Mas Tua!!-12

8.3K 779 22
                                    

Onah dan Mas Bagus hadir lagi...

Maafkan bila ada typo

Buat kalian yang setia menunggu Mas Bagus dan Onah. Saranghae❤

Selamat membaca....

❤❤❤❤

Seminggu telah berlalu setelah kejadian dimana Onah menolong anak dari orang yang ia suka. Onah juga sering berkirim pesan dengan Dito, jujur Onah tidak enak hati menerima handphone baru dari Dito sebab ketika Dito meminta nomornya Onah tidak mempunyai handphone akhirnya satu hari setelah mengatakan itu Dito datang kerumah nya sambil memberikan handphone baru, Onah menolak tetapi Dito memaksa. Rezeki tidak boleh di tolak begitu katanya. Selain berkirim pesan Dito juga sering mampir kerumahnya sekedar makan bersama dan Dito juga sudah mengenal Neneng sebab Dito memang humble.

Dito
Kak Onah masih kerja?
11.20

Pesan Dito baru saja Onah lihat sebab dari tadi sudah banyak yang mengantri makan siang dengan bakso dan mie ayam, sekarang jam menunjukkan pukul 13.15 selesai sholat dzuhur Onah langsung makan siang dan membalas pesan Dito

Onah
Masih dek.
Kamu kuliah hari ini?

Tidak menunggu lama pesannya telah centang biru.

Dito

Iya, Dito ada kelas siang hari ini.
Nanti seperti biasa Dito kerumah kakak. Mau Dito jemput?

Onah

Gak usah nanti saya pulang sama Neneng sebab dia ada kelas siang juga.


1 menit sampai 1 jam kemudian Dito tidak membalas mungkin Dito sudah dikelas. Sekarang pukul 14.30 artinya 30 menit lagi Onah pulang.

"Onah ini gaji kamu ya," Ucap Mang Ujang sambil memberikan amplop coklat. " Terimakasih ya sudah bantu mamang. Abis terima gaji jangan lupa besok masuk jangan berhenti mamang butuh kamu." Guraunya.

"Siap Mang. Terimakasih ya, ini Onah ambil semoga berkah."

"Aamiin.."

Karena bakso dan mie ayam sudah habis Onah membersihkan mangkuk dan gelas serta peralatan lainnya, setelah mangkuk dan teman-teman nya sudah bersih dan glowing kini Onah membawa lap untuk membersihkan meja padahal itu bukan tugasnya tapi karena masih 30 menit lagi akhirnya Onah membantu Mang Ujang merapikan meja dan kursi. Tepat semuanya rapi, Neneng datang dengan wajah lusuhnya.

"Udah selesai Nah?"

"Udah. Mau langsung pulang atau mau istirahat dulu lo?"

"Pulang aja kerumah lo sekalian nanti Gyeongju numpang makan, capek gue dan lo ya yang bawa motornya."

Onah mengangguk dan berpamitan kepada Mang Ujang. Alhamdulillah ternyata sekarang Onah sudah gajian dan tidak terasa juga sudah satu bulan Onah bekerja dengan Mang Ujang yang baik banget.

Drrt drrt drrt

Dito is calling..

[Hallo assalamu'alaikum]

[Walaikumsalam.]

[Nanti Dito kerumah kak Onah jam 5an. Itu kak Onah udah pulang.]

[Udah. Ini lagi sama Neneng diparkiran.]

[Oke kalau gitu hati-hati dan bilang ke kak Neneng hati-hati juga.]

[Iya]

Setelah panggilan terputus Onah memasang helm dan juga menstater motor Neneng sebab Neneng sudah lelah akhirnya Onah yang mengambil alih agar tidak bertemu malaikat Izrail. Jalanan masih senggang sebab belum jam pulang kantor biasanya jika sorean dikit pulangnya Onah merasakan kemacetan yang tidak bisa dihindari kecuali Onah bisa terbang. Setelah sampai rumah Onah langsung menuju dapur Onah ingin memasak karena melihat Neneng yang sudah lapar, 15 sudah Onah memasak sekarang waktunya mandi dan juga sholat Asar karena udah jam setengah 5 sore. Onah mendengar suara yang tidak asing akhir-akhir ini akhirnya setelah sholat Onah melihat ruang tamu nya disana benar sudah ada Dito dan Neneng yang sedang asik bercanda.

"Sudah lama dek?"

Dito dan Neneng menoleh kearah Onah yang sedang mencepol rambutnya.

"Sudah kak. Ini Dito bawain minuman," Ucap Dito memberikan minuman.

"Terimakasih. Kata kamu jam 5 baru kesini?

Neneng terkekeh mendengar pertanyaan Onah. " Jam lo mati Nah? Inikan udah jam 5, lewat malah."

Onah mendengus. Onah fikir Dito dari kampusnya jam 5 tapi ini jam 5 malah sudah sampai.

"Kak Onah masak nggak? Dito laper kak." Ucap Dito memelas.

"Udah kok. Kalian mau makan sekarang?"

Dito dan Neneng mengangguk. Onah menuju dapur untuk menghidangkan masakannya ke karpet ruang tamu sebab dirumahnya tidak ada meja makan. Dito membantu Onah membawa minum serta nasi sedangkan Neneng hanya duduk sambil memainkan handphone nya.

"Kak Neneng jangan main handphone aja dong. Bantu Dito nih nanti air nya tumpah ke nasi." Ucap Dito kesal karena biasanya Dito tinggal makan ini malah menghidangkan semuanya kalau bukan karena Onah Dito pun tidak mau.

"Sini, yang ikhlas Dito nanti dapat pahala. Nanti setelah selesai makan gue yang rapiin dan cuci piringnya."

Dito tersenyum dan mengacungkan kedua ibu jarinya. "Bagus itu. Kalau gitukan kak Neneng tambah cantik."

Neneng yang dipuji seperti itu merasa panas menjalar di pipinya serta menutup wajahnya karena malu di gombalin brondong.

****

Sudah pukul 20.15 malam Dito baru saja memasukan motornya di garasi untungnya si jennie cuma lecet saja tidak ada kerusakan yang parah akhirnya setelah di infus dan di kasih perobatan sudah sehat seperti sediakala.

"Dari mana kamu?" Suara dingin itu menyapu telinga Dito.

"Abis dari rumah teman Pi?"

"Yakin?"

"Iya Pi? Emang nya kenapa?" Tanyanya bingung.

"Bukan dari rumah si pembawa sial itu?"

"Kak Onah Pi!? Namanya Markonah. Bukan si pembawa sial," Ucap Dito emosi.

Bagus bangun dari duduknya dan berjalan kearah Dito sampai tepat didepan Dito kalimat Bagus membuat Dito tidak mengerti.

"Sebelum menyesal bahkan kecewa. Papi ingatkan ke kamu jangan terlalu percaya dengan orang baru hanya karena kamu menginginkan ibu baru." Ucap Bagus menepuk bahu Dito dan berjalan meninggalkan nya.



TBC.

Yang vote ⭐ dan komentar 💬. Terimakasih...

Publish, 12 November 2020

Salam sayang💕

Nur Apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang