Mas Tua!!-15

8K 729 22
                                    

"Kalau tidak bicara bagaimana bisa tahu?"


-Mas Tua!!-

_Nur Apni_


🌸🌸🌸🌸



"Dari mana Pi?" Tanya Dito ketika melihat Papi nya sudah berada disofa ruang tamu.

Bagus menoleh melihat sang anak, ia mengernyit melihat penampilan anaknya yang tidak seperti biasanya.

"Kamu kenapa nak?" Tanyanya tanpa menjawab pertanyaan sang anak.

Dito hanya diam tidak menjawab sambil menatap mata sang Papi lekat. Dito memperhatikan Bagus dari ujung kepala sampai ujung kaki, hati Dito sedih dan sakit ketika melihat tanda di leher Papinya, Dito bukan anak kemarin sore walau ia baru kuliah tapi Dito mengerti tanda itu. Dito benar-benar kecewa, setelah itu Dito naik ke lantai dua menuju kamarnya dan mengunci pintunya.

"Mami, maafin Dito nggak bisa jagain Papi." Ucap Dito sambil melihat foto yang berada di nakas kamarnya.

Air mata Dito perlahan turun kembali entah mengapa ia jadi cengeng seperti ini. Kenapa Papi nya berbohong? Kenapa Papinya mengecewakan nya? Apa ia nakal selama ini?

"Mami... Apakah Dito nakal ya sampai Papi seperti ini? Apa Mami juga kecewa dan menagis disana melihat Papi?" Dito terus berbicara dengan foto sang Mami. Ada Papi disamping kanan, Mami disamping kiri dan ia berada ditengah. Foto ini sudah sangat lama diambil pada saat umurnya baru 3 tahun.

Tok tok tok

"Dito? Buka nak Papi mau bicara."

Dito masih bergeming tidak mengindahkan panggilan Papi nya.

"Dito? Ayo buka kalau kamu diam aja gimana Papi bisa tau. Buka ya nak."

Dito masih diam, air mata nya terus mengalir tanpa bisa di cegah.

Cklek

Dito menoleh, sial ternyata Papi nya membuka dengan kunci cadangan. Dito membelakangi sang Papi, Dito tidak mau Papi nya mengetahui air mata nya sungguh ia sangat kecewa dan tidak mau melihat Papi nya saat ini.

"Dit, kamu kenapa nak?" Tanya Bagus lembut masih di ambang pintu.

Sakit. Hati Dito sakit dan perih sungguh sangat perih hatinya, dadanya sesak sampai tangan kanannya menekan dadanya, bibirnya ia gigit agar suara tangisnya tidak terdengar.

Bagus melangkah mendekati Dito ketika sudah dekat ia memegang kedua bahu Dito dan membalikan tubuh Dito agar menghadapnya walau agak susah tapi Bagus berhasil dan Bagus sang terkejut dengan keadaan anaknya saat ini air mata yang terus mengalir tanpa henti dengan mata yang terus tidak memandang nya.

"Kamu kenapa nak, ayo bicara sama Papi jangan diam aja." Tanyanya khawatir dengan ibu jarinya yang menghapus air mata anaknya.

Dito tidak menjawab, Dito terus menundukkan pandangannya.

"Kamu kenapa nak? Ayo bicara." Desaknya.

Dito mengangkat pandangannya matanya menatap mata sang Papi, matanya yang menatap lembut kini menatap dengan tatapan kecewa.

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang