Part 56

1K 44 1
                                          

Tarik nafasss... Buang....
Oke. Aku deg degan nulis ucapan+ungkapan dayat. Dan aku juga deg degan bacanya.

Tarik nafas lagi... Buang... And..

Happy Reading

Aletta menangis, sejak kapan air matanya keluar? Apa yang harus ia lakukan?

Menarik nafas dan membuangnya pelan. Mengusap air matanya pelan. Ia harus apa?? Menelpon atau Chat??

Matanya beralih menatap kado yang dayat berikan. Mengulas senyuman tipis. Sungguh ia senang.
Badannya bergerak mengambil ponselnya yang berada dimeja riasnya. Lalu balik duduk diatas kasur. Tangannya bergerak seperti mengetikkan sesuatu.

Aletta : Dayat..

Dayat : :) thank you

Aletta : Dimana??

Dayat : Rumah, baru selesai mandi

Aletta kembali meneteskan air mata. Tangannya masih menggenggam ponselnya. Bergerak pelan dan menempelkannya di telinganya.

"Hallo? Kenapa?" suara yang begitu halus. Aletta tahu, arti dari suara dayat ini. Ia tidak menyahut balik. Hanya diam sambil menggenggam erat kalung pemberian dayat.

"Udah baca ya?" tanyanya lagi. Aletta mengangguk namun tidak bersuara.

"Makasih ya chatnya." ucap dayat lagi

"Dayatt.." panggil aletta lirih

"Iya gak apa-apa kok." sahutnya

"Dayat dengerin dulu."

"Iya apa??"

"Aku terima kok.." ucapnya berjeda dengan nafas yang susah diatur.

"Aku terima kamu kok, jangan sedih gitu." ucap aletta lagi

"HAH???" teriak dayat di balik telpon. Aletta meringis menjauhkan ponselnya dari telinga.

"Gak usah teriak gitu. Sakit tauu telinganya."

"BENTAR?! BENERAN INI? GAK MIMPI? GAK NGEPRANK KAN?"

"Lah?! katanya kalau mau jawab bisa antara chat atau telpon. Jadi ini beneran atuh."

"Tapi, tadi kamu chat kan?! Jadi aku mikir kalau kamu.."

"Nerima atuh. Jangan sedih, jangan abut gitu." potongnya terkekeh

"Beneran?" tanyanya dengan suara melemah

"Iyaa beneran."

"Makasih. Makasih udah buat aku spot jantung. Makasihh.."

"Heheh sama-sama.."

"Ya udah. Makasih lagi."

Aletta ✔ [ COMPLETE ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang