Part 14 (A)

1.4K 49 0
                                                  


Keadaan kamar yang nyaman dan juga dinginnya ac membuat aletta betah berada didalam kamar wawa.

Duduk sambil mendengarkan cerita wawa, dengan minuman dingin dan juga snack didepan mereka.

"Emang abang kamu kenapa?" Tanya aletta kepo

"Ih jadi kakak belum tau abang itu aslinya gimana?" tanya wawa dengan dahi mengerut.

"Enggak, dayat mah kalau sama aku atau sama temen-temen yang lainnya kalem, jutek, pendiam, irit ngomong."

"Ihhh!! PENCITRAAN." ucap wawa sambil menekankan kata pencitraan.

"Jadi abang itu aslinya anaknya manja. Gak bisa diem, jail bangett!! Wawa nih ya, setiap hari itu selalu jadi korban jailnya dia. Abang tuh, kayak gak bisa hidup kalau gak jailin orang."

"Masa sih? Tapi dia itu cuek tau, kayak malas gitu buat ngomong sama orang. Singkat juga lagi nyahutinnya."

"Mungkin sih yaa, tapi aku seneng sih kalau abang gak ada dirumah. Aku lebih nyaman terus tenang aja gitu. Terus dia itu gak mau tanggung jawab kalau udah rusakin barang-barang orang. Tapi untung aja dia mau gantiin novel wawa yang ini, itupun gara-gara abang cakra."

"Abang cakra? Abangnya kamu sama dayat?"

"Iya, dia itu baik banget. Ganteng, gak suka gangguin wawa. Penyayang juga, gak jail kayak abang dayat. Terus suka nurutin apa yang wawa mau." Jelas wawa panjang lebar yang membuat aletta terus tertawa mendengar ceritanya.

"Emang dayat gak ganteng apa?" tanya aletta sambil menaikkan kedua alisnya. Memang menurut pandangan para cewek-cewek alay, semua yang melihat dayat pasti akan tertarik dan klepek-klepek. Alis tebal, bulu mata lentik, rambut badai, dan anak basket. Siapa sih yang tidak tetarik orang seperti dayat. Berbeda dengan aletta dan juga iren, mereka sudah jenuh bertemu dengan orang-orang seperti dayat. Yap! Bisa di bilang pasaran bagi aletta dan iren.

"Ganteng sih kak, tapi masih gantengan abang cakra heheh."

"Terus terus apa lagi?"

"Kalau abang cakra itu dia udah kuliah, jurusan komunikasi. Gak tau deh semester berapa. Tapi kakak jangan naksir yah sama abang cakra."

"Kenapa?"

"Nanti kasih sayang dia pindah ke kakak, enggak ke aku lagi deh. Tapi kalau sama abang dayat, gak apa-apa. Wawa relaaaaaa." Ucap wawa yang lagi-lagi membuat aletta tertawa.

"Emang abang cakra gak punya pacar apa? Kalau dia punya pacar, kasih sayangnya juga pindah kan." Ucap aletta sambil mencolek wawa

"Punya, namanya kak maya. Tapi abang cakra itu adil, gak kayak abang dayat. Ke pacarnya muluuuu."

"Emang kalau dayat punya pacar, kamu gak iri atau gak kangen gitu sama jailnya dia?"

"Pernah sih kak dulu, hampir dua tahun. Abang dayat punya pacar, cantik, kalem, pintar juga, baik, hampir setiap hari kerumah wawa. Bawain wawa makanan apapun itu, terus nginep disini setiap malam minggu. Nah disitu wawa kayak ngerasa abang itu udah kaya dewasa sebelum waktunya heheh, abisnya serius mulu mukanya. Enggak kaya sekarang, jailnya nauzubillah."

"Oh ya? Siapa pacarnya dayat? Kok dia gak pernah ngasih tau aku ya."

"Udah putus kak, pas liburan kelulusan. Wawa juga gak tau gara-gara apa. Taunya putus gitu aja, alasannya kalau ditanya kenapa. Pasti abang cakra yang jawab, dia bilang "biasa monyet maa" gitu. "

"Aduh ngakak dong dibilang monyet. Siapa emang nama mantannya dayat?"

"Kakak belum diceritain sama abang?"

Aletta ✔ [ COMPLETE ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang