Mas Tua!!-9

8.3K 800 7
                                    

"Apapun yang terjadi, apapun masalahnya yakinlah bahwa kamu bisa menyelesaikan masalah itu"

-Mas Tua!!-

_Nur Apni_



🤡🤡🤡

Sudah 15 menit Onah memandang kearah meja pojok kantin disana terlihat dua manusia berbeda jenis. Onah terus memfokuskan pandangannya ke mereka jelas terlihat bahwa sang pria begitu bahagia berbicara dengan wanita dihadapannya. Onah tersenyum miris melihat itu, kenapa Mas ganteng nya sangat berbeda jika melihatnya, apa semenjijikan itu ia dihadapan Mas ganteng? Onah mandi kok dan juga gosok gigi tapi kenapa Mas ganteng tidak tertarik dengan nya? Onah juga pakai parfum walau hanya pakai pelembut pakaian yang harga seribuan yang penting ia wangi ketika para pembeli dan Mang Ujang berbicara didekatnya.

"Andai Onah yang dihadapan kamu Mas pasti Onah senang banget tapi Onah sadar diri Mas seperti mutiara yang ada didalam kerang yang ada di lautan sedangkan Onah cuma umbi yang ada didalam tanah." Gumamnya.

Onah terus memperhatikan keduanya. Apa sekarang Onah mempunyai rasa lebih dari sekedar suka? Kenapa Onah membeci mereka-mereka yang dekat dengan Bagus-Mas ganteng nya.

"Mbak Onah jadi berapa totalnya?"

"Jadi 26 ribu Pak Bim."

"Kembaliannya ambil aja buat mbak Onah soalnya mie ayamnya benar-benar spesial." Ujar Bima salah satu dosen yang masih muda.

"Ciee Pak Bima. Gas terosss jangan sampe oleng," Celetuk salah satu mahasiswa disamping Bima.

Semua mata tertuju ke Onah dan Bima sebab suara mahasiswa itu seperti toa akang perabot, Bagus dan wanita dihadapan nya terus memperhatikan kehebohan di stand Bakso Mang Ujang.

"Sok kecakepan banget tuh perempuan."

"Siapa?"

"Itu yang lagi digodain."

"Oh itu. Kamu gak boleh ngomong gitu, perempuan itu kalau di make-up dan memperhatikan penampilannya nanti cantik kok."

Bagus mendengus.

"Jangan sok tau kamu."

Setelah mengucapkan itu Bagus bangun dari duduknya melangkahkan kakinya menuju stand Bakso.

"Jadi berapa semuanya?"

"Eh Mas.. Maksudnya Pak, jadi 50 ribu semua." Ucap Onah salah tingkah.

Bagus mengeluarkan uang 100 ribuan dan menguburkannya ke arah Onah.

"Kembaliannya ambil aja hitung-hitung saya beramal. Jangan murahan, cuma di godain kayak gitu aja udah tebar pesona sana-sini."

Onah, Bima dan mahasiswa yang masih berdiri di stand Mang Ujang melongo mendengar kalimat Bagus sampai mahasiswa itu beristighfar setelah Bagus pergi sedangkan Bima tidak enak hati mendengar Bagus berbicara seperti itu walau ada mereka bertiga tapi Bima tahu kalimat itu ditunjukan kepada siapa.

"Maafkan Pak Bagus ya mbak, Pak Bagus memang begitu kalau bicara," Ucap Bima.

"Iya benar mbak untung saya gak diajar sama beliau kalau gak jadilah saya mahasiswa abadi." Ucap mahasiswa itu sambil mendramatisir keadaan.

Onah mengangguk tersenyum. "Pak Bima sama kamu santai aja. Onah udah biasa kok dengar omongan yang pedas gitu yang penting Onah gak ngelakuin yang dituduhkan, benar tidak?"

Baik Bima dan mahasiswa itu mengangguk setuju.


*****

Bagus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan untung saja hari ini tidak macet walau sudah sore. Jangan dicontoh ya readers. Bagus hari ini merasa banyak banget kejadian yang terduga dari yang membuatnya sedih sampai jengkel, Bagus memukul-mukul stir mobilnya banyak masalah yang ia pikirkan dan yang paling Bagus tidak menyangka adalah kenapa ia selalu berkata ketus dan selalu julid kepada perempuan bernama Onah itu padahal perempuan itu tidak memiliki masalah dengan nya. Walau awal-awal ada tapi sekarang tidak lagi. Bagus menepikan mobilnya. Ia merenungi semua kejadian yang terjadi sampai tidak terasa adzan magrib telah berkumandang. Bagus menlajukan mobilnya menuju masjid terdekat Bagus berharap semua masalah nya satu persatu bisa selesai.

"Kenapa menangis nak?" Ucap seorang Bapak yang rambutnya telah memutih.

"Tidak ada Pak. Saya baik-baik saja,"

"Ya sudah jika kamu gak mau berbicara semoga Allah SWT memberikan jalan keluar disetiap yang kamu minta kepada-Nya."

Bagus tersenyum lembut dengan mata sendu. "Aamiin. Terimakasih Pak."

"Sama-sama. Jika kamu mempunyai masalah teruslah mendekat kepada-Nya sebab hanya kepada-Nya kita mempunyai kekuatan. Apapun masalah yang kamu hadapi sampai kamu menangis seperti ini yakinlah bahwa ada banyak solusi yang akan hadir dihidupmu untuk menyelesaikan masalah mu, jangan berkecil hati teruslah berzikir kepada-Nya ya."

Bagus mengangguk dan tersenyum. Benar yang diucapkan Bapak itu bahwa semua masalah pasti ada solusinya selagi kita masih dekat dengan-Nya tidak akan masalah yang berat. Bersyukur dan berdzikir adalah salah satunya.

"Apapun yang terjadi, apapun masalahnya yakinlah bahwa kamu bisa menyelesaikan masalah itu."

"Terimakasih Pak sudah memberikan kekuatan kepada saya. Semoga saya dapat menyelesaikan masalah ini. Sekali lagi terimakasih."

Bagus bersyukur disaat seperti ini masih ada orang yang Allah SWT kirim untuk nya agar Bagus tidak lupa dengan sang pemilik semua-Nya











Tbc

Publish, 9 November 2020

Salam sayang

Nur apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang