Mas Tua!!-25

7.9K 673 29
                                    

Mas Bagus dan Onah comeback...

Jangan lupa follow akun wattpad dan instagram apni ya, biar nanti dapat hadiah ketika cerita ini tamat.

Share dan tambahkan ke library kalian Oke.

Selamat membaca

💪💪💪


"

Ibu kenapa?" Gumam Dito ketika berada di depan pintu rumah Onah.

Onah masih belum menyadari keberadaan Dito, dengan langkah pelan dan takut-takut Dito berjalan menuju Onah dan didalam hati Dito membaca Ayat kursi, ia takut jika Onah sedang kesurupan. Onah masih tidak berguling-guling dan tersenyum, akhirnya Dito menuju dapur dan membawa segelas air putih sambil dibacakan ayat kursi dan setelah itu, air putih itu ia cipratkan ke wajah Onah.

"Bocor, bocor, bocor." Panik Onah.

Dito masih membaca surah-surah pendek agar Onah kembali sadar.

"Kamu ngapain Dito?" Tanya Onah ketika menyadari keberadaan Dito dan melihat bibir Dito yang sedang membaca do'a.

"Alhamdulillah, do'a Dito di kabulkan sama Allah, akhirnya ibu sadar juga." Syukur Dito.

"Lah emang saya kenapa?" Tanya Onah bingung.

"Tadi tuh ibu berguling-guling di karpet sambil senyum-senyum sendiri. Dito pikir ibu lagi kerasukan jin stres."

Onah tersadar dan jadi malu. Ternyata efek dari Bima jadi seperti orang gila.

"Oh nggak ada jin kok."

"Lah terus ibu sampai kayak gitu, kenapa? Karena Papi kirim pesan?"

Onah mengerutkan keningnya. "Nggak ada pesan dari Papi mu, lagian saya nggak punya nomornya."

"Dasar kolot. Udah tau lagi PDKT, malah nggak punya nomor masing-masing." Gerutunya Dito.

PapBoy👨 is calling...

"Hallo, dimana nak?"

"Dirumah Ibu, Pi."

"Lah ngapain disana, kan Papi sudah bilang kalau kalian selama Papi nggak ada harus tinggal dirumah Papi." Tanya bingung.

"Nggak tau itu ibu. Ketika Dito tanya malah ada dirumah nya."

"Bawa Onah kerumah kita. Kalian tidur disana!" Perintahnya.

Dito menoleh kearah Onah meminta jawaban, Onah memang mendengar percakapan Dito dan Bagus. Onah menggeleng tanda tidak mau.

"Ibu nggak mau Pi."

"Berikan handphone mu ke Onah."

Dito memberikan handphone nya ke Onah sesuai perintah Papi nya.

"Hal-"

"Kamu kenapa gak dirumah saya? Kan saya udah bilang bahwa selama seminggu kamu harus dirumah saya." Omel Bagus.

"Saya ada urusan mas. Makanya saya pulang kerumah saya."

"Urusan pulang bersama Bima?"

Onah shock. Kenapa Bagus bisa tahu kan lagi diluar kota.

"Karena udah malam kamu dan Dito boleh tinggal dirumah mu. Jangan nakal, 2 hari lagi saya pulang."

Tut tut tut

Sambungan telepon diputus begitu saja. Semakin hari sikap Bagus kepadanya semakin aneh. Entah dari mana dan bagaimana tiba-tiba saja Bagus jadi begitu cerewet dan perhatian. Dengan seperti ini Onah kan jadi untung. Semoga tetap saja Bagus seperti ini dan semoga perubahan Bagus tidak menjadi masalah dikemudian hari.


***

Jam sudah menunjukkan pukul 06.45 pagi. Onah sudah bersiap-siap dan tadi juga Dito sudah pulang kerumah nya sebab Dito ada kelas pagi. Onah sedang mengunci pintu rumah nya dan ketika berbalik, ia mendapati Bima sedang membuka kaitan helmnya.

"Pak Bima ngapain? Ada yang ketinggalan kemarin?"

Bima turun dari motornya dengan senyum yang tidak pudar menghiasi bibirnya.

"Assalamu'alaikum, yuk."

"Hah?"

"Jawab salam saya Onah."

"E-eh iya, Waalaikumsalam." Jawab Onah dengan gugup.

"Ayo berangkat," Ajak Bima.

"Kemana?"

Bima terkekeh. "Nyawamu udah kumpul belum? Kok kayaknya masih belum ya?"

"Udah Pak. Emang mau kemana? Pak Bima nggak ngajar?"

"Ini mau ngajar, maksud saya ayo kita berangkat bersama."

Onah terkejut, berarti Bima kesini karena ingin menjemputnya. Mimpi apa Onah semalam sampai dijemput pangeran tampan dipagi hari.

Onah dan Bima melangkah menuju motor Bima. Ketika sedang sama-sama memakai helm. Tangan Onah ditarik paksa. Baik Onah dan Bima sama-sama menoleh dan melihat Bagus telah berdiri dibelakang mereka berdua tanpa suara dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Onah ikut saya!" Perintahnya, setelah itu meninggalkan Onah dan Bima.

Onah serba salah. Bolehkah Onah berangkat sendiri saja kalau seperti ini. Mobil Bagus masih terpaksa di depan rumah Onah, bukan nya mengikuti perintah Bagus akan tetapi Onah malah melanjutkan memasang helm yang diberikan oleh Bima. Melihat Onah mengenakan helm kembali, senyum Bima terukir lebar dan Bima segera menaiki motornya yang diikuti oleh Onah. Sebelum meninggalkan perkarangan rumah Onah, Bima mengklakson Bagus, agar terlihat sopan kepada senior. Sedangkan Bagus didalam mobilnya wajah tegasnya sudah memerah karena marah. Menggeretakan giginya Bagus memukul stir.

"Shit!" Umpat Bagus

Baguspun mengikuti Onah dan Bima.
Tiba dilampu merah baik mobil Bagus dan motor Bima bersebelahan dan Bagus melihat kalau kedua tangan Onah sudah berada didalam saku jaket Bima dan sialnya Bagus melihat tangan Bima yang sedang mengelus-elus lutut Onah dari luar celana bahan yang dipakai Onah.






TBC

Publish, 26 November 2020

Follow wattpad dan instagram nurapni25


Salam sayang

Nur apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang