Mas Tua!!-4

11.5K 985 33
                                    

"Pahami dirimu sendiri sebelum kamu memang orang lain."

-Mas Tua!!-

_Nur Apni_


🏫🏫🏫


Libur adalah kebahagiaan hakiki bagi para pekerja dan pelajar yang sudah lelah selama lima hari full. Semoga lelahku menjadi lilah, ini adalah slogan para pekerja dan pelajar jika mau mengeluh kalimat itu yang menjadikan hidupnya untuk bersyukur. Dikediaman Wibowo ada sang Papi dan sang anak tengah bermain PlayStation atau PS mereka tengah asik saling membunuh dalam game tersebut.

"Pi, gak ada niatan beliin Mami buat Dito?" Celetuk sang anak.

Memusatkan perhatian yang tadinya ke layar didepannya kini matanya mendelik melihat sang anak karena pertanyaan absurd nya itu.

"Bodoh sekali anak ini memang kamu pikir ada yang jual?"

"Ada kalau Papi cari. Dito bosan nih berdua terus sama Papi mau manja-manja gak enak masa sesama pisang manja-manjaan sih. Ayo lah Pi cari!"

Lelaki 40 tahun ini tidak habis pikir dengan anak nya mau di barter tapi sayang sudah keluarin uang banyak buat membesarkan ini anak padahal sekarang anaknya sudah kuliah tapi masih saja minta dibelikan Mami. Ada yang jual kah?

"Papi kan kelihatan jantan bangeeeett apa lagi itu ada abon nya behh bikin wewe-wewe mau Pi."

Abon? Wewe-wewe? Sumpah ini anaknya siapa gak ngerti lagi sama bahasa semutnya.

Sang Papi mengangkat sebelah alisnya. "Abon dan wewe itu apa Dito?"

"Papi mah gak gaul nih. Itu loh abon itu brewok terus wewe-wewe itu semacam cabe-cabean." Jelasnya dengan geram.

Menjewer telinga sang anak sampai si empunya berteriak histeris karena jewerannya tidak main-main.

"Kamu kira Papi mau sama begituan." Dengusnya. "Papi tau Papi tuh kaya bangett yang begitu mah ngabisin harta Papi doang. Kamu mau miskin? Walau gak mungkin sih kita miskin kan harta Papi gak akan habis 14 turunan." Ucapnya dengan sombong.

"Pi, kalau tempeleng kepala dosa gak sih?"

"Dosa bahkan fasilitas hilang!"

Setelah mengucapkan itu Bagus Wibowo a.k.a Papi berjalan mengambil laptopnya sedangkan sekarang Dito sang anak sedang asik berjoget ria di depan gawainya dengan memainkan aplikasi tok tik.
Sebenarnya ia juga mau punya pendamping tapi banyak wanita yang mendekati nya hanya karena hartanya saja, ia bukan anak remaja lagi yang suka pacar-pacaran ia mau di sah kan menjadi istri malah sekarang sudah musim hujan kan enak kalau punya istri bisa menghangatkan tubuh nya. Saat menghayal kehangatan terlintas bayangan wanita yang selalu membuatnya jijik. Ia jadi bergidik.

"Kenapa Pi? Mau pipis bergidik gitu?"

"Nggak. Kamu tau gak-"

"Nggak."

"Belum selesai Papi bicara jangan di potong kebiasaan banget." Omel nya. " Masa Papi bertemu sama perempuan yang menjijikkan."

Menjijikkan. Tumben ini Papi nya bisa menghina orang benar mungkin gosip yang beredar bahwa Papi nya ini mirip dakjal memang benar. Mulut nya itu loh tidak di filter kalau bicara.

"Why?"

"Dia itu menjijikkan banget. Waktu itu kan mobil Papi nabrak tuh gara-gara perempuan itu dengan gak tau malu nya ia panggil Papi dengan sebutan Mas ganteng, lalu dia kentut di depan Papi malahan baunya lebihin dari selokan dekat pembuangan sampah, nah yang kemarin tuh ya entah dari mana datangnya tiba-tiba dia nabrak tubuh Papi udah gitu malah terpukau liat Papi sampai ilernya netes di baju Papi." Ceritanya dengan menggebu-gebu.

Hahahahahhaha.

Sang anak malah tertawa terbahak sampai mengeluarkan air mata saking lucu menurutnya.

****

Uhuk
Uhuk
Uhuk

Disisi lain wanita yang sedang dibicarakan terbatuk-batuk sampai tersedak sosis karena ia sedang makan.

"Buset ini sosis gak turun-turun padahal gue udah minum." Gerutunya.

Ia jadi berpikir pasti ada yang membicarakan ia yang tidak-tidak ini. Sebegitu famous nya ia. Setelah minum beberapa kali sampai habis lima gelas dan membuat perutnya kembung baru sosisnya yang nyangkut ditenggorokan turun.

Tiba-tiba terlintas bayangan yang membuat ilernya menetes lagi.





Mas ganteng.

Mas ganteng sedang apa ya?
Halalin Onah Mas, Onah siap menghangatkan Mas ketika musim penghujan gini.

Ia terkikik geli membayangkan kata-kata nya itu.




TBC.

Publish, 2 November 2020

Follow akun WP ku nurapni25

Terimakasih telah membaca

Salam sayang

Nur Apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang