Mas Tua!!-17

8K 739 11
                                    

"Kamu tidak sendiri. Coba kamu lihat keatas. Selagi langit belum berwarna hijau kamu tidak sendiri"

-Mas Tua!!-

_Nur Apni_


☝☝☝☝

Sudah 3 hari Dito tidak kelihatan batang hidungnya. Bagus sudah mencari-cari kerumah teman-teman Dito tapi hasilnya nihil, Bagus mengaku kalau ia memang salah akhir-akhir ini dirinya seperti bukan dirinya masalah setiap hari semakin bertambah sampai ia tidak dapat mengontrol emosi nya. Sumpah Demi apapun ia menyesal mengeluarkan kata-kata laknat yang seharusnya tidak ia ucapkan. Bagus tahu dibalik cerianya Dito ada rasa kesepian yang dirasakan, Bagus kecewa dengan dirinya, menyesal dengan semenyesalnya. Andai detik ini sang anak kembali ia tidak akan berikan pelukan melainkan sujud di kaki anaknya seberapa menyesalnya ia. Bertahun-tahun tidak pernah seperti ini dan membahas masalalu nya tapi, sekarang ia malah membahas dan menorehkan luka sendiri dihatinya menambah luka baru dibuka yang belum mengering.

"Pak, Pak Bagus?" Teriak satu mahasiswa dikelas Bagus sebab sedari tadi ia tidak direspon dengan Bagus.

"Iya kenapa Angga?"

"Saya tadi bertanya tapi kenapa bapak dari tadi diam aja," Terangnya.

"Maaf kan saya ya Angga dan maafkan saya juga semuanya karena saya tidak fokus." Ucapnya.

Mereka yang berada dikelas Bagus mengangguk dan tidak lebih bertanya sebab privasi.

Bagus menghela nafas katakan saja memang saat ini dirinya tidak fokus memikirkan sang anak yang entah dimana berada. Bahkan para orang suruhannyapun tidak ada yang dapat menemukan informasi dari hari pertama mencari.

"Hallo gimana?" Tanya Bagus menghubungi orang suruhannya.

Tut tut

Bagus langsung mengakhiri panggilannya. Masih sama hasilnya nihil. Bagus banyak beristighfar beberapa hari ini dengan langkah pasti Bagus menuju mobilnya satu tempat yang ingin ia datangi dan tidak sengaja ia lupakan. Setelah 1 jam mengemudi Bagus dengan cepat melangkah ke blok F rumah abadi sayang pertama nya, kenapa bukan cinta pertama karena Bagus belum memiliki rasa cinta ketika bersamanya. Ismaya adalah mami kandung Dito.

"Assalamu'alaikum sayang," Ucap Bagus ketika berada dirumah abadi mantan istri.

Bagus tersenyum melihat ada bunga lili di rumah abadi sang istri.

"Sudah aku duga pasti anak kita datang kesini. Lalu dimana anak kita sekarang sayang?" Bagus bertanya sambil melihat sekeliling ia berharap ada sang anak yang selama beberapa hari ini dirindukan nya. "Kamu tau gak May kalau aku ini pengecut, bodoh, dan durhaka kepada anak kita. Aku bodoh menorehkan luka baru sedangkan luka lama ku aja belum kering. Maafkan aku May telah gagal menjadi seorang suami bahkan menjadi seorang Papi. Bantu aku May untuk bertemu anak kita."

Bagus hendak pergi dari rumah abadi sang istri tapi pandangan nya jatuh kesalah satu pohon, ia berjalan untuk memastikan sesuatu tetapi sebelum itu ia berpamitan kepada sang istri.

"May, aku pulang dulu ya. Maaf baru datang kesini insya Allah aku kesini lagi. Aku mau cari anak kita, aku pamit." Ucapnya

Setelah berpamitan Bagus menyusuri jalan untuk melihat sesuatu yang tadi ia lihat berharap semoga penglihatan nya benar, saat hendak sampai yang dilihat malah berlari cepat sampai Bagus ikut berlari mengejar orang itu. Mengandalkan kecepatan dan keberuntungan nya akhirnya Bagus dapat memegang kerah baju orang itu. Mereka berdua sama-sama berhenti sampai Bagus melihat wajahnya ternyata benar orang itu adalah anaknya yang beberapa hari ini hilang. Bagus mengatur nafasnya karena maklum sudah berumur.

"Kamu kemana nak? Kenapa pergi? Kan bisa dibicarakan baik-baik, jangan menghilang gitu aja." Ucap Bagus lembut

Dito tidak menanggapi Bagus, ia malah memalingkan wajahnya agar tidak melihat wajah Bagus saat ini ia masih kecewa. Kalian pasti tau kalau sudah kecewa susah untuk bersikap seperti semula, harus ada niatan untuk kembali dari dalam diri sendiri.

"Dito, Papi minta maaf, Papi tau kalau Papi salah. Coba lihat Papi dulu nak?" Ucapnya sambil menangkup wajah Dito. "Papi minta maaf Papi kangen sama Dito, jangan pergi lagi ya cukup beberapa hari ini aja selebihnya jangan." Pintanya.

Dito menatap datar. Ia memperhatika mata sang Papi seperti mengetahui kebenaran atau kebohongan.

"Papi jahat."

Bagus mengangguk membenarkan

"Papi jahat." Ucapnya sekali lagi.

Bagus diam, ia ingin mendengar apapun yang dikatakan anaknya.

"Papi jahat, Papi marahin Dito, Papi hina Mami, Papi jahat." Ucapnya menggebu-gebu.

"Iya Papi memang jahat. Tapi, maafkan Papi nak, Papi nggak ada niatan untuk seperti itu maafkan Papi nak."

"Papi jahat." Balas Dito.

"Iya Papi memang jahat, kamu mau apa aja nanti Papi kasih. Maafkan Papi nak."

"Dito mau maafin Papi asal."

Karena Dito mengantung kalimat nya Bagus yang tidak sabaran mengambil alih.

"Asal apa nak?"

"Jadiin kak Onah ibu baru Dito, gak pake koma langsung titik."










Tbc


Publish, 17 November 2020

Salam sayang

Nur apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang