Mas Tua!!-13

8.3K 736 13
                                    

Haiii....

Happy Reading...


🙂🙂🙂🙂

Semenjak kejadian dimana dosen Bima mengoda Onah sekarang Bagus sudah tidak pernah menginjakkan kakinya ke mie ayam dan bakso Mang Ujang. Bagus membenci setiap senyuman Onah, entah apa masalah nya yang pasti hanya Bagus dan Tuhannya yang tahu. Bahkan Bagus sudah menghindari Onah, dalam jarak 100 meter Bagus telah mencium kehadiran Onah maka Bagus akan mencari jalan lain agar Bagus tidak bertemu Onah. Bagus tidak ingin terkenal sial terus-terusan karena bagi Bagus Onah seperti kutukan untuk hidupnya.

"Pak Bima."

Bima yang di panggilpun menoleh.

"Iya ada apa?"

"Onah mau berikan ini untuk Pak Bima," Tangan Onah mengulurkan tempat makan. " Semoga Pak Bima suka." Harapnya.

Bima tersenyum manis sampai memperlihatkan gigi gingsulnya. "Terimakasih ya. Tapi, ada apa ini Onah kasih saya makanan?"

"Nggak ada apa-apa sih, Onah cuma mau kasih aja kebetulan Onah masak banyak."

Bima mengangguk-angguk. "Oke. Sekali lagi makasih ya Onah, kalau gitu saya duluan."

Onah mengangguk tersenyum. Ternyata benar kalau berbagi itu membuat hati bahagia. Ketika Bima sudah tidak terlihat lagi, Onah beranjak untuk menuju kantin untuk berkerja.

"Ternyata benar kalau memang dasarnya centil tetap aja centil. Rayu sana sini untuk mendapatkan uang banyak." Sindirnya.

Onah yang mulai beranjak kini memberhentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.

"Mas ganteng ngomong sama Onah?" Tanya Onah polos dengan jari telunjuknya mengarah ke wajahnya.

Bagus. Orang yang menyindir dengan berkata pedas tadi ada lah Bagus. Bagus terus menatap Onah dengan tatapan tajamnya tanpa menjawab pertanyaan Onah. Sedangkan Onah yang ditatap seperti itu bukannya takut malah salah tingkah, bahkan sekarang jantung Onah sedang ada konser EXO.

"Mas ganteng kenapa liatin Onah kayak gitu? Apa wajah Onah ada kotorannya, ada belek, iler atau apa Mas? " Tanya Onah sambil meraba-raba wajahnya.

"Jauhin anak saya!"

Setelah mengucapkan itu Bagus pergi meninggalkan Onah yang tidak mengerti maksud perkataannya. Onah tidak mau ambil pusing ia terus berjalan menuju kantin.

"Sudah datang Nah?"

"Sudah Mang."

"Tolong bawakan ini ke meja tengah itu ya." Ucap Mang Ujang menyerahkan nampan berisi bakso dan teh hangat.

Onah mengambil nampan itu dan pekerjaannya hari ini telah dimulai. Walaupun tidak mengambil pusing dengan ucapan Mas ganteng nya tetap saja Onah berfikir kenapa ia harus menjauhi anaknya Mas ganteng? Apa yang salah? Mas ganteng selalu saja tidak suka dengan Onah padahal Onah cuma membuat masalah sekali saja kepadanya waktu itu yang membuatnya celaka gara-gara sandal Onah. Waktu cepat berlalu sekarang sudah waktunya makan siang kini mahasiswa dan mahasiswi selain itu ada dosen dan beberapa staf kampus banyak yang datang memesan mie ayam dan bakso karena memang mie ayam dan bakso ditempat Mang Ujang enak dan murah apa lagi setelah Onah bekerja ditempat Mang Ujang banyak yang datang karena Onah ramah dan lucu serta Onah bisa menyajikannya lebih menarik.

"Mbak Onah, Didit sama Dodot seperti biasa ya."

"Asyiiapp," Balas Onah ketika melihat si kembar yang memesan. Onah terhapus melihat si kembar walaupun kembar seperti nya mereka saling menjaga dan melindungi dan tidak pernah bertengkar dan si kembar ini adalah anak dari ketua yayasan di Universitas ini walaupun hidungnya serba kecukupan mereka tidak sombong.

****


"Ngapain disini?"

Merasa tidak asing dengan suara itu akhirnya yang di sapapun menoleh ke kanan tepat nya sudah ada laki-laki yang memperlihatkan aura ingin tahunya.

"Mau ketemu teman." Balasnya cuek.

"Siapa?"

"Teman Pi."

Laki-laki yang dipanggil Pi itu tidak puas dengan jawaban dari sang anak.

"Si pembawa sial?" Katanya mengejek sambil menaikan alis kanannya.

"Cukup Pi. Papi keterlaluan memanggil orang seperti itu," Marahnya.

Bagus hanya terkekeh menanggapi kemarahan sang anak. "Dito, Dito," Katanya mengeleng-geleng kan kepala. "Dikasih apa kamu sama dia sampai berani seperti ini sama Papi. Kamu itu gak tau apa-apa Dit, Papi tau sifatmu seperti apa. Jika nanti kamu mengetahui sesuatu akan Papi pastikan kamu akan meminta maaf atas apa yang kamu lakukan selama ini ke papi."

Dengan tangan terkepal Dito menarik dan menghembuskan nafas secara teratur agar emosinya tidak meledak-ledak. Papi dan anak itu terus saling tatap entah apa yang ada dipikirannya saat ini.

"Apa yang nggak Dito ketahuilah Pi?" Tanyanya dengan nada pelan.

Menepuk bahu sang anak. "Kamu anak Papi, kecerdasan Papi menurun padamu jadi pasti kamu tau apa yang terjadi."

"Apa si jangan bikin Dito suudzon ke Papi karena memfitnah tanpa bukti,"

Bagus hanya mengangkat bahu acuh sedang kan kini mereka tidak mengetahui jika perdebatan itu dilihat oleh orang-orang karena tidak seperti biasanya anak dari dosen titisan dakjal itu datang ke kampus mereka banyak yang memanfaatkan momen tersebut mereka mengambil beberapa foto Bagus dan Dito sebab seperti melihat asupan energi untuk mata bagi kaum hawa. Apa lagi Dito yang berkuliah berbeda dengan kampus yang diajar Bagus.

"Pastinya Papi gak akan memberitahu sebab itu akan membuka luka lama Papi." Setelah mengatakan itu Bagus pergi meninggalkan sang anak untuk menuju mobilnya sebab hari sudah sore.

Luka lama? Lantas apa hubungannya sama kak Onah? Pikir Dito.







TBC.

Publish, 13 November 2020

Maaf typo

Ini aku update disela-sela pekerjaan ya jadi jika sedikit dan hanya bisa 1 chapter perhari maklumin saja ya.

Salam sayang💕

Nur apni

Sambil nunggu update ada cerita baru baca yuk 👇.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang