Extra part

19K 652 57
                                    

Mana nih yang minta extra part jangan lupa diramaikan.....




😘😘😘😘😘

Malam telah larut, jam sudah menunjukkan pukul 02.15 Wib. Akan tetapi baik Onah maupun Bagus masih sama-sama terjaga dari tidurnya. Wajah Bagus dari tadi yang Onah lihat seperti om-om mesum, tapi, menurut Bagus dirinya memang seperti ini. Onah bergidik ngeri ketika membayangkan percakapan 2 jam yang lalu ketika dirinya dan Bagus sama-sama memasuki kamar hotel yang Bagus pesan.

Ketika Onah sudah sangat lelah dan jam telah menunjukkan pukul 12 malam, Onah berinisiatif berjalan menuju kamar yang Bagus pesan, karena dirinya sudah diberitahu makan dari itu Onah pamit undur diri kepada sahabat Bagus dan Dito, akan tetapi, sebelum diri nya melangkah pergi, Bagus malah mengekor dibelakang nya dan ketika Onah sudah memasuki kamar alangkah terkejutnya ia saat melihat keseluruhan kamar hotel tempat nya dan Bagus tidur.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







"Mau tidur dimana kita Mas?" Tanya Onah kepada Bagus.

Bagus yang sedang menggulung lengan kemejanya pun menatap Onah.

"Di ranjang lah Dek, emang kamu mau tidur dimana?"

"Matamu masih bisa lihat kan Mas?"

Bagus mengerutkan alisnya, pertanyaan istri nya yang baru ia nikahi benar-benar konyol. Jelas-jelas Bagus bisa melihat. "Lihat kok. Apalagi lihat bidadari didepan Mas ini," Jawab Bagus sambil memeluk Onah dari belakang dan mencium ceruk leher Onah, sekarang Bagus sudah bebi mau ngapain saja sebab dirinya dan Onah sudah halal.

"Jangan gini Mas, aku geli." Keluh Onah sambil menggerak-gerakkan tubuhnya.

"Gini gimana? Harus nya kamu yang jangan gerak-gerak, si adik bangun nih," Balas Bagus sambil menurunkan  resleting gaun Onah.

Sekarang Bagus sudah membalikkan tubuh Onah menghadapnya. Mata Bagus terus menjelajah keseluruhan tubuh Onah apalagi saat ini ditubuh Onah hanya dalamannya saja.

Tukk

Onah memukul kepala Bagus dengan tangan kanannya. "Mas mesum banget sih, dasar om-om." Gerutu Onah sambil menurunkan badan nya menghilang gaun.

Bagus menahan tubuh Onah. "Jangan dipakai lagi begini sudah baik, apalagi kalau dibuka semua nya jauh lebih baik." Ujar Bagus.

Cup

Bagus mengecupi tulang selangka Onah berkali-kali. Demi apapun saat ini Onah merasa geli dan malu, sebab baru pertama kali dirinya melakukan skinship seperti ini bahkan sejauh ini. Biasanya Onah hanya berpegang tangan dan beberapa bulan bersama Bagus jiwa cabe-cabean nya memberontak keluar.

"Udah ih. Mandi dulu sana! Aku dulu yang mandi atau kamu Mas?" Tanya Onah menatap Bagus dengan kedua tangan dipinggang nya seperti ibu-ibu sedang memarahi anaknya.

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang