Mas Tua!!-39

8.4K 630 50
                                    

Follow dulu yuk nurapni25 sebelum membaca.

Jangan lupa tambahkan ke list kalian dan share, vote dan komentar nya juga boleh, sok dipersilahkan



😘😘😘



"Jadi, kamu mas?" Onah menggeleng-gelengkan kepalanya secara lambat.

Bagus menghela napas nya. "Jelasin tentang video itu?!" Perintah Bagus kepada Desi.

Desi menundukan kepalanya agar matanya tidak bertemu tatap dengan mata Bagus. Dirinya sangat takut ditatap seperti itu, sedangkan Onah pelan-pelan berdiri untuk pindah duduknya didekat Dito akan tetapi Bagus malah merangkul bahunya. "Kamu tetap diam disamping saya. Agar semuanya jelas terdengar." Bisik Bagus ditelinga kanan Onah.

Bagus, Onah dan Dito menunggu penjelasan dari Desi, tetapi sampai detik berganti menit Desi masih diam dan menunduk dalam. Tidak ada suara apapun diruang tamu tersebut kecuali suara helaan napas mereka berempat. Bagus yang sudah jenuh dengan rasa menunggu ini pun beralih menatap Dito. "Jelaskan video itu nak?!"

Dito yang merasa ditanya membenarkan posisi duduknya menjadi menghadap ke arah Bagus, jujur dirinya takut melihat Papi nya seperti itu, tapi ini demi kebaikan nya dan untuk semua nya jelas. Dito menarik napas lalu menghembuskan nya berulang-ulang kali. Karena Dito pun masih tidak mau menjelaskan tentang video yang dia punya akhirnya karena geram Bagus pun berdiri

Bugh

Bagus memukul Dito dan Onah yang melihat itu langsung menarik baju Bagus tapi karena tenaga nya tidak sebanding akhirnya dengan sekali dorongan Onah jatuh dikursi. Desi yang melihat itu langsung bergegas menuju Dito dan menghadap pukulan Bagus berkali-kali, tapi, Bagus tidak berhenti.

"Stop mas! Itu anak kamu, hentikan mas! Hentikan! Onah takut." Teriak Onah sambil duduk lesehan di karpet dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya. Bagus yang mendengar teriakan Onah langsung menoleh kearah Onah dan menghentikan pukulannya kepada Dito dan langsung memeluk Onah. "Maaf kan mas sayang. Maaf," Sesal Bagus sambil menciumi rambut Onah.

Sama halnya dengan Desi, ia begitu iba melihat keadaan Dito. Dengan berurai air mata Desi membantu Dito untuk menghindari Bagus, Desi berjaga-jaga agar Bagus tidak melakukan nya lagi sebab jika Bagus sampai melakukan nya lagi Desi takut Dito malah meninggal ditangan Bagus. Onah merasakan pelukan hangat membuat dirinya tenang. Sebab dirinya sangat takut melihat adegan kekerasan yang nyata didepannya ia jadi teringat kembali atas perlakuan ayahnya terhadap ibunya dan itu membuat nya trauma dengan aksi kekerasan secara fisik yang dapat melukai batinnya. Onah menurunkan kedua tangan nya dan menoleh pelan-pelan untuk melihat Bagus dan ternyata Bagus sedang menangis di Bahunya dan selalu bergumam kata maaf. Onah membalas pelukan Bagus dan itu membuat Bagus semakin erat memeluknya. "Saya gagal, saya minta maaf, saya gagal mendidik anak saya. Maafkan saya Onah, maafkan saya Santi, saya gagal mendidik anakmu. Maaf, maaf, maaf." Ujar Bagus sendu.

Onah dapat merasakan penjelasan Bagus dan rasa kecewa Bagus. Onah pun sama. "Sudah mas, sebaiknya mas jangan emosi, kita dengar penjelasan wanita itu tentang video yang Dito perlihatkan agar kita bisa tau kebenarannya." Usul Onah.

Bagus melepaskan pelukannya dan menghapus sisa-sisa air mata nya. Bagus perlahan berdiri dan membantu Onah untuk berdiri juga setelah itu dirinya mendudukkan Onah. Bagus melihat sekeliling dan dapat ia lihat jika Dito sedang diobati Desi diruang makan. "Dito, Desi sini!" Panggil Bagus dengan berteriak.

Dito dan Desi yang mendengar teriakan Bagus memanggil namanya pun beranjak dari ruang makan menuju ruang tamu tempat dimana Bagus dan Onah berada. Setelah sampai di ruang tamu baik Desi maupun Dito masih sama-sama berdiri demi apapun saat ini dirinya sangat takut dengan Bagus.

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang