Mas Tua!!-19

8.1K 711 23
                                    

Assalamu'alaikum.

Onah dan Mas ganteng hadir.

Pesan : Jangan minum es banyak-banyak ya, walau cuacanya mendukung tapi gak boleh banyak-banyak gak baik buat kesehatan

Selamat membaca

🙂🙂🙂🙂

Biasanya kalau weekend waktunya kita untuk bermalas-malasan tapi beda lagi dengan Onah dari subuh ia sudah direpotkan dengan kedua bayi besar, entah ada niatan apa mereka berdua kompak seperti ini yang pasti bikin Onah kesal dengan tingkahnya.

"Kalian ini dari subuh ngapain sih kesini?" Tanyanya dengan kesal.

"Pulang." Jawab mereka berdua

"Tapi, rumah kalian bukan disini." Geramnya.

"Biasanya juga ibu senang kalau bertemu Papi tapi ini malah marah-marah melulu dari pagi."

Sekedar informasi sekarang Dito sudah memanggil Onah dengan sebutan Ibu. Bukannya Onah tidak suka ada tamu dirumah nya tapi ia tidak bisa leluasa kalau hanya Dito saja tidak apa-apa lah ini ada laki-laki yang sudah berumur walau tidak tua-tua banget.

"Emang kalian gak ada kerjaan?"

"Dito libur bu."

Onah menatap Bagus. Tapi Bagus malah santai saja ditatap.

"Kamu gak ada kerjaan mas?"

Bukan nya menjawab, Bagus memberikan handphone nya kepada Onah. Onah yang tidak mengerti cuma mengerutkan kening.

"Coba kamu lihat ini, dari pagi marah-marah melulu gak capek apa?"

Onah melihat handphone Bagus menampilkan Baju couple. "Apa maksudnya?"

"Pilih saja yang mana. Nanti tinggal cekout." Perintahnya.

Onah jadi oleng melihat tingkah Bagus yang seperti ini, biasanya ketus dan cuek tapi ini ketus dan banyak omong jadi Onah merasakan kalau Bagus itu kerasukan jin bawel sebab dari tadi banyak memerintah sudah kayak suami. Apa Bagus mau uji Onah jadi istri ya?

"Ini," Onah mengembalikan handphone Bagus

"Nggak salah?"

"Nggak ini bagus kok kayak nama mas ganteng." Ucapnya polos

"Bukan masalah bagusnya Onah tapi masalah nya ini warna pink. Ayolah jangan ini, ganti warna!"

Onah mendengus dan meninggalkan Bagus begitu saja sedangkan Dito mengambil alih handphone Bagus. "Ini cocok Pi, kiyowo."

"Bahasa apa lagi itu nak?"

"Bahasa Korea Pi, artinya lucu atau imut."

"Tapi Papi gak suka warnanya Dito."

"Terserah Papi sih, katanya mau mendekatkan diri ke Ibu harusnya turuti aja yang ibu mau."

Bagus menolehkan kepalanya mencari Onah.

"Panggil Ibumu sana?!"

Dito berdiri dan berjalan menuju belakang rumah Onah sebab tadi ia melihat Onah berjalan ke pintu belakang.

Disisi lain Onah berfikir ada yang aneh dengan tingkah Bagus dan Onah tidak mau baper nanti takutnya tersakiti. Itu tidak baik untuk jiwa dan raganya.

"Bu dipanggil Papi."

Onah menoleh mendapati Dito yang berdiri di pintu.

"Mau apa lagi? Aku lagi mau kasih makan kelinci."

"Papi dipanggil Ibu," Teriak Dito.

Bagus muncul di balik Dito. Ia mengangkat alisnya seolah bertanya 'ada apa'.

"Papi bantuin Ibu kasih mam kelinci Pi."

"Kamu yakin Dito?"

Dito mengangguk dan menarik tangan Bagus untuk melihat-lihat kelinci itu tapi Bagus malah seperti orang ketakutan.

"Ayo Papi jongkok nanti kelincinya takut lihat raksasa."

Bagus dengan hati-hati berjongkok dan melihat kelinci yang sedang makan itu.

"Ini punya kamu semua?"

"Iya."

Shit!

Bagus panik sendiri ketika kelinci itu berada di selangkangan nya, keringat sudah mengucur deras dari pelipisnya. Ia mencari Dito tetapi tidak ada. "Kemana perginya itu anak"
Sedangkan Onah melihat Bagus yang berkeringat itu mulai berfikir liar apa lagi saat melihat belalang-nama kelinci putih Onah yang berada di selangkangan Bagus. "Besar banget." Batinnya.

Onah menelan ludahnya. "Apa muat ya?" Gumamnya.

"Onah tolong saya, saya takut sama kelinci." Panik Bagus.

Onah yang sedang memikirkan hal yang iya-iya tersadar.

"Mas ganteng takut kelinci? Aneh."

"Cepat Onah jangan banyak omong ini tuh geli."

Dengan ragu-ragu Onah mengulurkan tangan nya untuk mengambil si belalang. Perlahan tapi pasti, "ih jangan gerak dong. Nanti salah pegang." Kesalnya.

"Makanya kamu hati-hati kalau sampai si kecil bangun. Saya hukum kamu!" Ancam Bagus.

Onah terkikik geli mendengar ucapan Bagus. 'Si kecil' gila kecil dari mana nya besar gitu.

Ssstthhh

"Pelan-pelan."

"Iya sabar makanya jangan banyak gerak."

"Abisnya kamu lama."

"Awasin tangan kamu."

"Mau ngapain?"

"Udah biar saya aja yang pegang."

"Jangan. Saya aja. Makanya jangan gerak! Diam. " Perintah Onah.

Aahhhh

Shhhh

Ahh

"Papi, Ibu kalian ngapain?"

Baik Onah ataupun Bagus sama-sama menengok ke arah Dito.

"Ngapain emang?" Tanya Bagus

"Itu Papi mendesah gitu. Jangan lakuin yang iya-iya. Suruh sabar adik kecil Papi jangan bandel."

"Siapa yang ngelakuin itu orang Papi digesek sama tuh kelinci." Ucap Bagus, lalu berdiri menuju kamar mandi



Tbc

Publish, 19 November 2020

Salam sayang,

Zayn malik, Tyuzu dan Lucas 💕

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang