Epilog

2.1K 50 5
                                                  

Happy Reading

Haii..
Nama gue Aletta Octaviana. Mungkin sebagian besar dari kalian udah tau gimana alur cerita gue. Yaa.., mungkin rumit atau malah biasa saja. Setiap permasalahan yang orang rasakan itu pasti juga berbeda tanggapannya.

Oh iya,
Seperti Prolog, pastinya ada Epilog. Gue rasa kata tamat, gak akan ada kesan apa-apa tanpa penjelasan. Dan pastinya, setiap pembuka pasti ada penutup. Kisah yang gue alamin, gak akan mudah gue lupain. Kenapa? Bukannya harus dilupain ya? Hahaha, Iya. Tapi, disana bukankah ada kenangan manis? Apa yakin, kenangan manis loe lupain begitu saja. Susah loh, dapatin kenangan manis itu. Buktinya, buat dapatinnya aja kita harus terluka dulu, ya walaupun pada endingnya akan terluka lagi. Dan semoga, tidak terjadi dikalian semua.

Mungkin, pada nanya. Gimana kegiatan gue setelah bener-bener lepas dari dayat. Biasa aja, kembali kaya semula. Dan saat ada dayat pun ya tetap seperti biasanya. Cuman yang berbeda hanyalah rangkaian indah yang diperciki walaupun sedikit. Menurut gue..

Dan, dari situ gue jadi lebih fokus buat nata kehidupan gue. Biar gue, gak ngelukain diri sendiri tanpa gue sadari.

Apa, gue blok kontak sama keluarga dayat? Seperti wawa? Enggak. Itu hal yang bocah lakuin. Ya, mungkin itu salah satu cara buat 'Move on' . Tapi menurut gue, ya udah lah ya, mau move itu gak harus blok kontak segala. Kalau mau move on itu, ada di diri loe. Niat apa enggak? Mau berusaha apa enggak? Kalau hati masih gak bisa nerima, jangan di paksa. Yang ada malah buat diri loe terluka. Bukan orang lain yang melukai, tetapi diri loe sendiri.

Ini udahh..
Hari ke 63 setelah kejadian gue sama dayat putus. Gue tetap akrab, asik sama temen-temen dia. Gue juga gak segan-segan nyapa dia, saat temen-temen dia video call. Yaa, walaupun dari muka dia, canggung. Tapi it's okay. Itu sebuah permulaan. Gue gak mau buat dia merasa bersalah, karena menurut gue ini adalah salah bersama. Dan salah gue, yang egois. Yaa.. Gue akuin.

Hari demi hari, gue lewatin dengan hati yang mulus. Biar gue dapat berkah. Ternyata, kalau gue jalanin dengan tulus, pasti bakalan dapat hadiah kecil yang gak terduga. Seperti gatra. Dia selalu ada buat gue, dia jalanin komitmen yang dia buat sendiri untuk gue. Seneng sih, cuman kasian. Kalau gue bad mood karena pms, dia selalu susah payah bangun mood gue balik.

Padahal mah, udah gue bilangin kalau gue bad mood pms itu jangan jangan di ganggu. Tetep aja keukeh mau mood gue balik. Tapi serius, dia baik banget. Sabar banget, dan dewasa. Dia selalu jadi penengah saat emosi gue melunjak. Selalu nasehatin gue. Udah kayak abang gue sih. Pengertian banget. Entah gue berani akuin dia sebagai malaikat titipan tuhan.

Dia pernah bilang gini, dan sering banget ngulang kalimat yang bikin gue jadi hafal "Kalau loe sakit, gue jadi dokter loe. Kalau loe sehat, gue jadi bahagia." Entah nyambung dari mana, lucu aja gitu dengernya. Dan mood gue pasti naik, seneng gitu. Hidup gue, terasa lengkap saat gatra jadi pendengar gue. Plong aja gitu, gak ada beban saat gue cerita ke dia. Dan gue gak peduli, mau dia ember kesiapapun yang udah gue ceritain. Toh dia yang dosa, hidup dia gak tenang, ya wess..

Dia juga bilang "Radio Gatra FM disini, siap mendengarkan curahan hati anda dan menyalakan lagu kesukaan untuk anda.". Radio kesukaan gue, nyanyiin gue setiap gue minta.

Udah gak ada lagi, cerita gue tentang dia. Kalau di ceritkan, pasti panjang. Itu inti dari semuanya. Dan sekarang gue ngerasa bahwa,
"Dan pelangi akan datang LAGI setelah hujan.
BUKAN berarti, pelangi loe hilang setelah dia.
Pasti ADA, tapi mungkin belum waktunya.".

Tapi, jika suatu saat nanti pelangi gue hilang lagi, gue siap menerimanya. Karena apa? Karena, pelangi akan datang terus setelah hujan membasahi mu. Dan semua itu pasti gak akan terduga..

-Aletta 2002

"Etsss!! Nulis apaan lu?" tanya gatra yang sontak saja membuat aletta terkejut. Ia menutup bukunya dan menatap nanar mata gatra.

"Loe tu kebiasaan banget sih!! Pasti baca kan?!"

"IH!! Sorry dori stroberi ya, gue mah mending baca buku matematika daripada baca buku loe. Pasti lebih serem dari buku matematika."

"Ih!! Loe kira buku gue buku hantu?!" seru aletta kesal "Mana minum gue?? Lama amat sih belinya!!"

"Etdah bocah. Gue beliin tuh dikantin. Pasti rame, lu kira dikuburan apa?! Sepi."

"Yang bilang dikuburan siapa bambang." Balas aletta lalu mengambil minumannya dari tangan gatra "Makasih btw.." senyumnya.

"Hm sama-sama." balas gatra lalu duduk tepat diseberang aletta.

"Gimana? Udah ada hasil dari ajuan beasiswa loe?"

"Hmm, kasih tau gak ya?" ujar gatra sambil menatap keatas dengan alis yang ia gerakkan.

"Ih pelit. Gak mau kasih tau sih, gak apa-apa. Nanti juga gue bakalan tau."

"Uya Kuya. Gue kasih tau deh. Jadi gue udah dikasih kabar sama gue bk, dan gue keterima beasiswa di universitas yang gue mau."

"Seriusan?!" potong aletta antusias.

"Eh, dengerin dulu. Ada tapinya, Gue mau ambil S1 nya di Bandung dulu. Baru S2 nya dia sana."

"Bisa gitu?"

"Lah? Kan gue ajuinnya gitu. Ada perjanjiannya lah pastinya."

"Apaan? Siapa tau, gue bisa gitu nanti pas mau kuliah."

"Gue harus ngejar target biar cepet wisuda dan gue bisa cepet juga lanjutin S2nya."

"Waww. Keren. Semoga target loe tercapai dengan lancar. Aamiin."

"Aamiin, makasih bocil."

"Sama-sama orang tua." balas aletta tersenyum lebar disela-sela ia meminum minumannya.

Ya. Begitu mungkin cerita setelahnya. Tapi, masih belum tahu gimana setelah dari setelah. Hanya mampu menjalaninya. Dan menjadi sosok dewasa dalam setiap permasalahan yang ada. Oh iya, dewasa bukan berarti umur lo harus tua. Tetapi dewasa itu muncul saat loe bisa selesaikan masalah tanpa adanya emosi dan keegoisan.

Kalau ada yang nilai loe dan bilang "Alah, masih bocah aja udah sok dewasa banget pemikiran.". Lah?! Gak apa-apa, itu artinya loe udah hebat dalam memecahkan masalah dengan berpikir jernih. Dan dia yang dewasa bisa aja enggak sedewasa umurnya. Simpel. This is life..

Gue Aletta, itu cerita gue dalam diary kesayangan yang selalu menemani gue disaat apapun. Lembaran putih yang selalu siap menerima coretan suka maupun duka yang gue alamin. - Aletta 2002.

SELESAI

THANK YOU UDAH MAU BACA EPILOG NYA
I AM SO HAPPY😄😄
SEMOGA KALIAN PADA SUKA YAA🤗🤗
DAN JANGAN JANGAN LUPA JUGA BUAT VOTE. KARENA SEBUAH KARYA AKAN MAJU DENGAN ADANYA DUKUNGAN KALIAN😊🤗

Aletta ✔ [ COMPLETE ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang