Mas Ganteng dan Sandal Jepit

40.7K 1.8K 82
                                    

"Bernafaslah selagi di gratiskan! Kalau sudah membeli kamu bakal menyesal"

-Mas Tua!!-

_Nur Apni_

🍀🍀🍀

Markonah Juniawati adalah perempuan hebat yang diusianya saat ini, berjalan menyusuri trotoar sambil mengkhayal bahwa besok dapat makan nasi dengan lauk rendang daging dan bukan makan nasi campur air saja. Markonah terus berjalan dengan pakaian setengah basah karena habis mencuci baju majikannya. Ya, begini lah kehidupan Markonah yang sekolah cuma lulusan SMP itu bekerja, karena di zaman sekarang semakin berkembang di Negara nya semakin sulit untuk mencari uang. Jangan kan dia yang cuma lulusan SMP bahkan yang lulusan sarjana pun susah kalau tidak mempunyai privilege. Banyak bukti nyata mau cari uang harus keluar uang dulu. Situ waras!!

"Onah,"

Lengkingan suara dari seberang jalan mampu mengalahkan bisingnya kendaraan.

Merasa ada yang memanggil namanya dan sudah hafal dengan suara nyaring itu Markonah menghentikan jalannya dan menunggu si pemanggil, Onah atau yang bernama lengkap Markonah Juniawati terus memperhatikan sahabat seoroknya itu menyeberang jalan. Karena Onah tahu kalau sahabat nya itu tidak bisa menyebrang bahkan hal yang dilakukan sahabatnya saat ini bikin Onah geleng-geleng kepala. Bayangkan saja untuk menyeberangi jalan sahabatnya ini sampai memberhentikan pengendara motor yang melintas untuk membantunya menyeberang. Tidak ada akhlak memang sahabat satu-satunya ini.

"Makasih Pak udah bantu saya nyeberang jalan. Semoga di perlancar rezekinya." Ujar sahabatnya pada pengendara motor yang rela berhenti dan mau menolongnya untuk menyeberangi jalan.

"Aiish, lo ini kebiasaan Neng, kan udah gue ajarin kalau mau nyeberang liat kanan kiri. Jangan berhentiin motor orang. Kalau di gebukin gara-gara disangka begal tau rasa lo."

"Berisik Markonah yang penting gue sehat." Ujarnya membungkam mulut Markonah dengan tangan nya. "Eh lo abis cuci baju orang lagi?"

"Keliatannya gue abis ngapain? Masih basah gini."

"Berenang."

"Pala lo." Markonah menoyor kepala sahabat nya itu.

Sambil berjalan mereka terus berdebat dan yang membuat mereka tetap sahabatan sampai sekarang adalah mereka tidak pernah bertengkar yang benaran, maksudnya itu tidak sampai membuat jarak yang lama antara mereka. Mereka hanya pura-pura bertengkar, katanya agar hidup penuh banyak warna kayak iklan di televisi. Salah satunya adalah kejahilan Neneng-sahabatnya Onah ini yang tidak tahu tempat, selagi Onah jalan Neneng berpindah tempat berada dibelakang nya, karena Neneng berniat ingin menginjak sandal jepit Onah agar putus. Memang jahat , tapi ini lah kebiasaan nya karena melihat Onah marah adalah hiburan tersendiri bagi Neneng.

"Kan lo mah kebiasan Neng. Udah tau sandal gue dijepit peniti masih aja diinjak. Putus kan jadinya." Murkanya

"Gue ngga sengaja Onah, jangan marah ya , lagian sandal lo kan cuma 15 ribu dapat dua. Pasti putus satu masih ada satunya lagi!"

"Ngga ada. Gue beli satu doang. Lumayan hemat 8 ribu. Kan kalau satu 7 ribu. Pokoknya lo ganti sandal gue atau gue dorong nih ke tengah jalan."

Selagi Onah mengancam dan mengomel, dirinya tidak tahu kalau sandal yang di jepit pakai peniti yang telah putus itu berada ditangan Neneng sehingga detik berikutnya Neneng dengan keadaan tanpa dosa membuang sandal Onah dan lemparan sendal itu mengenai salah satu mobil yang melintas sehingga menyebabkan mobil tersebut oleng dan menabrak tiang listrik.

Braakk

Astagfirullahaladzim. Semua orang yang berada dijalan dan dipinggir jalan kaget melihat kejadian cepat itu. Mobil sampai mengeluarkan asap. Semua orang berlari menyelamatkan pengemudi begitupun Onah. Ketika pengemudi dibantu para warga keluar dari mobil ,Onah terus mengamati sambil memegang sebelah sandalnya.

"Mbak kalau mau main jangan sampai bikin celaka orang dong. Tuh liat gara-gara sandal butut mbak orang sampai celaka," Ujar salah satu warga kepada Onah.

Semua orang yang mendengar kini memandang Onah, karena diperhatikan dengan tatapan seperti ingin menguliti dirinya Onah menunduk takut dan berdiam diri bagai patung.

Sementara itu, setelah sadar dari kagetnya sang pengemudi mendekati Onah "Kamu harus tanggung jawab. Biaya kerusakan mobil dan terkilirnya kaki saya harus kamu yang biayai."

Semua orang memperhatikan, Onah masih berdiam diri di tempat tanpa siara bahkan pengemudi dan Neneng yang berada didekat Onah tidak dihiraukan. Semua yang berada didekat Onah menunggu jawaban Onah.

Perlahan Onah melihat kearah sang pengemudi.

"Mas ganteng!" Serunya.

Terkejut. Semuanya terkejut atas jawaban Onah, karena si pengemudi meminta untuk tanggu jawab bukan minta pujian. Tapi apa? Tingkah gadis ini membuat orang-orang disekitar nya tidak habis fikir bahkan membuat si pengemudi darah tinggi.

Publish,

Bekasi, 17 September 2020

Revisi,

Bekasi, 6 April 2021

Tekan bintang dan komentar nya jangan lupa😘

Follow akun wattpad dan instagram apni okay!! Username nya sama nurapni25

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang