Mas Tua!!8

9K 851 20
                                    

" Benci? Benar-benar cinta. Jangan lihat penampilannya lihat bagaimana hatinya."

-Mas Tua!!-

_Nur apni_

_Nur apni_

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💚💚💚💚

"Papi gak ngajar?"

"Nanti siang cuma ngajar 1 kelas aja."

Dito masih memperhatikan sang Papi yang sedang asik dengan laptopnya, kalau di perhatikan secara detail Papi nya ini memang benar-benar hot daddy, kenapa begitu? Bayangkan saja umurnya masih 40an, terus sering merawat diri dan suka kebersihan serta kerapian pantas saja banyak wewe-wewe, cabe, terong, bawang, ondel-ondel, tante girang pada mengejar-ngejar Papi nya tapi sayang semuanya hanya menginginkan harta sang Papi saja bahkan ada yang berkata bahwa Papi nya tepat menjadi partner buat di ajak kondangan biar tidak malu-maluin.

"Papi kemarin kemana?"

"Kerumah teman. Kenapa?"

"Bohong?!" Serunya.

Bagus bingung dengan anak nya pagi ini, kenapa banyak tanya biasanya Papi nya mau kemana dan sedang apa tidak pernah kepo tapi sekarang tiba-tiba kepo ada apa ini?

"Benerr ngapain Papi bohong."

"Perempuan?"

Karena sang anak masih terlihat penasaran akhirnya Bagus mengesampingkan pekerjaan nya dan mefokuskan dirinya menghadap sang anak.

"Kamu kenapa kok tanya-tanya Papi terus gak biasanya seperti ini?" Tanyanya.

"Kemarin Dito liat mobil Papi dijalan deket rumah teman Dito terus pas Dito mau samperin eh Papi keluar masuk kerumah perempuan, jadi perempuan itu siapa?"

Bagus salah tingkah mendengar pertanyaan sang anak, jujur jika mengingat itu kembali si adik kecilnya bangun kembali.

"Apa itu yang Papi beli buat jadi ibu baru Dito?"

"Sembarangan kamu," Elaknya sambil memukul bahu sang anak. "Papi gak mungkin beli perempuan kayak gitu gak cocok sama kita Dito. Lagian kenapa sih kamu mau banget punya ibu lagi?"

"Dito pengen dimanja Pi. Kayak teman-teman Dito dari dulu Dito cuma punya Papi, tapi Papi selalu sibuk kerja! Dito kesepian Pi." Keluhnya.

Menghembuskan nafas kasar, Bagus menarik anaknya dalam pelukan. Bagus ingin menyampaikan bahwa ia ingin meminta maaf atas kurang perhatiannya selama ini, Bagus tahu memang ia selalu sibuk bekerja sebab inilah cara melupakan masalalu nya. Bagus hanya ingin anaknya mengerti tapi malah ia yang tidak mengerti anaknya, Bagus pikir harta yang ia berikan kepada anaknya bisa membuat anaknya bahagia ternyata tidak. Anaknya kesepian!

"Papi minta maaf nak, Papi lalai mengerti kamu. Maafkan Papi." Ucapnya merapalkan kata maaf di telinga anaknya.

"Dito kesepian Pi."

"Dito lihat Papi," Melepas pelukannya dan menghapus air mata di pipi sang anak. "Doakan Papi nak, agar Papi bisa mendapatkan ibu buat kamu agar kamu gak kesepian. Papi bisa aja memilih diantara mereka, tapi Papi gak suka jika nanti mereka hanya ingin Papi dan harta Papi aja. Papi mau nya mereka juga menerimamu, karena sulit bagi Papi untuk bisa membuka hati karena Papi mau mereka menerimamu juga nak."

"Maafin Dito Pi, Dito selalu paksa Papi demi ego Dito, maaf ya Pi. Dito akan selalu doakan Papi mendapat jodoh yang baik. Karena Omah dan Opah pernah bilang jangan melihat seseorang dari penampilan nya tapi dari hatinya."

Bagus tersenyum menanggapi itu. Ia membenarkan nasihat kedua orang tuanya.

"Pi?"

"Hm?"

"Kok adik kecilnya bangun?"

Sial! Dia sangat malu didepan sang anak.

****

Hari ini Onah sangat sibuk melayani mahasiswa dan juga dosen-dosen yang ingin memakan bakso. Onah bersyukur dan berterima kasih kepada Neneng yang membantu nya. Ternyata inilah gunanya sahabat jika yang satu membutuhkan sesuatu selagi bisa dibantu pasti akan dibantu dan tidak pura-pura tuli saat sang teman bertanya sesuatu. Akhirnya Onah tidak mencuci sempak orang-orang lagi sekarang derajatnya dinaikan oleh Allah SWT walau hanya jadi pelayan kantin bakso ia sangat bersyukur.

"Mbak Onah, saya pesan Mie ayam pakai bakso dan minumnya pop Ice taro ya mbak."

"Siap Pak Bim." Ucapnya sambil hormat. "Pak Bima tunggu ya Onah mau bikin yang spesial buat Pak Bima."

"Oke. Jangan lama, saya menunggu kamu."

"Hah?"

"Maksudnya menunggu kamu bawa pesanan saya."

Onah jadi malu padahal ia berpikir bahwa memang ia yang ditunggu eh ternyata pesanannya.

Onah masih berkutat dengan berbagai mangkuk mie ayam dan bakso setelah semuanya selesai diracik, kini Onah bolak-balik membawa nampan ke meja-meja pembeli. Onah bersyukur tempat ia bekerja saat ini selalu ramai pembeli.

"Saya mie ayam dua sama es jeruk nya 2 dan air putih nya dua ya mang,"

Tiba-tiba mendengar suara itu Onah membuat jantungnya berdebar dan Onah membalikkan tubuhnya senyum lebar ia suguhkan kepada Mas tua nya itu tapi sedetik kemudian senyum itu perlahan memudar seiring rasa kecewanya. Onah pikir setelah kemarin bersama hampir beberapa jam membuat mas tu nya yang sayangnya ganteng tertarik kepadanya tapi sekarang Onah melihat mas tuanya begitu senang dan selalu tersenyum menatap perempuan itu bahkan terang-terangan mengejek Onah seolah memang Mas tuanya sangat jijik melihatnya.

"Onah pastikan Mas ganteng bakal jodoh dengan Onah karena memang itu takdir dari Allah. Nanti kalau Onah udah banyak duit pasti Onah bakalan cantik juga kayak perempuan itu." Batinnya.


TBC.

Publish, 8 November 2020

Untuk yang udah ngevote terimakasih banyak ya dan untuk yang belum Apni ucapkan makasih juga udah mampir untuk membaca.

Jangan lupa di tambahkan ke perpustakaan kalian atau Reading list kalian. InsyaAllah Mas Tua!! Bakal menemani kalian menunggu cerita yang kalian baca update.

Saranghae ❤❤

Salam sayang💕

Nur Apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang