Bab 38. Hati-Hati Pulangnya

137K 15K 774
                                    

Astaga, gak nyangka aku cerita ini masuk 10 besar rank TeenFic. Sekarang mejeng di rank#9 >o< Ah, kalian luar biasaXD

Terimakasih buat yang udah dukung dan suport cerita ini:* sebagai hadiah, teteh update lahi hari ini:* dukung terus anak-anak Teteh ya gengs:*

Ah, soal lapak baru itu. Itu nanti, sesudah cerita ini kelar. Jadi nyeritain kehidupan mereka setelah ini. Lagi pula belum jelas juga mereka ship sama siapa. Siapa tahu nanti teteh rubah Amora pasangan Budi :v

Jadi nikmatin aja ceritanya ya:*

**

TIMING Yang memang pas, atau takdir tidak memihak kepadanya. Tidak sengaja bertemu dengan anak Osis di depan kelas membuat Amora harus bisa menelan pahitnya pulang ke rumah setelah membantu Dinda membersihkan kelas. Cewek itu entah kenapa langsung pergi meninggalkannya.

"Mau pulang?" Adam bertanya dengan nada biasa saja.

Amora mendengkus, sepertinya cowok angkuh itu lupa jika dirinya masih marah kepada Adam dengan apa yang terjadi di kantin tadi siang. Membuat Amora kehilangan selera makan dan harus merasa kelaparan di kelas.

"Bukan urusan lo!"

Amora membalas dengan nada tidak acuh, beranjak hendak segera pergi.

"Mau ke mana?" Adam menarik pergelangan tangan Amora.

Para Osis yang ada dengan Adam hanya bisa diam dengan helaan napas kesal. Tidak semua, yang melakukan itu hanya Sasa dan Rini yang berdiri di belakang Adam.

"Adam, yuk masuk. Rapat Osis sebentar lagi di mulai." Sasa mengingatkan dengan delikkan sebal ke arah Amora.

Adam menoleh sebentar lalu mengangguk "Ikut gue rapat."

Amora membelalak "Apa!?"

"Ikut gue rapat Osis sebentar, nanti pulang bareng." lanjut Adam.

Amora berdecih "Gak perlu! Gue gak mau balik sama lo, lagi pula Kenan udah nungguin gue."

Amora yang hendak pergi kembali di tahan oleh Adam.

"Gak boleh, lo pulang sama gue."

"Gue gak mau!"

"Mor, jangan bikin gue kesel." ingat Adam.

Amora menautkan alisnya "Siapa yang bikin lo kesel? Gak kebalik tuh? Lo yang bikin gue kesel."

Juna yang melihat paksaan Adam mulai terusik, maju ingin melerai keduanya. Sayang Sasa yang sigap langsung menarik Juna, menatap Juna tajam untuk mengingatkan cowok itu diam di tempatnya. Dan Juna hanya bisa mendesah, pasrah ketika Sasa melakukan itu.

"Justru itu, tungguin gue dulu sebentar. Bisa, ya?" tanya Adam, suaranya sedikit melembut.

Amora diam, lalu menggeleng "Gak! Kenan udah nungguin gue di luar."

Helaan napas berat keluar dari mulut Adam, menoleh ke arah Juna dan yang lainnya.

"Kalian masuk duluan, nanti gue nyusul." perintahnya.

Juna menghela napas, menatap Amora dengan ekspresi tidak terbaca. Sasa yang tak jauh dari Juna langsung menarik lengan cowok itu, di ikuti Rini dan Keyla di belakangnya.

Bukan Cinderella (Sudah Ada Di Toko Buku)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang