Mas Tua!!-35

7.4K 562 67
                                    

Siapin diri kalian teman...

Happy Reading

💦💦💦

0

8123567xxxxx

Aku hamil.

Sebuah notifikasi muncul dari ponsel Bagus. Setelah melihat pesan itu Bagus langsung meminta izin kepada Dito dan Onah. Baik Onah dan Dito mereka mengangguk. Bagus segera menghubungi nya dirasa tempat yang ia pijak sudah tepat.

"Berapa bulan?" Tanya Bagus tanpa basa-basi.

"3 bulan sayang." Jawab suara disebrang sana.

Mendengar kata sayang membuat Bagus mendengus keras.

"Berapa yang kau mau?"

"Aku tidak mau apa-apa. Kecuali, dirimu bertanggung jawab sayang."

"Sekarang temui aku di cafe biasa bertemu." Perintahnya.

Tut.

Setelah itu Bagus langsung kembali ke tempat Dito dan Onah berada. Melihat mimik wajah Bagus yang berbeda ketika sebelum menghubungi seseorang Onah jadi merasa curiga, tapi, semua itu ia hilang kan sebab dirinya telah mengambil keputusan bahwa dengan menerima Bagus otomatis ia akan mempercayakan semua yang Bagus katakan dan lakukan.

"Dit, Papi ada urusan penting dan mendadak, kamu pulang sama Ibu kerumah kita saja dan hati-hati mengendarainya." Perintahnya kepada Dito.

"Iya Pi."

Bagus beralih ke Onah. "Saya pergi dulu ya. Ingat! Langsung pulang sama Dito kerumah kami. Saya pamit." Setelah mengatakan itu Baguss mencium kening Onah dan perbuatan tiba-tiba Bagus itu membuat Onah mematung untuk yang kesekian kali bibir sexy itu mendarat di sekitar kepalanya.

Setelah kepergian Bagus, Dito masih menghabiskan desert nya. "Ibu jadi bawa pulang makanannya?"

"Nggak usah Dit, saya udah kenyang." Tolaknya.

Dito mengangguk. "Ibu boleh gak kalau mulai sekarang panggilannya jangan saya lagi tapi jadi ibu biar enak di dengarnya. Pinta Dito.

"Saya usahakan ya." Ucapnya tersenyum. Tapi, didalam hatinya merasa khawatir atas kepergian Bagus tiba-tiba.

Dito yang tahu Onah perubahan raut wajah Onah membuat nya lega dalam hati ternyata perlahan ibunya mulai ada rasa benaran terhadap sang Papi.

"Ibu gak usah khawatir. Ibu harus terbiasa, Papi memang sering pergi mendadak, tapi, InsyaAllah Papi gak akan pergi pas lagi sayang-sayangnya."

Onah terkekeh mendengar penuturan Dito dan ia pun meng aamiinkan kalimat terakhir Dito.

****

"Butuh berapa kamu?"

Dilain tempat Bagus sudah sampai di tempat yang ditentukan nya.

"Tenang sayang, daddynya baby duduk dulu ya," Ucap wanita yang memakai baju kurang bahan itu sambil mengelus lengan Bagus, tetapi, Bagus langsung mensentaknya.

"Gak usah basa-basi Desi!" Murkanya. "Saya tahu itu bukan anak saya sebab kita hanya melakukan nya satu kali."

Wanita bernama Desi itu tersenyum. "Iya, iya, iya, satu kali maksudnya satu malam dan itupun berkali-kali. Kamu lupa? Kita tidur tanpa melepas penyatuan itu? Ingat waktu itu kamu menanamkan benih itu ke rahimku."

"Ayo lo bos. Kejadian lagi kan." Ucap si adik kecil.

Bagus menggerutu dalam hati bisa-bisa nya adik kecilnya berbicara yang bukan-bukan ketika seperti ini, "tapi, waktu itu kamu menikmati nya." Batin Bagus.

"Enggak. Abisnya gak sempit. Bos aja yang bohong. Nggak enak dibilang enak. Kualatkan."

Bagus tidak menganggapi omongan adik kecilnya. "Kamu lupa?" Tanya Bagus sambil terkekeh.

Desi mengernyit bingung. "Apa sayang?"

Bagus mendecih. "Sayang pala lo. Ok dari pada buang-buang waktu kita tes DNA saja, apa benar benih yang kamu kandung itu adalah benih saya atau bahkan om-om yang membayarmu."

"Jaga ucapan mu Bagus!" Teriak Desi. "Anak yang ku kandung adalah benihmu, kenapa kamu tega bilang kalau ini benih laki-laki lain?" Ucapnya menangis.

"Maka dari itu untuk membuktikan kita tes DNA."

Desi menyeka air matanya. "Nggak bisa karena belum lahir,"

Bagus tertawa terbahak. "Main lo kurang jauh. Makanya kalau main jangan cuma dibawah dan di apartemen aja," Ejeknya. "Zaman modern semua bisa dilakukan termasuk membuktikan bahwa benih itu adalah benih ku atau bukan. Persiapkan dirimu besok." Ucap Bagus pergi begitu saja tanpa belas kasihan kepada Desi.

Bagus berbalik "Oh ya, jangan sampai kejadian Dito terulang di benih itu. Karena saya tidak akan pernah merawat atau membesarkan nya seperti Dito saat ini. Ingat itu," Ancaman nya. Lalu berjalan meninggalkan Desi yang masih terisak.

"Salah apa gue di fitnah terus. Lo sih bos sering masuk lubang tanpa status, jadinya gini kan."

"Mana saya tahu. Saya kan juga butuh kepuasan batin. Kamu juga enak."

"Kepuasan mah sementara bos. Kalau bos punya status bahkan bos bisa lebih dari kata puas. Kan kalau kayak gini pasti saya yang disalahin. Punya bos gak punya akhlak. Boleh pindah ke tubuh orang lain gak sih?"

Bagus memukul si adik kecilnya dan ia merasa kesakitan disetujui tubuhnya.

"Ha ha ha. Kan kualat."

Bagus tidak menganggapi lagi, ia harus menyelesaikan masalah ini agar ia bisa secepatnya menikah dengan Onah, sebab ia telah melihat keberadaan Bima yang sudah berada di Indonesia. Ia tidak mau kalah saing.










TBC.

Publish, 8 Desember 2020

Follow nurapni25

Salam sayang 💕

Nur apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang