Mas Tua!!-14

8.5K 682 23
                                    

"Jangan terlalu menanyakan tentang masalalu sebab masih ada luka yang masih basah"

-Mas Tua!!-

_Nur Apni_

😎😎😎😎



Bukan ingin membenci atau menghakimi tetapi ada luka yang tidak kalian ketahui, tidak semua manusia yang tidak memiliki masalalu entah itu buruk ataupun baik. Tertinggal dengan luka membuat Bagus kecewa dengan dirinya sendiri karena sudah bertahun-tahun lamanya luka Bagus belum mengering luka itu masih basah. Entah mengapa kejadian waktu Bagus kecelakaan karena sebuah sandal kini luka itu terbuka kembali rasanya seperti ingin mengakhiri hidupnya tapi itu sama saja tidak percaya akan takdir, sampai sekarang Bagus masih berupaya mengikhlaskan yang terjadi di masalalu.

"Kamu kenapa?"

Bagus tidak menjawab ia terus menghisap rokoknya.

"Bagus kamu kenapa? Mau cerita?" Tanya suara lembut itu.

Baguak menoleh dan masih menghisap rokok ditangannya. "Nggak apa-apa." Jawab Bagus.

Karena melihat Bagus yang sama sekali tidak tertarik dengan percakapan akhirnya wanita bersuara lembut itu duduk dipangkuan Bagus dan mengambil rokok yang berada di bibir Bagus dan mengantikannya dengan bibirnya perlahan demi perlahan Bagus mulai menikmati permainan wanita itu sampai beberapa menit bibir mereka berdua berpisah karena kehabisan nafas. Bagus menyeka air liur yang berada di bibir wanita itu dan semakin menekan bahu wanita itu agar adik kecilnya merasakan tekanan dan gesekan.

"Mau lanjut?" Tanya wanita itu dengan genit.

Bagus mengangguk ini adalah cara nya melampiaskan segala fikiran yang bercabang dengan menikmati permainan itu dalam waktu yang lama sampai mereka mendapatkan sebuah kenikmatan. Bagus mengelus punggung dan mengecupi seluruh bagian wajah wanita itu.

"Selalu nikmat sayang." Ucapnya dan mendaratkan ciuman singkat dibibir wanita itu. "Sekarang kamu tidur jangan menggoda ku lagi, jika kamu menggoda lagi akan ku pastikan kamu nggak akan mau melepas adik kecilku."

Sambil mengelus-elus punggung wanita itu Bagus menurunkan tidurnya sampai dibagian si kembar besar itu, Bagus menekan kepalanya agar ada dibelahan kembar empuk itu. Bagus sudah lupa waktu biasanya jika ada masalah pelampiasan nya hanya rokok dan minuman keras tidak sampai tidur bersama sampai intim seperti yang dilakukannya tadi. Bagus sudah melupakan seseorang yang menjadi sumber kehidupannya selama ini Dito-anaknya, Bagus lupa akan hal itu sedangkan dirumah besar Dito bolak-balik membuka gorden dan pintu untuk melihat apakah Papi nya sudah pulang, Dito sangat khawatir karena sang Papi tidak bisa dihubungi dan tidak biasanya semarah-marahnya sang Papi pasti akan menghubungi jika pulang terlambat dan selain khawatir Dito juga merasakan rasa yang tidak bisa dijabarkan ada rasa sakit, perih, galau bahkan kecewa.

To : Papboy👨

Papi dimana?
Kapan pulang?
Dito minta maaf😔
Pi?
Papi?
Pi?
Pi?
Pi?

Walau tidak mendapat respon Dito terus melakukan panggilan ke nomor sang Papi sampai sekarang sudah ada 87 panggilan keluar dan karena sudah mengantuk akhirnya perlahan mata Dito tertutup memasuki alam mimpinya.

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang