Mas Tua!!7

8.4K 814 37
                                    

Terimakasih sebelum nya untuk kalian para pembaca Mas Tua!!

Happy Reading

☺☺☺



Pekikan Markonah atau Onah membuat Bagus kaget melebihi mendengar suara petir sebelumnya. Bagus tidak habis pikir kenapa perempuan seperti Onah tidak malu hanya dengan menggunakan handuk saja bahkan bukannya lari pergi kekamar malah meneriaki Bagus 'Mas ganteng'. Bagus tahu kalau ia memang ganteng tapi ya janganlah terlalu berlebihan seperti ini, ayolah! Bagus ini pria dewasa yang sudah berpengalaman dalam urusan 'iya-iya' dengan disuguhkan penampilan perempuan memakai handuk dengan surai yang basah membuat 'adiknya' bangun seketika malah sedang hujan, Bagus terus mengamati perempuan yang sering bertemu dengan nya ini yang dipastikan selalu membawa sial jika berdekatan atapun bertemu. Bagus beristighfar agar ia tidak menerkam mangsa didepannya.

"Ekhm. Saya butuh bantuan kamu!" Ucap Bagus ketika sudah mengembalikan atensinya.

"Apa?"

"Tolong charger gawai saya dan tolong buatkan kopi hangat," Perintahnya. "Dan tolong ambilkan handuk buat saya."

Onah menautkan alisnya, gila saja bukan nya minta tolong tapi ini mah malah memerintahnya.

"Gak ada! Belum bayar listrik, gak punya kopi adanya cuma gula dan gak ada handuk."

"Itu," Pandangan Bagus tertuju ke handuk yang dikenakan Onah.

"Mesummmmm."

Bruuk

Onah langsung menutup pintu nya ketika ia baru sadar kalau dirinya sedang dipandangi Mas ganteng nya tapi sial mata Mas ganteng nya seperti mata seorang ingin menerkam mangsanya. Bodoh Onah meruntuki dirinya kenapa bisa tidak sadar diri kayak gini gimana nanti kalau Mas ganteng itu menjadikan ia mangsa? Walaupun Mas ganteng itu cinta nya tapi ia tidak bisa memberikan harta satu yang berharga untuk Mas ganteng. Tapi... Kalau dibayar dan di sahin mah tidak apa-apa.

"Hei buka. Tega banget kamu tutup pintu nya saya ini kedinginan dan banyak petir. Ayolah tolongin saya." Teriak Bagus.

"Mas ganteng pulang aja. Soalnya mesum." Balas Onah tak kalah kencang

"Ayolah bukain pintu!  Saya benar-benar dingin." Suaranya memohon.

Cklek

Onah menyembulkan kepalanya untuk melihat Bagus yang memang sudah mengigil.

"Nih. Pakai!" Onah memberikan handuknya yang ia pakai tadi dan menutup pintu sepenuhnya dan tidak menyembulkan kepalanya lagi. Ia langsung berlari ke kamarnya memakai baju agar ia aman.

Setelah sudah memakai baju Onah ingin memasak mie karena ia lapar kembali ketika lari-lari dibawah hujan seperti film India. Tapi pada saat melihat keruangan tamunya di karpet ia melihat seorang laki-laki yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Ayolah Onah sudah dewasa ia sudah mengerti dan apalagi pernah melihat yang ituan ketika Neneng memberitahunya.

"Buatkan saya air hangat! Dingin." Ucap Bagus yang mengembalikan Onah ke dunia nyata.

"Nyusahin banget si Mas ganteng. Lagian ngapain disini nguntit saya ya?" Tuduhannya

"Males banget. Kerjaan saya banyak ngapain saya repot-repot stalkerin hidupmu."

Onah kesal bukan main, Onah ingin sekali menarik bibir itu agar tidak mengatakan yang pedas-pedas dan ketus.

"Ya terus ngapain?"

"Kepo banget kamu. Cepetan buatin air putih hangat saya kedinginan."

"Mau dihangatin gak nih?" Goda Onah sambil berjalan  menuju dapur.

Astaga jantung Bagus benar-benar serasa terkena serangan. Bisa-bisa nya perempuan bau kencur itu berbicara kaya gitu.

"Ck. Ayolah jangan bangun adik kecil." Gumam Bagus sambil menidurkan adik kecilnya.

"Ayolah bos udah lama gak pernah bertemu tempat. Keburu berkarat saya."

"Jangan sama yang perempuan itu. Gak bakal puas kamu kalau sama perempuan itu. Lagian kamu murahan banget cuma sama perempuan model begitu bisa bangun." Omel Bagus kepada adik kecil nya.

"Berisik si bos. Kalau bos tau nanti yang enak kan bukan cuma saya pasti bos juga enak. Ayo bos saya mau di tidurin di tempatnya! jangan dielus sama tangan bos. Lecet saya ini."

Ketika sedang asik bercengkrama dengan adik kecilnya, Bagus melihat perempuan itu berjalan kearahnya dengan membawa secangkir air yang berasap.

"Ini Mas ganteng. Onah gak punya kopi jadi air putih aja. Enak kok."

"Iya."

Onah memperhatikan Mas gantengnya. Kenapa ia meringis seperti itu? Dan kenapa juga ia tidak memakai bajunya mau menggoda apa ya? Otak Onah terus berfikir yang tidak-tidak.

Byuurr

Bagus mengeluarkan air yang ia minum sampai mengenai wajah Onah.

"Pelan-pelan dong minumnya emang Mas ganteng itu mbah dukun apa sampai Onah disembur gini." Cerocos Onah.

Bagus mendengus memandang Onah tajam.

"Gak ada kopi sih ya udah gak ada tapi jangan paksakan air putih jadi kopi dong. Masa dikasih gula sih dikira apaan kali." Sembur Bagus.

Onah meringis setelah itu tertawa terbahak-bahak.

"Biar ada rasa Mas ganteng biar itu air gak tawar terus."

"Terserah kamu. Oh ya jangan panggil saya Mas ganteng panggil saya Bagus! Saya bukan Mas ganteng. Ingat itu!"

"Oke dan nama saya Markonah Juniwati atau panggil aja Onah kalau Mas kerepotan boleh panggil sayang kok." Ucapnya. "Kaya gini. Boleh sayang boleh."

Setelah itu Onah tertawa melihat wajah Bagus yang melihat nya dengan jijik. Tapi tidak apa malah itu semakin membuat ia ingin menjahili.



TBC.

Publish, 5 November 2020

Salam sayang

Nur apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang