Mas Tua!!-5

10.1K 897 42
                                    

"Berkali-kali ketemu sudah pasti bakalan jadi jodoh"

-Mas Tua!!-

_Nur apni_

🐒🐒🐒


Setelah menunaikan sholat dzuhur, ular-ular kecil yang berada di dalam perut Bagus berdesis ingin makan karena laper sebab dari tadi Bagus hanya minum kopi dan air mineral saja dan ular-ular protes karena ia merasa kembung terkena air terus-terusan. Karena jadwal mengajar masih ada 1 jam lagi akhirnya ia ingin mencoba makan bakso di kantin dengan membayangkan sambal dan jus jeruk bikin air liurnya menetes. Kini ia berjalan menuju kantin setiap mahasiswa ataupun dosen selalu tersenyum dan menyapa ketika ia lewat. Bukan nya sombong atau apa, memang dirinya sudah ganteng, duda, ditambah hartanya tidak akan habis 14 turunan makanya banyak yang tebar pesona dan terang-terangan mengoda ia tetapi ia tidak tertarik karena cinta nya masih untuk sang istri tercinta dan anak semata wayangnya.

"Mbak pesan bakso yang kecil-kecil sama jus jeruknya ya."

"Sudah itu aja Mas-?" Tanya wanita itu, "Mas ganteng. MasyaAllah kita dipertemukan terus ya, Jangan-jangan kita jodoh." Ucapnya senang sambil mengedipkan sebelah mata.

Bagus bergidik ngeri melihat tingkah manusia yang paling ia hindari. Mau pergi tapi perutnya berkhianat agar tetap disini untuk makan bakso.

"Amit-amit cabang bayi." Bagus mengusap-usap perutnya. "Udah cepat bikinin yang enak kalau gak enak saya gak akan bayar." Setelah mengucapkan itu Bagus meninggalkan Markonah-wanita itu tanpa mau menunggu jawabannya, lalu ia duduk di meja pojok.

"Mas ganteng kenapa ya ngeliat Onah kok jijik gitu?" Gumamnya.

Markonah meracik pesanan bakso dan jus jeruk pesanan mas ganteng. Kalau dipikir-pikir mas ganteng mirip sekali sama paman salim pemain Elif. Brewoknya bikin Onah mau pipis liatnya.

"Silakan di nikmati bakso dan jus jeruk bikinin chef Onah yang wajah nya sebelas duabelas dengan chef Renatta." Ucapnya PD.

Bagus yang sedang memainkan ponsel terkejut dan ingin muntah mendengar ucapan wanita aneh ini. Sedangkan mahasiswa yang sedang nongkrong dikantin tertawa mendengar ucapan Onah.

"Chef Renatta nangis dengar kamu ngomong gitu. Jangan kan disamakan dengan kamu dengan kuku-kuku kamu aja dia gak bakal mau." Ketusnya.

Onah tertawa mendengar nada ketus dan jawaban mas ganteng nya. Liat bibir nya bergerak-gerak jadi mau cium itu bibir.

"Ngapain sih kamu masih disini saya mau makan kalau liat wajah kamu tuh gak jadi gak nafsu tau gak." Omelnya.

"Yakin? Onah ramal tahun depan mas ganteng bakalan jadi suami Onah dan gak bisa jauh dari Onah, karena Onah itu candu buat mas ganteng."

Wajah Bagus merah bukan karena malu atau terpesona tapi benar-benar marah dan muak atas ucapan Onah.

"Mau kamu atau saya yang pergi?" Murkanya.

"Oke selamat menikmati."

Onah bukannya takut tapi Onah tidak mau dipecat karena ia mebuat pelanggan jadi murka.

Sruuttt

Suara sruputan kuah bakso sangat sedap beda dari hari-hari biasanya. Racikannya benar-benar berbeda seperti ada rasa rahasia didalamnya.
Setelah bakso dan jus jeruk sudah habis masuk kedalam perutnya kini ular-ular kecil didalam perutnya mungkin tertidur karena kenyang sebab perutnya sudah sepi tidak berbunyi lagi. Ia bangkit dari duduknya dan membayar pesanannya tadi.

"Jadi berapa?"

"15 ribu semuanya mas." Ujar Mang Ujang-pemilik warung bakso.

Dimana Onah? Mari kalian fokuskan dibalik etalase Onah sedang meracik bakso dan mie ayam matanya mencuri pandang kearah mas ganteng nya. Ia bingung kenapa kalau bicara sama orang lain mas ganteng nya biasa saja tapi kalau sama dia mau gelut terus.


****

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak lagi membalas pesan sang anak sebab sekarang sudah waktunya jam mengajar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak lagi membalas pesan sang anak sebab sekarang sudah waktunya jam mengajar. Setelah 2 jam mengajar kini Bagus sudah berada diruangnya bersiap-siap untuk pulang tapi saat ingin memasuki mobilnya ia melihat wanita yang membuat nya selalu darah tinggi sedang berjalan sambil tersenyum-senyum tidak jelas.

"MAS GANTENG," Teriaknya sambil berlari menuju kearahnya sialnya pintu mobil yang Bagus buka tidak juga bisa buka.

Onah berlari dan terus lari sampai tiba didepan Bagus dengan senyum yang ia buat semenarik mungkin

"Tatapanmu, senyumanmu, tiada pernah aku lupakan." Onah menyanyi sambil menggesekan tangannya meraba brewok Bagus dan yang semakin membuat Onah makin bahagia karena bisa merasakan geli-geli nikmat.

Tak!

Sekumpulan kertas mendarat dikepala Onah membuat ia kesakitan dengan teganya Bagus memukul kepalanya berulang-ulang kali dengan kertas-kertas tersebut.

"Mas ganteng jangan gini dong. Nanti kalau Onah jadi anemia gimana? Gak Onah ingat baru tahu rasa."
Sunggutnya.

"Anemia?" Tanyanya menautkan alis.

"Iya yang kayak di sinetron yang kalau kecelakaan tiba-tiba hilang ingatan." Ucapnya sambil mengusap kepalanya.

Rahang Bagus serasa jatuh. Anemia? Hilang ingatkan?

"Itu amnesia bodoh. Kalau anemia itu kurang darah merah. Kalau saya dekat kamu jadi darah tinggi." Geramnya.

Mendengar ucapan Bagus Onah hanya menampilkan senyumnya itu yang membuat Bagus semakin mau menggitnya bukan karena gumussh. Aduh mas tua!! Semakin tua semakin gantengg." Onah terkikik.

TBC.

Publish, 3 November 2020

Terimakasih telah menikmati dan membaca. Ciuman mas ganteng buat kalian 😘

S

alam  sayang 💕

Nur apni, Onah dan Mas ganteng.

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang