Mas Tua!!-40

9K 577 41
                                    

Mas ganteng dan Onah comeback..

Apni cuma mau ngucapin terimakasih untuk yang sudah setia membaca, setia menunggu update nya dan terimakasih untuk pembaca lama kalian tim pensport apni. Dan untuk pembaca baru terimakasih juga semoga betah dilapak apni. Love you😘😘




Selamat membaca


☺☺☺


Beberapa hari buruk berlalu, Bagus telah mengambil keputusan Terima atau tidak terimanya, keputusan nya harus dan wajib diterima. Bagus telah memutuskan siap tidak siapnya Dito harus bertanggungjawab dengan menikahi Desi dan membangun rumah tangga nya sendiri setelah anak yang berada didalam rahim Desi lahir, terhitung sisa 6 bulan. Banyak pertentangan mulai dari Dito dan Onah yang menolak. Tapi, Bagus tetap pada keputusan nya. Dito dan Onah hanya bisa pasrah sedangkan Desi sudah lega karena tidak terlalu menjadi beban nya sendiri walaupun ia harus menikah dengan anak yang seusia adiknya.

Hari ini Bagus sedang berada ruang Rektor, disamping nya sudah ada Bima dan didepannya sudah ada Rektor. Selama hampir 1 jam mereka berdiskusi masalah yang lalu akhirnya Bima memilih tidak mempermasalahkan itu semua dan Bagus pun masih dapat mengajar, mereka sudah saling memaafkan.

"Terimakasih Pak Bima." Ucap Bagus tulus.

Bima tersenyum, "iya sama-sama Pak Bagus, saya minta maaf sebab sudah berlebihan waktu itu.

Bagus mengangguk. " Iya Pak, kalau gitu sahabat duluan ya. Dan ini," Bagus memberikan sebuah undangan berwarna gold.

Bima menerima itu tersenyum ikhlas. "Woow, selamat ya Pak Bagus, semoga dilancarkan sampai hari H." Ucap Bima sambil menjabat tangan Bagus.

"Aamiin. Terimakasih semoga Pak Bima ikhlas,"

Bima terkekeh. "Pasti, sebab saya cuma mau lihat keseriusan Bapak aja. Ternyata benar, bapak maupun Onah memang pasangan yang saling melengkapi."

"InsyaAllah, kalau gitu mari Pak Bima, saya duluan,"

Bima mengangguk. "1 tahap lagi, kerjaku selesai." Gumamnya.

****

"Dek kok diam sih, kan Mas udh turutin mau kamu, dari mulai kamu yang minta Mas mengubah panggilan kita jadi aku-kamu, terus disuruh lembut, disuruh ini itu kan mas mau masa kaamu masih diamin mas sih." Ujar Bagus frustasi.

Onah masih bergeming, dirinya masih sibuk melihat beberapa kekurangan untuk persiapan pernikahan nya dengan Bagus. Ya, akhirnya Onah sudah siap dan tidak ragu lagi atas keseriusan Bagus. Onah sudah mantap menyandang status sebagai Nyonya Wibowo yang dijuluki Sultan Darmawangsa. Sebenarnya bukan karena Bagus kaya raya atau terpandang Onah mau menikah dengan Bagus, akan tetapi, melihat beberapa belakangan ini tentang keseriusan Bagus membuat nya mantap hidup sampai menutup mata bersama Bagus bahkan sampai akhirat nanti.

"Dek," Ujar Bagus sambil mengecupi wajah Onah.

"Diam Mas." Omel Onah. "Ngga liat apa? Onah lagi lihat ini. Jangan gini dong wajah Onah basah nih," Tangan Onah menjauhkan wajah Bagus dari wajahnya.

"Galak banget," Gumam Bagus

"Apa?!"

"He he, gak kok gak. Cantik banget calon Nyonya Wibowo."

Kedua pipi Onah memerah. Mas Ganteng nya sekarang benar-benar sudah berubah walau masih menyebalkan. Tapi, perlakuan nya sungguh manis akhir-akhir ini, Onah berharap Mas ganteng nya tetap seperti ini cuek-cuek manis.

"Jiah, tersipu nih yee." Goda Bagus.

"Apaan sih Mas, gak jelas banget deh." Elak Onah yang diam-diam sambil menahan senyumnya.

Bagus suka mengoda, bercanda, bermanja, tertawa dan tersenyum ketika bersama Onah saja. Entah mengapa dirinya sangat senang jika menjahili Onah, dari yang membuat Onah kesal, tersipu, bahkan Onah juga tidak jarang untuk bermanja kepada Bagus. Bagus sudah memberitahu Onah bahwa Onah harus menerima keputusan nya tentang permasalahan Dito dan perlahan Onah menerima. Kalau memikirkan permasalahan percintaan Dito dan Onah mereka berdua terbalik, Dito jelas-jelas masih ting-ting tapi dapat si tante dan Onah yang masih ting-ting juga tapi dapat si Om, kayak nya dunia memang adil sih, yang terpenting mah banyak-banyak bersyukur agar dapat yang terbaik bahkan didunia memang tidak ada yang sempurna tapi jika saling melengkapi pasti akan sempurna, cuma tunggu waktu nya saja.

"Mas, ini makanannya kok gak ada makanan tradisonal nya sih. Pokoknya ganti menunya harus makanan tradisonal semua! Walaupun yang diundang kebanyakan tamu mas, kita harus memperkenalkan makanan tradisonal juga." Protes Onah.

"Ok,"

"Ih mas kok gitu. Onah tadi bilang apa? Pasti ngga dengerin nih orang."

"Ganti menu makanannya jadi tradisional jangan menu internasional semua." Jawab Bagus sambil menirukan gaya bicara Onah.

"Kan, kan, mulai lagi."

Begini lah kehidupan mereka setelah saling mengenal, ternyata Bagus itu tipe orang yang mudah terbuka dan percaya sama orang yang jelas-jelas sudah ia percaya, selalu ada perdebatan kecil di keduanya tapi itulah hubungan, setiap kerikil kecil-kecil pasti ada tinggal disikapi nya jangan terlalu berlebihan, yang jelas semua akan indah pada waktunya..








TBC.

Publish, 21 Desember 2020

Maaf Baru bisa update.

Salam sayang

Nur Apni.


Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang