Mas Tua!!-26

7.9K 703 54
                                    

Follow akun dulu sebelum baca.
Dihitung 1,2,3,4...........sudah? 5.

Selamat membaca

⭐⭐⭐⭐


Bagus terus memperhatikan tangan Bima. Jujur, Bagus paling tidak suka jika ada seseorang yang telah masuk kedunianya, lalu tiba-tiba berpaling bersama orang lain perlu digaris bawahi atau di tebalkan bahwa ia memang tidak suka. Kebiasaannya dari kecil jika sudah dimiliki harus tetap menjadi miliknya. Termasuk Onah, karena Onah tanpa diminta telah masuk kedalam dunianya gak itu membuat Bagus tidak menyukai Onah bersama Bima. Pikir Bagus seharusnya Bima mengalah dengannya karena dari umur Bima masih muda dan mendengarkan kabar-kabar tentang Bima, Bima itu termasuk laki-laki banyak yang menyukai bahkan sampai ada fangirl dan fanboy nya. Bukannya Bagus insecure tapi, Bagus harus jaga-jaga karena ia tidak pernah tersisihkan. Bagus melihat Bima menepikan motornya di penjual nasi kuning. Bagus pun ikut menepikan mobilnya. Bagus turun dari mobilnya langsung menarik Onah, sontak perlakuan Bagus menarik semua orang yang berada didekat penjual nasi kuning dan di jalan raya.

"Mas lepas. Tangan saya sakit,"

Bagus tidak mendengarkan keluhan Onah. Masih dengan menarik tangan Onah, Bagus membuka pintu samping kemudi dan menekan bahu Onah agar masuk dan duduk. Setelah itu Bagus memutari mobilnya dan duduk dikursi pengemudi.

"Siapa kamu?"

"Hah?" Onah dibuat bingung dengan pertanyaan Bagus.

"Siapa kamu berani mengabaikan saya!" Bentak Bagus.

Onah kaget melihat Bagus marah-marah. Apa salahnya?

"Saya gak suka diabaikan. Ingat! Kamu yang udah mengusik hidupmu saya. Jadi mau gak mau kamu harus bertanggung jawab."

"Tanggung jawab apa mas?"

"Untuk semua perlakuan kamu. Intinya saya gak suka diabaikan."

"Tapi salah saya apa Mas?"

Bagus mendengus. "Banyak."

Karena melihat Bagus yang masih marah, Onah tidak lagi bertanya. Onah benar-benar takut dengan Bagus yang seperti ini. Onah lebih baik ketemu mbak kunkun dari pada lihat wajah Bagus saat ini.

Mobil Bagus memasuki parkiran khusus dosen. Onah membuka pintu tapi masih terkunci.

"Mas, tolong buka. Saya udah terlambat." Pintanya.

Bagus menoleh untuk melihat Onah, entah kenapa dirinya merasa kesal dan marah ketika dirumah Onah tadi. Padahal hari ini Bagus tidak ada tugas mengajar bahkan kepulangan nya dipercepat sebab menurut anak buahnya, Onah sudah 'nakal' dan itu membuat Bagus menjadi marah.

"Sama Bima?"

"Apa?"

"Ada hubungan apa kamu sama Bima?"

"Nggak ada hubungan apa-apa mas, kita cuma temanan." Jujur Onah.

Bagus terkekeh sinis. "Dimana ada teman yang ketika naik motor tangan nya masuk kesakitan dan lututnya dielus-elus. Tingkah seperti itu pasti mempunyai hubungan lebih."

"Mas cemburu?"

"E-enggak." Elakkan Bagus.

"Masa? Cemburu kali. Kalau cemburu ya gak apa-apa berarti mas suka sama Onah dong?"

Bagus menoyor kepala Onah. Jangan ge-er kamu. Saya gak cemburu, lagian saya sama Bima masih sexy dan hot saya kemana-mana." Sombong nya.

"Kata Dilan, cemburu itu buat orang yang lagi gak percaya diri, berarti mas ganteng lagi gak percaya diri ya?"

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang