Mas Tua!!-23

8.2K 685 28
                                    

Follow ya ☝☝☝☝ nanti aku follback

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Follow ya ☝☝☝☝ nanti aku follback. Yang cepat ya, kalau udh follow tolong DM ya 'Apni follback'

 Yang cepat ya, kalau udh follow tolong DM ya 'Apni follback'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Follow juga Oke.

Catatan: Kalau cerita ini sudah selesai atau tamat nanti ada pertanyaan dan ada hadiah 🎁 makanya follow akun instagram dan wattpad ku, Oke.

Share atau bagikan cerita Mas Tua!! Ini ke teman kalian agar dapat hadiahnya banyak.



❤❤❤❤

Tiga hari tanpa kehadiran Bagus membuat Onah galau. Memang cinta pandangan pertama itu susah untuk dihapus atau dilupakan. Andai waktu itu sandal Onah tidak bertabrakan dengan mobil Bagus mungkin beberapa bulan terakhir ini Onah tidak mengenal Bagus, selain mengenal Bagus Onah juga mendapat bonus kayak beli satu gratis satu. Sudah dapat si duda dapat bonus anaknya. Bagus sama mantan istri nya saja jika di silangkan menjadi sosok Dito, kalau Onah yang di silangkan dengan Bagus akan seperti apa ya anaknya kelak? Xiumin EXO atau Jirayut DA Asia? Yang pasti tidak kalah ganteng atau cantiknya. Bentukan seperti Bagus itu harus diperjuangkan, lihat saja bulu mata lentiknya yang diinginkan setiap wanita, bibir sexynya yang sering kali bikin khilaf dan matanya yang memancarkan sebuah cinta. Onah selalu yakin dengan kalimat yang selalu ia dengar 'Allah itu maha membolak balikan hati manusia' percaya saja yang tadinya belum ada rasa jadi ada rasa. Hidup itu harus berjuang karena kalau tidak berjuang kamu tidak akan merasakan apa itu susah dan gampang.

"Neng Onah ngelamun aja." Ucap Mang Ujang menepuk bahu Onah. "Mikir apa neng?"

"Eh.. Itu Mang saya mungkin kecapean aja."

"He he he, neng Onah mah lucu kalau lagi galau, cucu mamang udah ada 12 seperti Timnas, mamang juga pernah muda. Cinta memang seperti itu. Disaat kita mencintai orang itu belum, disaat sudah tidak mencintai orang itu malah mencintai. Disaat ada malah tidak dianggap, ketika sudah pergi baru terasa kehilangan. Jadi mamang tau kalau kamu lagi galau."

"Si mamang ini udah kayak cenayang."

Mang Ujang yang sedang mengiris daun bawangpun meletakan pisaunya. Ia mau lebih fokus ke Onah sebab Mang Ujang sudah menganggap Onah ini anaknya.

"Gini Nah, seperti yang mamang bilang tadi, inti dari semua itu cukup berdoa dan meminta kepada yang maha Kuasa aja. Apalagi kita manusia tidak boleh mencintai manusia melebihi cinta kita ke Allah. Cukup cintai Allah, maka manusia yang dipilihkan Allah akan datang dengan cinta yang tulus." Mang Ujang memasukan irisan daun bawang itis ke mie ayam buatannya. "Jika sholat dan berdoa, mamang cuma pesan jangan kamu menyebut namanya dalam doa tapi, sebutlah ciri-ciri yang kamu idamkan. Jika kamu menyebutkan nama lelaki itu percayalah Nah itu seperti memaksa dan berharap."

"Lantas seperti apa kita harus mencintai orang itu mang? Tanpa memaksakan?"

"Cukup sebutkan ciri-ciri yang paling menarik ketika kamu melihatnya, insya Allah kamu akan mendapatkan," Ucap seseorang

Onah dan Mang Ujang menoleh ke samping kanan, disana sudah ada laki-laki dengan senyum manis semanis madu yang baru di panen.

"Benar. Lagi zaman sepertiga malam. Tapi, seharusnya doanya jangan di sepertiga malam aja, tapi, ketika berdoa di sholat lainnya." Sahut Mang Ujang.

"Iya," Bima mengangguk. "Jika laki-laki ditanya punya apa? Lantas jawab harta, karir, bahkan yang paling romantis itu menjawab 2 raka'at sebelum subuh. Intinya kamu harus cari yang bisa bertanggung jawab sebab laki-laki yang dapat bertanggung jawab adalah laki-laki yang bisa memenuhi kriteria perempuan. Jangan terlalu melihat fisik, jika kamu punya uang dan ia punya uang beli lah skincare pasti jadi terlihat menarik." Jelasnya panjang kali lebar.

Mang Ujang tersenyum dan mengangguk.

"Pak Bima tau skincare?"

Bima terkekeh. "Iya biar ganteng dan biar gak kalah saing. Masa iya perjaka kalah sama duda."

"Kan duda dan janda semakin didepan apalagi kalau uang kertasnya banyak mas," Ucap Mang Ujang.

"Betul banget." Bima mengacungkan dua ibu jarinya.

Onah memperhatikan Bima ternyata memang kalau dibandingkan Bima lebih baik secara apapun dari Bagus, tapi entah mengapa Bagus lebih terlihat menarik dibanding Bima.

"Mbak Onah, saya boleh minta nomor handphone nya?" Tanya Bima.

"E-eh untuk apa Pak?"

"Ada sesuatu. Boleh nggak?"

"I-iya, boleh Pak."

Bima menyerahkan handphone nya ke Onah, "Tolong ketik disini. Sekalian kamu save ya," Pintanya.

Onah mengangguk dan mulai mengetik 12 angka nomor handphone nya. "Ini pak, sudah."

"Terimakasih ya. Saya pesan seperti biasa saya tunggu."

Setelah itu Bima meninggalkan Onah dan Mang Ujang, ia menempati meja pojok.

"Cie neng Onah, sikattt atuh." Goda Mang Ujang.

Onah tersipu malu, karena baru kali ini ada yang membuat nya malu-malu biasanya malu-maluin.

0812********

Save!



TBC

Publish, 23 November 2020

Tandai typo


Salam sayang 💕

Nur Apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang