Mas Tua!!-34

7.6K 595 50
                                    

Mas ganteng comeback.

Jangan lupa follow nurapni25, vote, komen dan share...




Happy Reading

🍳🍳🍳🍳

Hari ini Bagus mengadakan acara makan malam bersama. Ada dirinya, Dito dan juga Onah yang katanya akan mengajak Neneng. Bagus sudah rapi dengan pakaian santainya begitu pun dengan Dito, mereka berdua naik kedalam mobil yang sama untuk menjemput Onah. Mobil Mesarati kesayangan Bagus melaju membelah jalan karena keadaan kaki nya yang sudah mulai membaik ia ingin menyegerakan niat baiknya kepada Onah. Setelah menempuh jarak sekitar satu jam setengah Bagus dan Dito sekarang sudah sampai di depan rumah Onah dan dari dalam mobil mereka bisa melihat ada perempuan cantik yang membuat mereka sampai terbengong.

Onah mengetuk kaca mobil dan itu membuat Bagus dan Dito kembali ke dunia nyata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Onah mengetuk kaca mobil dan itu membuat Bagus dan Dito kembali ke dunia nyata.

"Udah lama?" Tanya Onah sambil merunduk.

"U-udah," Jawab Bagus gugup.

Baik Bagus maupun Dito terpesona dengan penampilan Onah malam ini, terlihat lebih cantik dan lebih dewasa dari biasanya. Onah masih berada diluar mobil menunggu reaksi Bagus, karena dari novel yang dibaca dan film yang ditonton nya jika mau naik mobil pasti pintu mobil akan dibukakan. Tapi, setelah menungu beberapa menit Onah masih tidak dibukakan pintu sampai kakinya yang pertama kali pakai high heels pegal

"Mas kok gak turun sih?" Kesal Onah.

Bagus masih fokus memperhatikan penampilan Onah. Karena tidak ada jawaban dari Bagus Onah pun melirik Dito yang berada di kursi pengemudi. Dito yang dilirik Onah langsung membuang wajahnya sebab lirikkan Onah membuatnya jadi gerogi.

"Mas?"

"Iya sayang." Reflek Bagus.

Bagus yang sudah agak sadar pun tahu maksud Onah. "Kamu mundur dulu, saya mau keluar." Perintahnya, Onah mundur beberapa langkah setelah itu Bagus keluar dari dalam mobil dan langsung membukakan pintu penumpang untuk Onah dengan menaruh tangan diatas kepala Onah dan menyuruhnya masuk, "geser kesamping." Setelah Onah sudah bergeser Bagus duduk disamping nya dan Dito yang menjadi supir mereka.

Didalam mobil hanya ada keheningan dan Onah jadi merasa insecure atas penampilannya malam ini, apakah ada yang salah sampai mereka berdua hanya diam saja? Batinnya.

"Mmmh,"

"Kenapa?" Tanya Bagus ketika Onah bersuara.

"Apanya?"

"Itu tadi kamu yang Mmmh?"

"Oh itu. Saya lagi nyanyi?"

"Emang ada lagu Mmmh?"

Onah mengangguk dan mengubah posisi duduk nya menyamping menghadap Bagus dan hal itu sontak membuat Bagus menahan nafasnya. Dito masih fokus mengemudi tetapi, memasang telinganya dengan baik agar percakapan Papi dan calon ibunya terdengar.

"Ada." Seru Onah. "Mas mainnya kurang jauh. Jadi gak tau deh." Sombongnya.

Bagus mendengus. "Sombong banget. Paling lagunya sabyan yang itu."

Onah terbahak. "Sabyan? Mas sotoy nih." Onah menunjuk hidung Bagus. "Ini tuh lagu nya Kai EXO. Judulnya Mmmh, enak banget tau dan disini tuh si Kai sexy bangettt. Waktu debut solo yang ini saya sama Neneng sampai ngiler ngeliatnya. He sexy." Ucap Onah semangat.

"Alah paling juga sebentar doang sexynya."

Onah menggeleng cepat. "Nggak. Kai EXO patut di nobatkan menjadi penyanyi berbakat tersexy."

Dito yang mendengar itupun tahu sebab teman-teman nya sedang membicarakan tentang debut solo nya Kai EXO dan Dito juga tahu kalau Papi nya cemburu.

"Sexyan juga saya. Karena kamu kan belum lihat saya telanjang?" Ucapnya sombong dan itu membuat Dito tertawa dalam hati karena Papi nya paling tidak suka dibandingkan.

"Tapi-"

"Jadi jemput kak Neneng bu?" Perkataan Dito sontak motong pembicaraan Onah.

"Gak usah. Tadi dia dijemput calonnya."

"Kak Neneng punya calon?"

Onah mengangguk.

Mereka telah sampai di restaurant ternama. Tetapi, ada keanehan menurut Onah sebab yang dibilang ternama sangat sepi. Akhirnya, mereka bertiga turun dari mobil dan berjalan beriringan, melihat Bagus yang berjalan sedikit sulit karena sudah tidak mengenakan tongkatnya, Onah berinisiatif menggandeng Bagus berjalan dan itu membuat jantung Bagus menari-nari. Dito berjalan terlebih dahulu.

"Mas kok sepi ya? Apa tutup?"

Bagus menoleh. "Sudah saya booking."

"Hah? Buat apa?"

"Buat kita bertiga."

Onah tidak bertanya lagi. Sebab ia tahu banyaknya uang Bagus. Ketika sampai didalam Onah terpukau akan dekorasi restauran tersebut dan banyaknya makanan yang dihidangkan, seperti makanan pas di kondangan. Batin Onah terkikik. Bagus menarik kursi untuk Onah duduk sedang kan Dito sudah duduk rapi menunggu Bagus. Setelah semuanya duduk Bagus mempersilahkan untuk Onah dan Dito makan. Mereka makan dengan santai dan Onah sangat menikmati sampai-sampai tatapan mata Bagus tidak menggoyahkan perasaannya.

"Boleh bawa pulang gak mas?" Tanya Onah setelah menelan makanan nya.

"Boleh."

Onah melanjutkan makannya sampai kekenyangan. Setelah makanan berat sudah habis dimakan Onah, kini tersisa desert.

"Onah," Panggil Bagus.

"Iya?"

"Apakah kamu mau menjadi istri, ibu untuk Dito dan untuk anak-anak kita kelak nanti?" Ucap Bagus. "Saya mengulang acara lamaran ini karena saya tahu waktu itu tempat nya tidak mendukung. Jadi, sekarang apakah kamu mau?"

Onah berpikir dan mengangguk malu.

"Apa? Tolong berkata dengan kata jangan dengan pergerakan."

"Onah mau mas."

Bagus tersenyum lebar bahkan sekarang Dito sudah memeluk Onah erat. Bagus berharap dilancarkan sampai acara pernikahan nya.

"Andai ibu bukan calon istri Papi, pasti ibu akan Dito nikahin."

Perkataan Dito sontak membuat Bagus melayang kan sendok nya ke kepala Bagus.

Drrt

08123567xxxxx

Aku hamil.

Sebuah notifikasi dari ponsel Bagus.









TBC

Publish, 7 Desember 2020

Salam sayang

Nur Apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang