Mas Tua!!-31

7.7K 630 16
                                    

Assalamu'alaikum
Hai
Mas ganteng kembali...

Yuk follow dulu sebelum membaca nurapni25

Happy Reading

😵😵😵😵


"Mas ngeprank saya?"

Bagus diam.

"Mas?"

"Iya sayang."

Onah tertegun mendengar ucapan Bagus, hati nya sedang berdisko ria. Kalau kayak gini terus tidak baik dengan kesehatan nya.

"Pokoknya subuh kita nikah." Paksanya.

"Gak bisa gitu dong, dipikir nikah gampang. Kan harus ada saksi dan walinya sedang kan saya walinya aja gak ada."

"Iya sudah kalau gitu pakai ungu aja."

"Hah?" Onah dibuat bingung oleh jawaban Bagus. Sumpah demi apa mungkin saraf-saraf nya ada yang geser.

Onah melirik kearah Dito berharap Dito bisa membantunya. Tapi, yang Onah dapati Dito malah tertidur pulas. Kalau begini Onah ingin punya kekuatan menghilang.

Bagus masih memperhatikan wajah Onah yang terbengong bingung. Andai dirinya bisa bangun pasti bibir Onah yang sedang terbuka akan dia gigit. "Gemes banget." Batinnya.

"Nggak lucu tau. Lagian dulu-dulu nolak saya, terus mulut nya itu lho pedas banget. Sekarang aja pakai ngebet banget nikah." Omel Onah. "Pasti ada maunya?" Tuduhnya.

Bagus menggeleng. "Emang saya mau apa?"

"Lah gak tau kan yang punya kemauan mas sendiri. Kenapa tanya saya."

Bagus semakin yakin kalau Onah patut untuk diperjuangkan. Dirinya baru sadar selama ini ternyata Onah orang nya cantik, baik, pengertian, pokoknya pantas untuk dijadikan istri dan anaknya.

"Udah malam sebaiknya mas istirahat, tidur. Saya juga mau tidur." Perintah Onah.

Bagus menepuk-nepuk ranjang tempat ia tidur, "sini samping saya." Ajaknya.

Onah melotot. "Gak mau. Belum halal, saya mau tidur dekat Dito aja disana masih kosong."

Bagus merajuk. "Katanya sayang. Ini tangan aku gatal gak bisa digerakkan buat menggaruk, tolong lah sambil usapin Markonah Juniwati Wibowo."

Astagfirullah. Benar-benar tidak sehat untuk dirinya. Onah serasa terbang seperti kupu-kupu. Bagus bisa banget meluluhkan nya.

"Belum halal mas. Masa iya harus tidur berduaan. Pokoknya gak mau." Onah berjalan menuju sofa samping Dito meninggalkan Bagus.

Sebenarnya Onah bisa pulang tetapi dirinya tidak bisa mengandalkan Dito sebab melihat Dito yang jika diperhatikan tingkahnya memang seperti bayi. Onah membaringkan tubuhnya disofa, ia masih melihat Bagus yang bergerak-gerak. "Tidur mas." Perintahnya.

Setelah itu ia tidak melihat pergerakan Bagus lagi.

****

Hari ini seperti biasa Onah bekerja. Tadi sebelum pulang ia telah menitipkan Bagus kepada Dito dan perawat. Seperti biasa mie ayam dan bakso Mang Ujang laris manis. Onah juga mendengar desas-desus tentang Bima dan yang bikin dirinya penasaran adalah Bagus. Ada apa antara Mas Bagus dan pak Bima? Otak nya terus bekerja untuk bertanya macam-macam. Tapi, Onah tidak ambil pusing, dirinya sudah sibuk dalam lautan bakso dan mie ayam.

"Nanti kita jenguk Pak Bagus setelah mengajar,"

Onah menoleh melihat dosen yang terkenal cantik dan masih single ini berbicara kepada rekan sesamanya.

"Oh ya dengar-dengar, dua hari yang atau kemarin gitu Pak Bima dan Pak Bagus berkelahi karena memperebutkan perempuan dan yang parahnya lagi Pak Bima sampai masuk rumah sakit."

Onah terkejut mendengar obrolan dosen-dosen itu. Masa iya cuma gara-gara perempuan mereka jadi berkelahi. Dan yang membingungkan adalah siapa perempuan itu? Dan Bagus juga minta nya untuk jadi istrinya sekarang apa yang Onah dengar itu membuat nya jatuh kembali. Onah tidak ambil pusing dengan perasaan nya saat ini yang terpenting ia ingin melakukan apa yang ingin ia lakukan.

"Neng Onah udah dengar belum?"

Onah menoleh ke sumber suara ternyata Mang Ujang sedang bertanya kepada nya.

"Dengar apa Mang?"

"Itu perihal Pak Bima dan pak Bagus yang berkelahi, sampai-sampai darah Pak bima berceceran dimana-mana dan yang mengejutkan adalah yang berdarah-darah itukan Pak Bima sedangkan yang masuk rumah sakit Pak Bagus," Jelas Mang Ujang sambil memasukan sawi kedalam air rebusan.

"Emang Pak Bima gak dibawa ke rumah sakit Mang?"

Mang Ujang menggeleng. "Setau mamang, Pak Bima langsung ke Singapura tapi gak tau untuk berobat atau untuk yang lainnya."

Onah mengernyitkan dahinya tanda tidak mengerti. "Maksudnya gimana mang?"

"Iya, waktu itu ada orang yang datang pakai pakaian rapi banget setelan nya mahal banget kira-kira langsung bawa Pak Bima pergi. Dan yang mamang denger ke Singapura."

Onah jadi tambah tidak mengerti maksud semuanya. "Tapi siapa yang memulai mang?"

"Apanya?"

"Perkelihannya?"

"Pak Bagus."

Onah bergeming. Otaknya yang memang kapasitas kecil disuruh mikir jadi kelihatan tidak bisa mikir banget. Onah jadi penasaran tentang kehidupan Bagus ataupun Bima. Apalagi tentang kehidupan Bima yang terlihat lebih misterius dibandingkan Bagus. Sebab Bagus perlahan sudah mau terbuka kepadanya. Ia berharap semoga kedepannya tidak ada masalah yang terlalu berat untuk berkaitan dengannya.









TBC.

Publish, 3 Desember 2020

Tandai typo

Terimakasih yang sudah follow, vote, dan komentar...

Salam sayang

Nur Apni, Zayn Malik dan Tyuzu TWICE ❤❤❤

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang