinga Bagus.

"Aduh, aduh, udah dong. Stopp..." Adu Bagus.

"Lagian mainnya bar-bar banget nanti kalau saya menginggal, saya pastikan jadi duda terus."

"Iya iya, makanya kalau tidur tuh yang anggun, ini tidur mulut terbuka, kaki sama tangan pisah, gimana sih."

Onah bergeming matanya melotot dan bibirnya maju karena kesal.

Bagus menoyor Onah. "Jangan membangunkan adik kecil saya dan jangan seperti itu di depan laki-laki dewasa apa lagi yang sudah berpengalaman."

Onah bingung mendengar ucapan Bagus dan menguap terus-terusan.

"Mau kemana itu bawa tas geret?"

Bagus menoleh sekeliling nya. "Tas geret?"

"Tuh," Unjuk Onah.

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang