Mas Tua!!-16

8.2K 756 15
                                    

Hai Bagus dan Onah datang kembali...

Baby boy juga hadir

Ramaikan Oke.

Maaf typo

Selamat membaca

😘😘😘😘

Adzan subuh telah berkumandang Onah yang baru saja tidur jam 2 malam kini dengan terpaksa membuka mata. Semalam Dito demam, entah apa penyebab nya yang pasti Onah tidak tahu bahkan ketika melihat mata Dito yang sembab membuat Onah semakin penasaran tentang apa yang terjadi. Onah melangkah menuju kamarnya untuk melihat Dito sebab semalam Dito dibawa ke kamarnya untuk membuatnya nyaman. Saat membuka pintu Onah tidak melihat tanda-tanda keberadaan Dito, lalu Onah menuju kamar mandi di dekat dapur karena kamarnya tidak memiliki kamar mandi didalam, saat melihat pintu kamar mandi terbuka Onah tidak melihat Dito dan sekarang Onah berjalan menuju pintu keluar dan memastikan Dito diluar tapi nihil tidak ada tanda-tanda keberadaan Dito. Onah panik dan khawatir dengan keadaan Dito sebab panasnya masih belum turun juga ia berniat pagi hari membawa Dito ke klinik.

"Aduh kemana sih ini si baby boy?" Gumamnya panik. "Kalau sampai hilang bisa-bisa di omelin gue sama mas ganteng yang comingsoon jadi suami." Onah terkikik membayangkan itu.

"Dih kayak orang gila ketawa sendirian. Ngapain lo?" Tanyanya sambil menepuk kepala Onah.

Onah menoleh kebelakang, Neneng datang waktu yang tepat.

"Neng bantuin gue cari baby boy Neng?! Dia hilang." Ucapnya panik.

"Udah gede masa hilang siapa yang mau culik?"

Onah menoyor kepala Neneng. "Banyak Neng. Lo juga mau!" Sungguh Onah. "Lagian Neng dia kabur dari rumah gue gak tau kapan yang pasti pas gue bangun hilang gitu aja malahan lagi demam kalau tambah parah gimana?"

"Lo kan di beliin handphone sama baby boy ya, Nah hubungi aja coba."

Onah menghembuskan nafas pelan. "Neng, masalah nya semalam baby boy gak bawa apa-apa. Baby boy pingsan didepan rumah gue waktu hujan lebat dan petir melulu."

"Heh masa? Emang ngapain tuh si baby boy? Kan dia punya rumah." Tanyanya bingung.

Onah menghela nafasnya. "Gue juga gak tau Neng, seperti nya dia lagi ada masalah. Soalnya pas gue bawa masuk kedalam ketika gue liat matanya kayak orang habis nangis, sembab banget." Jelasnya.

"Mungkin diomelin si Mas Tua kali."

Masa iya? Tapi mungkin juga sih soalnya mas ganteng kan sensi banget ke Onah, mungkin ke anaknya pun sama. Tapi kalau dilihat waktu itu mas ganteng nya sangat sayang ke Dito tidak mungkinlah kalau dimarahin. Onah pergi meninggalkan Neneng tanpa pamit dan tidak menghiraukan teriakan Neneng. Berjalan tanpa tujuan mencari Dito, Onah berharap ia bertemu Dito entah mengapa hatinya tidak enak.


***

Seorang laki-laki duduk sambil berurai air mata didepan gundukan tanah yang bertuliskan Ismaya. Sudah 17 tahun yang lalu sang Mami meninggalkan nya bersama sang Papi, mengingat sang Papi air mata nya semakin deras seperti hujan. Kemana Papi nya yang dulu?

"Dito salah apa Mi? Sampai Papi berkata seperti itu. Hati Dito sakit Mi. Apa salah Dito ya Mi?" Tanyanya sambil mengelus tanah dan bunga-bunga yang baru ia taburkan.

"Kalau Dito salah biasanya Papi cubit bokong Dito. Tapi, sekarang Papi mengucapkan kata-kata yang Dito gak mau dengar. Dito tau kok Mi kalau mami dulu bekerja seperti itu tapi apa salah ya Dito lahir dari rahim ibu yang bekerja seperti mami? Andai waktu mau diciptakan Dito bisa memilih Dito gak akan memilih karena bagi Dito mami tetap manusia yang cuma salah dalam mengambil keputusan untuk bekerja. Mi, jantung Dito sakit banget." Lirihnya memeluk gundukan tanah itu. "Dito mau disini aja sama mami. Papi udah gak sayang sama Dito lagi ya Mi? Tolong cubit bokong Papi biar nanti Papi rasain sakit kayak Dito sekarang." Adunya.

Disaat seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan cinta dari kedua orang tua yang utuh, walau umur mereka sudah dewasa tetap saja mencari tempat cerita kepada orang tuanya mau itu lewat doa atau secara langsung. Seperti sekarang ini tanpa tahu kesalahannya Dito dihukum dengan cara seperti ini oleh Papi nya. Lucu saja tanpa tahu kesalahan nya dihukum ini sangat konyol.

"Papi gak cari Dito Mi? Papi sudah seperti Rangga, Papi jahat."


****


Laki-laki yang mengenakan baju batik terus berjalan menyusuri koridor kampus dengan raut wajah yang sulit terbaca. Dingin, tatapan mata tajam dan seperti ada aura hitam semua yang berpapasan dengan nya mengurungkan niat untuk menyapa. Berjalan menuju salah satu tempat di kampus ini ia terus berjalan tegas tanpa memperdulikan pasang mata yang melihat nya.

"Dimana anak saya?!" Tanyaya dingin.

"Yang mana?" Balasnya bingung.

"Nggak usah sok-sokan gak tau. Cepat bilang dimana anak saya?!" Bentaknya.

Semua orang yang berada dikantin melihara kearah laki-laki dan perempuan. Mereka sangat iba dengan perempuan itu.

"Hilang!"

"Jangan bohong kamu karena pasti kamu sembunyikan, iya kan?"

"Makanya kalau jadi orang jangan marah-marah terus, emang dikira semua orang bisa menerima kemarahan. Nggak! Asal kamu tau Seganteng-gantengnya kamu kalau sikap mu begini terus pasti semua orang bakal menghilang."

Tanpa menjawab laki-laki itu pergi begitu saja dengan wajah yang sudah memerah seperti terbakar.

"Kenapa Pak Bagus Nah?"

"Nggak tau tuh Pak Bim, lagi PMS kali."






Tbc

Publish, 16 November 2020

Salam sayang💕

Nur apni kyungsoo.

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang